Breaking News
light_mode

Jangan Sampai Kejadian Serupa Terulang Kembali!

  • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh beberapa siswi SMA terhadap seorang siswi SMP di Kota Pontianak masih menyita perhatian publik, tidak hanya nasional bahkan mendunia.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sudah membesuk korban di rumah sakit tempat korban dirawat.

Diakuinya, korban memang mengalami traumatik ketika dirinya melihat langsung kondisi korban. Menurut penjelasan dari pihak keluarga, memang ada penganiayaan dan pengeroyokan oleh siswi-siswi SMA. Saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Polresta Pontianak didampingi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat.

“Langkah yang sudah kita ambil adalah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menggali sebanyak-banyaknya tentang kondisi di sekolahnya,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Selanjutnya, sambung Edi, pihaknya terus memonitor kondisi kesehatan korban dengan melakukan pendampingan supaya cepat pulih, terutama dari rasa traumatik yang dialami korban.

“Kita akan membebaskan biaya pengobatannya selama dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Kendati adanya kejadian ini, Pemerintah Kota Pontianak berupaya agar Pontianak tetap menjadi Kota Layak Anak, baik dari sisi regulasi maupun sarana dan prasarana serta manajemennya.

Semua pihak tak ingin kasus serupa terjadi lagi. Olehkarenanya, pihaknya berupaya mengedukasi, baik terhadap siswa-siswi, orangtua dan dunia pendidikan serta lingkungan.

“Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” tegas Edi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly menuturkan, pihaknya memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.

“Kita berikan pendampingan hingga korban pulih, terutama dari traumatik yang dialaminya,” terangnya.

Ditambahkannya, kasus ini memang menyedot perhatian dari berbagai pihak atas keprihatinan terhadap penganiayaan yang dialami korban. Bahkan dari pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) datang langsung melihat kondisi korban.

“Tadi saya mendampingi utusan Kementerian PP-PA menjenguk ke rumah sakit untuk melihat langsung kondisi korban yang dirawat intensif,” pungkasnya. (Nrt/Hms)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sadis! Berawal dari Pinjam Uang Rp150 Ribu dan Tersinggung, Roni Habisi Nyawa Bosnya

    Sadis! Berawal dari Pinjam Uang Rp150 Ribu dan Tersinggung, Roni Habisi Nyawa Bosnya

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepolisian Resor (Polres) Sintang menggelar press release kasus pembunuhan Tjin Tek Fo alias Susanto pemilik Toko Aneka Ban di Jalan MT Haryono, Senin (27/6/2022). Press release kasus pembunuhan ini berlangsung di halaman Mapolres Sintang dan dipimpin Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian didampingi Waka Polres Sintang dan Kasat Reskrim Polres Sintang. Kapolres Sintang, AKBP […]

  • Forum Pembauran Kebangsaan Siap Terbentuk, Bahasan Harap Rangkul Berbagai Masyarakat

    Forum Pembauran Kebangsaan Siap Terbentuk, Bahasan Harap Rangkul Berbagai Masyarakat

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan adalah sebuah langkah penting dan progresif dalam mempromosikan persatuan, keberagaman dan keharmonisan di antara berbagai kelompok masyarakat yang ada. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai, forum semacam ini berfungsi sebagai wadah untuk mendorong dialog terbuka, pemahaman bersama dan kerja sama lintas budaya untuk membangun negara yang lebih inklusif. “Salah […]

  • Jarot Sapa Pasien Covid-19 di Rusun RSUD Ade M Djoen Sintang

    Jarot Sapa Pasien Covid-19 di Rusun RSUD Ade M Djoen Sintang

    • calendar_month Sen, 22 Mar 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh memantau kondisi kesehatan 59 pasien positif Covid-19 di rumah susun (Rusun) RSUD Ade M Djoen Sintang, Senin (22/3/2021). Kunjungan Bupati Jarot dan Kadiskes Sintang inipun usai melihat kondisi kesehatan korban kebakaran yakni Petrus Sendi yang sedang mendapatkan perawatan medis di Ruang IGD […]

  • 4 Kasus Positif Covid-19, Puskesmas Sungai Pinyuh Ditutup 3 Hari

    4 Kasus Positif Covid-19, Puskesmas Sungai Pinyuh Ditutup 3 Hari

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mempawah kembali mengumumkan perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kabupaten itu. Berdasarkan hasil tes swab PCR, terdapat tiga pegawai Puskesmas yang ada di Puskesmas Sungai Pinyuh dinyatakan positif Covid-19. Ihwal inipun telah diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson pada, Rabu (9/9/2020). Juru Bicara Satuan Tugas […]

  • Ribuan Masyarakat Sambut Hangat Kedatangan UAS di Segedong

    Ribuan Masyarakat Sambut Hangat Kedatangan UAS di Segedong

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam rangka Tabligh Akbar pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 H di Halaman Kantor Camat Segedong disambut hangat ribuan masyarakat Segedong, Sabtu (4/3/2023). Selain ribuan masyarakat Segedong, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi juga menyambut kendatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang didampingi Wakil Gubernur Kalbar, H […]

  • Nikodemus Minta Instansi Terkait Lakukan Pengawasan Ketat pada Distribusi Pupuk Subsidi

    Nikodemus Minta Instansi Terkait Lakukan Pengawasan Ketat pada Distribusi Pupuk Subsidi

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus minta kepada pemerintah daerah melalui instansi terkaitnya agar dapat mengawasi lebih ketat distribusi pupuk subsidi. Pasalnya, para petani dinilainya sangat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi ini. Belum lagi, ketersediannya yang terbatas, sehingga dapat mengakibatkan dampak serius terhadap produksi pertanian dan keberlanjutan ekonomi di sektor pertanian. […]

expand_less