Breaking News
light_mode

Bantuan yang Tak Tepat Sasaran, Bupati Erlina Akui Banyak Terima Laporan Warganya

  • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina mengaku banyak menerima aduan atau laporan dari warganya terkait penyaluran bantuan beras bagi warga kurang mampu atau miskin yang dinilai belum tepat sasaran.

Karena itu, Bupati Erlina meminta kepada pemerintah desa dan kelurahan untuk mendata kembali dan melakukan evaluasi terhadap warga kurang mampu atau miskin di Kabupaten Mempawah, agar bantuan yang disalurkan pemerintah provinsi itu dapat diterima warga yang betul-betul kurang mampu atau miskin.

“Masalah ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Mempawah, daerah lain juga mengalaminya. Banyak temuan dan laporan tentang penyaluran bantuan beras yang tidak tepat sasaran. Penerimanya justru orang menegah ke atas atau kategori mampu. Tapi, ibu sudah minta kades dan lurah agar mendata kembali warganya yang miskin, sehingga bantuan ini dapat tepat sasaran,” ungkap Bupati Mempawah, Hj Erlina, Selasa (7/4/2020).

Sesuai aturannya, kata Erlina, mestinya evaluasi data penduduk miskin dapat dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Untuk itu, seluruh Camat agar melakukan rapat bersama pemerintah desa dan kelurahan agar data warga kurang mampu atau miskin benar-benar rill, sehingga bantuan untuk warga itu dapat tepat sasarannya.

“Saya ingin data yang masuk rill sesuai kondisi di lapangan,” pintanya.

Walau demikian, Bupati Erlina berpesan agar pemerintah desa dan kelurahan wajib memberikan update data penduduk miskin sesuai kondisi di lapangan. Agar, Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat memantau dan memonitoring tingkat keberhasilan program kerja berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.

“Saya ingatkan aparatur di lapangan agar tidak melakukan permainan data penduduk miskin. Jangan sampai data penduduk miskin ini dimanipulasi hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” cecarnya.

Terkait penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19, Erlina memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah akan melaksanakan instruksi Gubernur Kalbar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin yang tidak masuk dalam DTKS Kementrian Sosial RI.

“Masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan dari Pemprov jangan khawatir. Sebab, Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memberikan bantuan yang sama. Namun, saat ini, kami masih melakukan evaluasi data agar penyaluran bantuan tepat sasaran,” pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kukuhkan TPAKD, Dorong Akses Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi

    Kukuhkan TPAKD, Dorong Akses Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Sel, 20 Okt 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono resmi mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota, Selasa (20/10/2020). Pembentukan TPAKD ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Pontianak nomor 885/Ekon-SDA/2020 tanggal 22 September 2020. Edi menyebut, tujuan dibentuknya TPAKD ini diantaranya mendorong ketersediaan akses keuangan seluas-luasnya […]

  • PKK Pontianak Raih Juara I Lomba Olahan Snack Berbahan Baku Ikan

    PKK Pontianak Raih Juara I Lomba Olahan Snack Berbahan Baku Ikan

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak berhasil meraih juara pertama lomba olahan snack berbahan baku ikan tahun 2022 yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Rabu (25/5/2022). Lomba ini digelar dalam rangka merealisasikan program kerja TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat itu diikuti peserta yang berasal dari perwakilan Pokja 3 PKK […]

  • Miliki Narkoba, Warga Nusapati Diciduk Polres Mempawah

    Miliki Narkoba, Warga Nusapati Diciduk Polres Mempawah

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Seorang pria asal Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Mempawah di Cafe Naura, Jalan Raya Anjungan, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (20/1/2020) pukul 09.30 WIB. SP (25) ditangkap lantaran diduga kuat memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Selain berhasil menangkap SP. Kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah kontrakannya […]

  • Desa Wajok Hilir Pelopor Pengelolaan Dana CSR di Mempawah

    Desa Wajok Hilir Pelopor Pengelolaan Dana CSR di Mempawah

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, menjadi desa pertama di Kabupaten Mempawah yang sukses mengelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) secara transparan dan akuntabel. Hal ini mendapat apresiasi dari Staf Ahli Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Mempawah, Didik Krismanto, yang hadir mewakili Pj Bupati dalam acara Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Dana CSR 2024 di […]

  • Jalan Simpang Lima – Polres Sintang Bakal Ditangani UPJJ

    Jalan Simpang Lima – Polres Sintang Bakal Ditangani UPJJ

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ruas jalan Simpang Lima menuju Simpang Polres Sintang menyandang status  jalan Nasional. Bukan Kabupaten. Artinya, kewenangannya ada di Pemerintah Pusat (Pempus). Kendati demikian, Bupati Sintang, Jarot Winarno sudah memerintahkan jajarannya agar segera ditangani dalam waktu dekat. “Jalan itu masuk ruas jalan Nasional. Tapi saya sudah perintahkan UPJJ untuk menanganinya,” kata Bupati Jarot, Senin […]

  • Sinergitas dan Komitmen Bersama Mampu Atasi Permukiman Kumuh

    Sinergitas dan Komitmen Bersama Mampu Atasi Permukiman Kumuh

    • calendar_month Sel, 9 Agu 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Permasalahan permukiman kumuh sudah menjadi polemik yang harus dihadapi oleh hampir semua kabupaten/kota di Indonesia. Laju penduduk yang sangat pesat merupakan penyebab utama terjadinya pertumbuhan permukiman, dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah, maka terjadi permukiman kumuh. Sebagian besar penghuni permukiman kumuh memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Rendahnya pendapatan akibat dari semakin sulitnya mendapatkan […]

expand_less