
LensaKalbar – Lantaran menjadi akses utama kontektivitas antar desa di Kecamatan Tempunak. Pemerintah Kabupaten Sintang pun menargetkan jembatan Nanga Tempunak selesai dibangun di tahun anggaran 2019.
Untuk menyelesaikannya, Pemkab Sintang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Feburari 2019 merupakan jadwal dilelangnya pekerjaan tersebut.
Seperti diketahui, Jembatan rangka baja itu mulai dibangun sejak 2016 silam dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp3 miliar. Tapi hanya mampu menyelesaikan abotmen sisi kiri dan kanan jembatan. Di tahun 2017, Pemkab Sintang kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk memasang rangka baja jembatan itu.
“Rp1,5 miliar tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan pengecoran lantai jembatan dan penimbunan tanah yang ada di sekitar jembatan (Oprit). Kami harapkan akan mulai pengerjaan di bulan April ini dan harus selesai secara keseluruhan, sehingga dapat digunakan dan difungsikan oleh masyarakat Kecamatan Tempunak,” ungkap Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Sintang, A’ef Sutardi ketika mendampingi Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau progres pembangunan jembatan Nanga Tempunak, di Desa Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak, Rabu (13/2/2019).
Di tempat yang sama, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengaku bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat penting. Tidak hanya penting untuk pemerintah, tapi begitu penting bagi masyarakat setempat. Sebab jembatan itu merupakan akses utama yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Tempunak ini.
“Jadi, selesainya jembatan ini sangat penting untuk mobilitas warga, menginggat selama ini warga hanya mengunakan jembatan gantung yang menghubungkan desa Tempunak Hilir dan Tempunak Hulu sehingga cukup sulit melakukan aktivitas sehari hari,” ujarnya.
Dengan dibangunanya jembatan beton rangka baja tipe B itu, Bupati Jarot pun mengharapkan wilayah
Tempunak Hilir dan Hulu dapat terkonektivitas. Dampaknya, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari–hari, khususnya dalam hal mobilitas barang.
Olehkarenanya, orang nomor satu di Bumi Senentang itupun memastikan jembatan Nanga Tempunak yang dibangun dengan rangka baja tipe B itu selesai dikerjakan di tahun anggaran 2019.
“Kami sudah bertekad menyelesaikan pembangunan jembatan Nanga Tempunak di tahun 2019 ini,” katanya. (Dex)