Breaking News
light_mode

Dua Tahun Berturut-turut SPP Sintang Berkutat di Zona Merah

  • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang terus dipacu agar memperbaiki Standar Pelayanan Publik (SPP). Pasalnya sudah dua tahun berturut-turut masih berkutat di zona merah.

Langkah utama yang harus dilakukan Pemkab Sintang adalah dengan intens melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, bagaimana agar SPP tersebut dapat diperbaiki, sehingga target penilaian di 2019 ini masuk zona hijau.

Olehkarenanya, Senin (22/4/2019) Pemda Sintang mengundang Ombudsman untuk memberikan sosialisasi dan melakukan penilaian sementara (pra penilaian) terhadap 6 OPD seperti, Dinsos, Disdukcapil, Disdikbud, Dinkes, Disnakertrans, dan Diseperindagkop dan UKM.

“Dari pra penilaian 6 OPD,  tiga sudah hijau dan toga lagi kuning mengarah hijau. Ini luar biasa, saya berterimakasi kepada kepala OPD dan jajarannya. Mereka betul-betul memperbaiki SPP ini,” ungkap  Sekda Sintang, Yosepha Hasna usai sosialiasi dan pendampingan keputusan standar pelayanan publik seusai UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, di Lingkungan Pemkab Sintang tahun 2019.

Sekda berharap saat penilaian yang akan dilakukan Ombudsman Kalbar pada pertengahan tahun mendatang, hasilnya bisa bagus semua, dan Sintang masuk zona hijau sesuai ditargetkan yang diharapkan.

“Saya juga sudah mengumpulkan dan mengarahkan semua OPD untuk menlengkapi semua media SPP.  Kita ingin semua OPD bisa melayani masyarakat dengan optimal, mekanisme yang jelas dan masyarakat dapat memahaminya,” katanya.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalbar, Agus Priyadi mengatakan, Sintang memang dua kali masuk zona merah, yakni 2017 dan 2018. Maka dari itu, pihaknya mengadakan sosialisasi tentang Kepatuhan Pelayanan Publik dan Pendampingan tersebut, agar penilaian tahun 2019 dapat diperbaiki.

“Kami tadi turun ke 6 OPD, kita temukan tiga hijau dan tiga kuning yang mengarah ke hijau. Itu sudah sangat luar biasa, kita berterimakasih kepada Bupati, Wakil dan Sekda yang sudah berusaha keras bagaimana cara untuk mewujudkan penilanaian yang baik dalam rangka mewujudkan kepatuhan SPP,” ujarnya.

Adapun tiga OPD yang mendapat nilai hijau di pra penilaian ini, diantaranya Dinsos, Disdukcapil dan Disdikbud, sementara kuning mengarah ke hijau, Dinkes, Disnarkertrans dan Disperindagkop UKM.

“Mudahan saja nanti saat penilaian yang akan kita lakukan di pertengahan tahun ini, semuanya menjadi hijau tak hanya 6 OPD itu, tapi semuanya. Masih ada satu atau 2 bulan untuk memperbaikinya,” harapnya. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Sandi Cicipi Kopi Susu Asiang

    Menteri Sandi Cicipi Kopi Susu Asiang

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Warung kopi (warkop) seakan menjadi bagian dari denyut nadi Kota Pontianak. Hampir di setiap sudut kota terdapat warkop yang menjadi tempat pengunjung untuk sekadar menyeruput kopi ditemani camilan. Tak terkecuali Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang menyempatkan diri menikmati secangkir kopi susu di Warkop Asiang saat kunjungannya di Kota Pontianak, […]

  • Mulai Hari Ini, PPKM Mikro di Sintang Aktif, Berikut Penjelasan Kadiskominfo…
    OPD

    Mulai Hari Ini, PPKM Mikro di Sintang Aktif, Berikut Penjelasan Kadiskominfo…

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di tingkat desa dan kelurahan sudah mulai diberlakukan di Kabupaten Sintang hingga 31 Mei mendatang. Instruksi itu ditandatangani oleh Bupati Sintang Jarot Winarno pada Selasa (18/5/2021). Penerapan PPKM Mikro tersebut dengan mempertimbangkan kriteria zonasi antar wilayah hingga tingkat RT. Ada kriteria zonasi yang juga akan menentukan […]

  • Mempawah jadi Satu-satunya Kawasan yang Berhasil Jalankan Program RIF

    Mempawah jadi Satu-satunya Kawasan yang Berhasil Jalankan Program RIF

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kanada mengapresiasi keberhasilan program Responsive Innovation Fund (RIF) di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah. Seperti diketahui, program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) ini merupakan tahap II yang dilaksanakan sejak April 2019 lalu. Dari program tersebut ada 6 kawasan atau kabupaten di Indonesia yang terpilih, yaitu Manokwari (Papua Barat), Sidenreng Rappang […]

  • Pontianak Masuk Level Empat, PPKM Diperpanjang Hingga 25 Juli 2021

    Pontianak Masuk Level Empat, PPKM Diperpanjang Hingga 25 Juli 2021

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Empat, sebelumnya disebut PPKM Darurat, di Kota Pontianak diperpanjang mulai tanggal 21 hingga 25 Juli 2021. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 23 tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Kalbar nomor 185/Kesra/2021. Sebelumnya PPKM Darurat di Kota Pontianak sudah berjalan sejak tanggal 12 hingga […]

  • Catat! 5 Desember Bupati Cup 2024 Dimulai
    OPD

    Catat! 5 Desember Bupati Cup 2024 Dimulai

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebagai upaya mencari talenta muda dalam olahraga sepakbola, Pemerintah Kabupaten Sintang akan menggelar turnamen sepakbola Bupati Cup 2024 Tingkat Kabupaten Sintang pada 5 Desember 2024 mendatang. Para pemain yang berasal dari 14 kecamatan diharapkan dapat mempersiapkan diri. Hal inipun diungkapkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang, Hendrika ketika ditemui sejumlah […]

  • Dengan Dana Rp1,5 M, Jembatan Nanga Tempunak Dipastikan Rampung

    Dengan Dana Rp1,5 M, Jembatan Nanga Tempunak Dipastikan Rampung

    • calendar_month Kam, 14 Feb 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Lantaran menjadi akses utama kontektivitas antar desa di Kecamatan Tempunak. Pemerintah Kabupaten Sintang pun menargetkan jembatan Nanga Tempunak selesai dibangun di tahun anggaran 2019. Untuk menyelesaikannya, Pemkab Sintang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Feburari 2019 merupakan jadwal dilelangnya pekerjaan tersebut. Seperti diketahui, Jembatan rangka baja itu […]

expand_less