Mempawah jadi Pusat Panen Raya Kalbar, Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Mempawah kembali mencuri perhatian nasional. Kabupaten ini dipercaya sebagai pusat Panen Raya Provinsi Kalimantan Barat, seiring pelaksanaan panen raya padi serentak nasional yang diikuti langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual dari Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Panen raya di Mempawah dipusatkan di Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan, dan dihadiri langsung Bupati Mempawah Erlina bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan.
Momentum ini sekaligus menjadi panggung pengumuman capaian swasembada pangan nasional oleh Presiden Prabowo.
Kepercayaan menjadikan Mempawah sebagai pusat panen raya tingkat provinsi dinilai sebagai bukti nyata bahwa sektor pertanian daerah terus tumbuh, produktif, dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa Kalbar memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya padi, didukung oleh ketersediaan lahan yang luas.
Karena itu, Krisantus mendorong seluruh kabupaten/kota dan perangkat daerah terkait untuk menjadikan pertanian padi sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
“Dengan harga eceran tertinggi (HET) gabah yang dibeli Bulog sudah memadai, pertanian padi sangat menjanjikan. Inovasi dan kreativitas harus terus dilakukan di semua tingkatan,” ujar Krisantus.
Menurutnya, dengan pola tanam yang optimal, petani berpeluang panen hingga tiga kali dalam setahun. Jika satu hektare mampu menghasilkan dua ton per panen, dampak ekonominya akan sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Krisantus menekankan pentingnya pengembangan pabrik pengolahan beras di Kalimantan Barat, agar hasil pertanian lokal tidak hanya diproduksi, tetapi juga diolah dan dipasarkan secara mandiri dengan merek daerah.
“Kita ingin beras Kalimantan Barat diproduksi dan dipasarkan dengan merek sendiri, sehingga kemandirian pangan benar-benar dirasakan,” tegas Krisantus.
Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan daerah dalam menopang ketahanan pangan. Keberhasilan swasembada pangan nasional, menurutnya, menjadi bukti bahwa petani Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan dukungan kebijakan dan sinergi lintas sektor.
“Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian, mulai dari penguatan peran penyuluh, peningkatan produksi dan produktivitas, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal,” ujar Bupati Erlina.
Meski tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika global, Bupati Erlina optimistis swasembada pangan dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar