Mempawah Dorong Peralihan Aktivitas Dwikora ke Pelabuhan Kijing
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Golden Tulip Pontianak, Selasa (6/5/2026).
Dalam forum tersebut, Wabup Juli menyebut terbitnya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2026 sebagai momentum strategis yang memperkuat posisi Mempawah dalam peta Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan regulasi itu, jumlah PSN di Mempawah meningkat dari dua menjadi lima proyek terintegrasi.
Kelima proyek tersebut meliputi Pelabuhan Internasional Kijing yang dikelola KSOP bersama PT Pelindo, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina (SGAR) tahap I dan II oleh PT Borneo Alumina Indonesia, smelter aluminium oleh PT Inalum, pembangkit listrik pendukung oleh PT Bukit Asam, serta rantai pasok bauksit oleh PT Antam.
“Integrasi lima PSN ini menjadi keunggulan kompetitif daerah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global,” ujar Wabup Juli.
Pemerintah Kabupaten Mempawah, lanjutnya, akan mendorong percepatan pengembangan kawasan penunjang Pelabuhan Kijing, termasuk melalui perubahan zona transportasi menjadi kawasan peruntukan industri (KPI). Kebijakan ini ditargetkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Pemkab juga tengah mengkaji peningkatan status Terminal Kijing menjadi Pelabuhan Kijing guna memperluas aktivitas logistik dan membuka peluang kerja, khususnya bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dari masyarakat lokal.
Tak hanya itu, pemerintah daerah berharap terjadi pergeseran aktivitas bongkar muat peti kemas dari Pelabuhan Dwikora Pontianak ke Pelabuhan Kijing, seiring dengan peningkatan kapasitas dan optimalisasi infrastruktur yang ada. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar