
LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang tahun ini akan menyemarakkan peringatan hari jadi (Harjad) Kota Sintang ke 657 dengan berbagai kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Namun, tetap mempertahankan tradisi yang sudah ada selama ini seperti menggelar lomba-lomba tradisional maupun perlombaan rakyat lainnya. Aneka kegiatan ini digelar secara bertahap.
Sebagai sesi pembuka, 25 April 2019 lalu, Pemkab Sintang menggelar lomba bercerita antar pelajar dengan menggunakan bahasa lokal, khususnya Dayak dan Melayu. Kemudian, Sabtu (27/4/2019), dilanjutkan dengan lomba sampan Bidar se-Kalimantan Barat.
Nah, tepat Minggu (28/4/2019) juga diadakannya perlombaan kontes burung berkicau se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Komplek Stadion Baning Sintang.
Tercatat 6 kabupaten yang menjadi peserta lomba burung berkicau tersebut seperti, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Landak, Sanggau, dan Sekadau.
Kegiatan tersebut pun dibuka secara resmi oleh Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Rachmat Basuki di Lapangan Burung Sintang Bird Club, Komplek Stadion Baning.
Ketua Sintang Bird Club, Romantio menggatakan, 6 kabupaten yang mengikuti lomba burung berkicau diantaranya Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Landak.
“Even kali ini, peserta sangat antusias. Total peserta 651 gantungan. Jumlah ini paling ramai dibanding even-even sebelumnya,” katanya, Selasa (30/4/2019).
Dalam lomba kontes burung berkicau ini, ungkap Romantio, pihaknya membuka 21 kelas yang dipertandingkan. Kegiatan inipun dinilainya sebagai bentuk menyemarakkan hari jadi (Harjad) Kota Sintang ke 657 tahun 2019.
Selain itu, pihaknya juga memberikan hadiah piala dan uang pembinaan pada Best Of The Best (BOB) khusus kelas Murai Batu, Kacer, Cucak Hijau, Love Bird Dewasa dan Love Bird PAUD.
“Juri even kali ini ada 9 orang dari Gitananda Pontianak. Mereka terdiri dari korlap 2 orang, tukang rekap 1 orang dan 6 juri/tim penilai,” bebernya.
Olehkarenanya, Romantio berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang yang sangat mendukung komunitas pecinta burung. Pasalnya Pemerintah meminjamkan lahan di Komplek GOR Baning untuk dibangun tenda permanen sebagai lokasi lomba perlombaan.
“Sekarang kita punya dua tenda. Satu tenda permanen di Komplek GOR Baning, satu lagi tenda bongkar pasang,” katanya.
Selain dukungan dengan meminjamkan lahan, sambung Romantio, komunitas pecinta burung juga selalu diikut sertakan dalam berbagai even besar di Bumi Senentang.
“Pak Bupati juga sangat responsif ketika kami mengundang. Beliau selalu datang jika tidak ada agenda kegiatan ditempat lain,” pungkasnya.
Terpisah, Dandim 1205/Stg, Letkol Inf Rachmat Basuki mengucapkan syukur alhamdulillah bahwa kegiatan kontes dan pameran burung berkicau dimasukkan dalam agenda rutin dalam peringatan Hari Jadi Kota Sintang.
“Ini merupakan kali kedua pelaksanaan dalam peringatan Hari Jadi Kota Sintang dengan melombakan 21 kelas,” kata Dandim 12/05 Sintang.
Dandim berharap, kontes dan pameran burung berkicau menjadi ajang silaturahmi. Dan juga sesuai dengan tema Hari Jadi Sintang ke 657 yakni “Sintang adalah Kita”.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk saling mengenal antara sesama pecinta burung kicau yang diikuti dari beberapa kabupaten selain Sintang. Selain itu kita juga berharap agar kedepan terus bertambah peserta yang bisa berpartisipasi untuk mengikuti kegiatan ini,” harapnya.
Dikesempatan tersebut, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Rachmat Basuki juga menyerahkan hadiah pada para pemenang. Selain mendapatkan uang pembinaan, pemenang juga mendapatkan tropy dari panitia. (Dex)