
LensaKalbar – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H, Pemerintah Provinsi Kalbar memastikan ketersedian stok barang kebutuhan pokok masih aman. Begitu juga dengan harganya tidak ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kesiapan semua stok cukup, paling harganya fluktuasi namun masih normal tidak diatas HET,” ungkap Gubernur Kalbar, Sutarmidji usai Rakor daerah bahan pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, di Balai Petitih, Selasa (30/4/2019).
Untuk menekan kenaikan harga, kata Sutarmidji, seharusnya Kementerian Perdagangan harus bersinergi dengan Bulog agar bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok.
“Masalah kita kedepan ini tidak perlu setiap menyambut hari raya mau hari besar kita bicarakan kebutuhan pokok dan selalu rapat kordinasi, seharusnya pemerintah itu cukup bisa sinergi dengan intansi lainnya jangan gembar gembor. Contohnya bulog tak perlu import bawang putih, terus Kementerian Perdagangan perlu impor bawang putih 100 ribu ton, nah pedagang itu bingung dan mengikuti perdagangan sehingga harga kebutuhan melonjak naik, jadi jangan terlalu di ramaikan,” tegasnya.
Olehkarenanya, Gubernur Kalbar berharap pemerintah daerah untuk segera membuat pasar induk agar bisa menekan inflasi daerah dan membangun perekonomian bahan pokok di setiap daerah di kalbar. (Nrt/Hms)