Breaking News
light_mode

Bersama Najwa Sihab, Midji Komitmen Tingkatkan Minat Baca Anak Sejak Dini

  • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menghadiri kegiatan Wisata Literasi Nasional bersama Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia) dan Launching 1000 Buku Karya Pelajar dan Guru-guru se-Kalimantan Barat, di Aula Rumah Dinas Gubernur Kalbar, Sabtu (7/9/209).

Kegiatan ini adalah program kerjasama antara Forum Indonesia Menulis dan Perpustakaan Nasional Indonesia dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat Kalimantan Barat.

Gubernur Kalbar mengapresiasi dan mendukung kegiatan Wisata Literasi Nasional ini, agar mendorong masyarakat untuk membaca sejak dini hingga dewasa dan membaca menjadi gaya hidup masyarakat.

“Saya sejak walikota sudah ada wisata literasi, ini wadah untuk mendorong orang agar gemar membaca. Baca itu bagian dari kehidupan seharusnya,” katanya.

Dengan membaca, tambah dia, bisa menambah informasi dan ilmu pengetahuan. “Jadi, satu hari tidak membaca ada yang kurang dalam kehidupan saya. Contoh saya mau turun ke kantor koran belum datang saja, saya rasanya ada yang kurang hari itu. Ketika sampai ke kantor pertama saya cari koran untuk membaca, silahkan tanyakan sama ajudan saya, saya perintah cari koran. Karena saya harus mendapatkan berita cepat,” ujarnya.

Olehkarenanya, kata dia, apabila sudah menjadikan literatur sebagai gaya hidup artinya kebutuhan kita, style kita maka akan bisa sesuaikan dengan apa yang sedang berkembang.

“Ketika saya disuruh sebagai narasumber, saya melengkapi dengan artikel-artikel dengan membaca, supaya ketika menjadi narasumber kita bisa sambung apa yang akan dibicarakan. Saya sarjana hukum tapi saya tidak akan kalah ketika bicara soal teknik, bicara politik, bicara tentang hukum, bicara ekonomi, dan kebiasaan membaca apalagi dengan membaca yang baik maka itu akan jadi modal dengan perkejaan yang rumit dan banyak,” katanya.

Menurutnya, cepat kerjanya otak itu, tergantung dari mana kita asah otaknya. “Kebanyakan orang refeshing dengan berwisata untuk kembali segar kembali, literatur itu bisa juga menjadikan kita fresh dimana saja, kapan saja, tidak perlu pergi jauh-jauh kita bisa kembali fresh,” tegasnya.

Adapun program pemprov Kalbar untuk menarik masyarakat membaca salah satunya indikator desa mandiri yang mana menyiapkam perpustakaan di desa tersebut agar minta baca bisa tumbuh di desa-desa yang ada di Kalbar.

“Kita buat balai desa, posyandu dan tempat publik ada rumah baca. Nah kita lengkapi literaturnya biar anak-anak bisa membaca,” katanya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga akan memiliki pusat sertifikasi keahlian kerja dan perpustakaan digital dalam waktu dekat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi buku itu mudah didapatkan, dan kita telah ada perpustakaan digital dan itu bisa diakses semua karena hak cipta sudah dibayar oleh negara, siapapun boleh melengkapi literatur itu. Kita maunya perbanyak perpustakaan digital, rumah baca dan buku digital lebih murah dan luas serta banyak pilihan, saya berharap semua taman dan ruang publik di kalbar ada rumah baca,” pungkasnya. (Nrt/Humpro)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompak, Warna-warni Baju Adat Meriahkan Hari Jadi Mempawah ke-63

    Kompak, Warna-warni Baju Adat Meriahkan Hari Jadi Mempawah ke-63

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ada pemandangan berbeda di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Mempawah hari ini, Senin (4/7/2022). Ya, tentu saja. Karena khusus hari ini, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah tak lagi berpakaian seragam resmi, melainkan mengenakan busana adat dan budaya dari berbagai khas daerah […]

  • Lembaga Keagamaan Minimalisir Dampak Negatif

    Lembaga Keagamaan Minimalisir Dampak Negatif

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pontianak sebagai sebuah kota yang heterogen dengan masyarakat multikultural, bermacam-macam budaya, suku, bahasa dan agama, menjadi sangat unik dengan keberagamannya. Namun demikian, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai dengan keunikan dan keberagaman itu bisa membawa dampak positif maupun negatif. “Bidang keagamaan sangatlah sensitif. Oleh sebab itu, melalui lembaga-lembaga keagamaan yang ada di […]

  • Program Sedekah Jumat di Sekolah, Tanamkan Jiwa Berbagi Sejak Dini

    Program Sedekah Jumat di Sekolah, Tanamkan Jiwa Berbagi Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak menyalurkan 1.000 peralatan sekolah untuk pelajar SD dan SMP se-Kota Pontianak. Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan infaq siswa dari Program Like Sedekah Jumat di sekolah-sekolah. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Kota Pontianak yang telah menghimpun hasil sedekah ini. Ia […]

  • CSR PLN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pengembangan “Cinta Magrove Park”

    CSR PLN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pengembangan “Cinta Magrove Park”

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Potensi wisata Cinta Mangrove Park di Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh dilirik PT PLN (Persero). Perusahaan plat merah ini menyerahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta untuk pengembangan tempat wisata tersebut, dan memberikan mesin pengolahan kelapa murni (virgin oil) kepada Desa Sungai Bakau Besar Laut. Bantuan CSR itu […]

  • Siapkan Lapangan Pekerjaan Baru

    Siapkan Lapangan Pekerjaan Baru

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Santosa mengatakan masyarakat Kabupaten Sintang, rerata masih mengandalkan pekerjaan yang tidak jelas, seperti pertambangan tanpa izin (PETI) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan mereka tersebut, sering kali berhadapan dengan aparat penegak hukum. Dengan demikian, politisi Partai PKB mengaku prihatin terhadap kurangnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap […]

  • Dulu Hutan, Sekarang Solam Raya Sudah Maju

    Dulu Hutan, Sekarang Solam Raya Sudah Maju

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2017
    • 1Komentar

    LensaKalbar –  Sebelum menjadi wilayah transmigrasi baru pada 1982 atau 35 tahun silam, Desa Solam Raya masih berupa hutan belantara. Tetapi kini sudah ada lapangan sepakbola yang luas, Masjid yang besar dan Gereja yang mulai dibangun. “Patut kita bangga. Ini bukti nyata bahwa masyarakatnya mulai maju,” kata dr. H Jarot Winarno M.Med.Ph, Bupati Sintang, ketika Peringatan […]

expand_less