LensaKalbar – Undangan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sintang dipenuhui oleh dr. Poncoroso, SpOG, M. Kes, salah satu dari tiga foto ASN RSUD Ade M Djoen Sintang yang sempat viral di media sosial.
Bawaslu berhasil memintai keterangan dr. Poncoroso terkait foto yang menunjukan dua jari dan topi yang bertulisan #2019GANTIPRESIDEN. Tetapi, Bawaslu Sintang belum mau menjelaskan secara gamblang terkait hasil pemanggilannya terhadap dr. Poncoroso.
“Hasilnya belum bisa dipublikasikan,” kata Koordinator Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Sintang, Ahmad Syabirin, kepada Lensakalbar.com, Rabu (30/1/2019).
Menurutnya, saat ini Bawaslu Sintang masih melakukan investigasi dan mendalami persoalan tiga ASN RSUD Ade M Djoen Sintang itu.
“Semua pihak yang terkait akan kita panggil,” ucapnya.
Besok, Kamis (31/1/2019), Bawaslu kembali melakukan pemanggilan terhadap dua ASN lainya yang merupakan rekan berfotonya dr. Poncoroso.
“Besok, dua-duanya kita panggil, untuk dimintai keterangannya terkait foto yang viral di media sosial tersebut,” kata Syabirin.
Apabila keduanya tidak datang memenuhi panggilan Bawaslu, tegas Syabirin, prosesnya akan tetap berjalan sesuai prosedur Undang-undang yang ada.
“Harusnya mereka datang besok. Kalau pun mereka tidak datang proses akan tetap berlanjut. Dugaan sementara ketiganya melanggar aturan netralitas ASN dalam Pemilu 2019,” tutupnya. (Dex)