Desa Jangan jadi Penonton Proyek Strategis
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Mempawah Erlina menegaskan desa-desa di wilayah penyangga Pelabuhan Kijing tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur strategis nasional.
Penegasan itu disampaikannya saat memimpin apel Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tahun 2026 di Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Kecamatan Sungai Kunyit, Kamis (15/1/2026).
Menurut Bupati Erlina, Hardesnas bukanlah agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan pengakuan negara terhadap peran vital desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Karena itu, Bupati Erlina menilai kemajuan ekonomi nasional tidak akan kokoh tanpa desa yang mandiri dan berdaya saing.
Pemilihan Terminal Kijing sebagai lokasi apel disebutnya sarat makna simbolis. Pelabuhan yang diproyeksikan sebagai gerbang ekonomi masa depan Kalimantan Barat itu berada di wilayah Kabupaten Mempawah dan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Saya ingin kemajuan infrastruktur yang begitu pesat ini berbanding lurus dengan kemandirian desa-desa di Kabupaten Mempawah,” tegas Bupati Erlina.
Bupati Erlina menekankan, desa-desa di sekitar kawasan pelabuhan harus mampu menangkap peluang ekonomi dan terlibat aktif dalam rantai pasok industri. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Kita tidak ingin ekonomi desa jalan di tempat. Jangan hanya terpaku pada proyek fisik dari dana desa. Mulailah berpikir bisnis, hidupkan Bumdes, dan jadikan sebagai mitra strategis pelabuhan,” ujar Bupati Erlina.
Selain itu, Bupati Erlina juga menyoroti sejumlah program prioritas nasional yang memerlukan dukungan penuh dari desa, seperti penguatan koperasi desa (Kopdes), pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), serta ketahanan pangan desa. Ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, sektor swasta seperti PT Pelindo dan PT BAI, serta masyarakat desa menjadi kunci,” kata Bupati Erlina.
Bupati Erlina tak menampik adanya tantangan yang dihadapi desa, khususnya terkait penyesuaian regulasi kebijakan dana desa dari pemerintah pusat. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat kondisi tersebut sebagai peluang menuju kemandirian ekonomi desa yang lebih kuat.
“Ini fase transisi. Mari kita sikapi dengan bijak dan optimistis. Kepala OPD dan camat harus terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Jadikan desa mitra kerja, bukan sekadar objek pembangunan,” pungkas Bupati Erlina. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar