Erlina Hadiri Pembukaan Gawai Dayak Kalbar, Budaya jadi Perekat Persaudaraan
- calendar_month Rab, 20 Mei 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Mempawah, Erlina menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung meriah di Rumah Radakng, Rabu (20/5/2026).
Ajang budaya terbesar masyarakat Dayak tersebut menjadi panggung pelestarian tradisi sekaligus pemersatu lintas suku dan budaya di Kalimantan Barat.
Pembukaan PGD dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melalui prosesi pemukulan alat musik tradisional kangkuang yang disambut antusias ribuan pengunjung dan peserta.
Kehadiran Bupati Erlina dalam kegiatan itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap upaya menjaga eksistensi budaya Dayak di tengah arus modernisasi.
“Pekan Gawai Dayak merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarsuku dan masyarakat di Kalimantan Barat,” ujar Bupati Erlina.
Bupati Erlina menilai PGD tidak hanya memiliki nilai budaya dan adat, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, event budaya berskala besar seperti PGD dapat menjadi magnet kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Suasana pembukaan PGD ke-40 semakin semarak dengan kehadiran sekitar 400 utusan komunitas sub suku Dayak dari Sarawak, Malaysia. Mereka tampak antusias mengikuti prosesi adat dan berbagai rangkaian kegiatan budaya yang digelar.
Pekan Gawai Dayak tahun ini berlangsung sejak 18 Mei hingga 24 Mei 2026 dengan menghadirkan beragam agenda budaya dan perlombaan tradisional. Mulai dari stan kuliner khas Dayak, pameran budaya, pemilihan Bujang Dara Gawai, lomba lagu Dayak, pangka’ gasing, melukis perisai, menumbuk padi dan menampik, menyumpit, hingga tangkap babi.
PGD ke-40 Kalbar kembali membuktikan posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya Dayak yang tetap hidup, berkembang, dan menjadi perekat harmoni masyarakat multikultural. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar