Breaking News
light_mode

Generasi Millenial Harus Cerdas Gunakan Medsos

  • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Media Sosial (Medsos) bukanlah barang baru bagi generasi muda. Hampir sebagian besar generasi millennial ini memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi. Tetapi, tidak sedikit pula yang menggunakannya untuk hal-hal negatif.

Olehkarenanya, Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward mengajak generasi millenial untuk bijak dalam menggunakan Medsos. “Jika salah ber-Medsos, akan banyak yang dirugikan,” ingatnya, kemarin.

Menurut Jeffray, generasi millennial saat ini mesti cerdas dalam memanfaatkan Informatian and Technology (IT) untuk berkomunikasi. Apalagi sekarang sudah ada Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Mereka harus memahami ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam UU tersebut. Jangan menyalahgunakan Medsos yang berdampak pada kerugian, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” ujar Jeffray.

Legislator Partai PDI-P ini memgaku optimis, jika Medsos dimanfaatkan secara positif untuk kegiatan-kegiatan yang produktif, kreatif dan inovatif, justru akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas generasi millennial.

“Misalnya, memanfaatkannya untuk ilmu pengetahuan, untuk bertukar informasi yang positif, untuk menyampaikan berita yang positif,” paparnya.

Bila dimanfaatkan secara produktif, menurut Jeffray, Medsos bisa digunakan untuk menyalurkan hobi yang positif atau berniaga. “Bisa mendatangkan penghasilan tambahan bagi yang memanfaatkannya,” katanya.

Agar generasi millenial dapat memanfaatkan Medsos secara positif, menurut Jeffray, tentunya peran tenaga pendidikan, pemuka agama dan orangtua sangat penting.

“Terutama orangtua, yang berperan mengawasi anak-anaknya, dengan memberikan pemahaman kepada mereka, bagaimana menggunakan Medsos secara bijak,” ujarnya.

Pemuka agama pun sangat berperan penting dalam mengarahkan generasi millenial untuk ber-Medos dengan bijak. Misalnya dengan memberikan pencerahan, bahwa perbuatan-perbuatan negatif itu merupakan perbuatan dosa.

“Misalnya, kita mem-bully  orang di Medsos, menyebarkan fitnah dan informasi yang tidak benar atau hoaks, itu adalah salah satu perbuatan dosa,” tutup Jeffray. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mempawah Peringkat ke-3 Keterbukaan Informasi Publik, Bupati: Semoga jadi Motivasi bagi OPD

    Mempawah Peringkat ke-3 Keterbukaan Informasi Publik, Bupati: Semoga jadi Motivasi bagi OPD

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalbar mengumumkan nilai Indeks Keterbukaan Badan Publik se-Kalimantan Barat Tahun 2022 di Hotel Haris, Kota Pontianak, Jumat (18/11/2022) malam. Dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2022 tersebut, kabupaten yang berjuluk “Bumi Galaherang” ini meraih peringkat ke-3. Sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu peringkat ke-2, sementara Kabupaten Sintang menduduki peringkat pertama. […]

  • Dorong Pembentukan Kantor Imigrasi, Sekda Ismail Paparkan Komitmen di Hadapan Kemenkumham

    Dorong Pembentukan Kantor Imigrasi, Sekda Ismail Paparkan Komitmen di Hadapan Kemenkumham

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan pembentukan Kantor Imigrasi di wilayahnya. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, saat menyampaikan expose pada kegiatan Verifikasi Data Pembentukan Kantor Imigrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang digelar di Hotel Aston Pluit, Jakarta, Kamis (9/10/2025). Dalam paparannya, Sekda Ismail menegaskan […]

  • Prihatin Usia Pernikahan Pasangan Muda Kandas Ditengah Jalan

    Prihatin Usia Pernikahan Pasangan Muda Kandas Ditengah Jalan

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kelas II Sintang mengundang keprihatinan kalangan bersama, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang. Ironisnya, kasus perceraian rerata didominasi pasangan muda, sebagian hanya bertahan seumur jagung. “Tentu ini sangat kita sayangkan ya, apalagi mereka (pasangan,red) masih muda sudah harus kandas ditengah jalan,” kata H Senen Maryono, […]

  • Ria Norsan: Harus Amanah dan Sampaikan Aspirasi Rakyat

    Ria Norsan: Harus Amanah dan Sampaikan Aspirasi Rakyat

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Gubernur Kalbar, H Ria Norsan mengatakan para anggota DPRD yang baru saja mengucapkan sumpah/janji Anggota Dewan harus amanah. ihwal tersebut diungkapkannya saat menghadiri menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Periode 2019-2024 di Gedung DPRD Kabupaten Mempawah, Selasa (17/9/2019). Mereka (legistatif,red), kata Ria Norsan, terpilih dan dipercaya rakyat untuk mewakili mereka di […]

  • Jadi Pendamping PKH itu Panggilan Hati

    Jadi Pendamping PKH itu Panggilan Hati

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki beragam latarbelakang pendidikan, diminta bekerja dengan hati. Lantaran menjadi pendamping sosial seperti ini merupakan panggilan hati. “Ini seperti waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) dulu,” kata Askiman, Wakil Bupati Sintang, ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PKH, di Balai Pegodai Komplek Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang, Selasa […]

  • Detik-detik Pelantikan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, Sintang Aman dan Kondusif

    Detik-detik Pelantikan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, Sintang Aman dan Kondusif

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) telah berlalu. KPU pun telah menetapkan pemenangnya. Kini masyarakat Indonesia menunggu detik-detik pelantikan presiden dan wakil presiden RI. Beda pilihan adalah biasa. Bukan demokrasi namanya, jika tak ada perbedaan. Dan masyarakat Indonesia, semakin dewasa menyikapi perbedaan pendapat dan pilihan politik. Namun, tak dipungkiri ada segelintir golongan yang masih saja […]

expand_less