Breaking News
light_mode

Bangunan di Pontianak Harus Kantongi SLF

  • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa gedung di Pontianak harus mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).  Perlunya hal tersebut demi keamanan dan keselamatan bagi publik.

“Bangunan itu harus mengantongi SLF, sertifikat itu diterbitkan sebagai bukti bahwa gedung itu layak untuk difungsikan atau digunakan,” ujarnya saat membuka sosialisasi peraturan dan ketentuan tata ruang tentang Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) dan penyelenggaraan SLF di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (17/7/2019).

Edi menyebut, banyak faktor yang harus dipenuhi pemilik bangunan. Misalnya untuk bangunan hotel, harus memiliki perlengkapan untuk pengamanan jika terjadi kebakaran, seperti detektor kebakaran, alarm, tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tangga darurat, sign board atau papan petunjuk, pintu keluar jika dalam keadaan darurat, dan sebagainya.

“Kelayakan konstruksi bangunan, dindingnya, catnya apakah ada zat beracun atau tidak, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Itu semua harus dipenuhi untuk mengantongi sertifikat laik fungsi,” tuturnya.

Menurutnya, sosialisasi tentang peraturan dan ketentuan tata ruang ini penting agar masyarakat maupun pihak-pihak yang bergerak di bidang konstruksi bangunan memahami hal-hal apa saja yang harus dipenuhi untuk mengantongi SLF.

Oleh karena itu dibentuklah TABG, di mana tim ahli itu dibentuk berdasarkan peraturan daerah, peraturan pemerintah dan peraturan menteri untuk menilai bangunan-bangunan yang dianggap perlu ada penilaian kajian tim tersebut.

“Misalnya ada bangunan di atas tujuh lantai, bangunan publik yang luas lantainya tertentu dan spesifik,” ungkap Edi.

TABG itu terdiri dari dinas teknis, para pakar dari akademisi, pakar konstruksi, pakar arsitektur, praktisi atau konsultan. Terkait tata ruang, Edi mengatakan, hal tersebut sesuai dengan aturan zoning, yang mencakup zoning pemukiman, perdagangan, perkantoran dan zoning lainnya.

“Semua itu sudah ada aturannya, baik masalah jaringan, koefisien lantai dasar bangunan, koefisien ketinggian bangunan, GSB dan sebagainya,” pungkasnya. (Nrt/Jim/Humpro)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Binda Kalbar Bergelar Pangeran Nata Yudha

    Kepala Binda Kalbar Bergelar Pangeran Nata Yudha

    • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pada momentum robo-robo 2021, Keraton Amantubillah Mempawah menganugerahkan gelar kekerabatan untuk puluhan orang yang dinilai berkontribusi dan berjasa terhadap kerajaan. Penganugerahan gelar kekerabatan dipimpin langsung Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc, Selasa (5/10/2021) malam di Keraton Mempawah. Mereka yang diberikan gelar kekerabatan mulai dari pejabat pusat, pejabat […]

  • Rakernas Apeksi XVI di Makassar, Edi Sebut Momen Pemda Sampaikan Aspirasi ke Pempus

    Rakernas Apeksi XVI di Makassar, Edi Sebut Momen Pemda Sampaikan Aspirasi ke Pempus

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Seluruh Wali Kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) berkumpul untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi ke XVI di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar mulai tanggal 10 hingga 14 Juli 2023. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono satu diantara yang hadir pada pertemuan yang mengusung tema Kota […]

  • Sintang Bersiap Tinggalkan Ekonomi Ekstraktif

    Sintang Bersiap Tinggalkan Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, sampai saat ini Kabupaten Sintang masih mengandalkan tiga sektor komoditas yang ekstraktif. Namun sudah mulai tumbuh di masyarakat untuk menanam komoditas lain di Kabupaten Sintang. Hal itu diucapkannya saat menerima audiensi Supernova Ecosystem dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang, Selasa (22/6/2021) di Pendopo Bupati Sintang. Adapun […]

  • Infrastruktur Erat Kaitannya dengan Kesejahteraan Rakyat

    Infrastruktur Erat Kaitannya dengan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, sangat penting untuk disegerakan. Bukan hanya untuk kemajuan daerah, tetapi juga erat kaitannya dalam menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalau kita bicara infrastruktur di Sintang, ini kan bicara tentang bagaimana persoalan-persoalan yang menyangkut dengan kesejahteraan rakyat,” ungkap Anggota DPRD Sintang, Kusnadi, Rabu (9/5). Menurut Kusnadi, infrastruktur jalan di […]

  • Sungai Pinyuh Juara Umum MTQ XXX

    Sungai Pinyuh Juara Umum MTQ XXX

    • calendar_month Rab, 25 Okt 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kecamatan Sungai Pinyuh tampil sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX tingkat Kabupaten Mempawah 2017, Selasa (24/10) malam. MTQ tingkat Kabupaten Mempawah itu pun ditutup secara resmi oleh, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, yang dipusatkan di Kompleks Pondok Pesantren Darussalam Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. Dengan meraih nilai total 83, Kafilah Kecamatan […]

  • Kapolres Minta Aman Nusa II Fokus Tekan Penyebaran Covid-19
    OPD

    Kapolres Minta Aman Nusa II Fokus Tekan Penyebaran Covid-19

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak menekankan pentingnya penanganan kasus Covid-19 dan antisipasi bencana alam serta dampaknya di Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan saat menggelar apel pagi di halaman Mapolres Sintang, Rabu (17/3/2021). Ia mengingatkan kepada seluruh personel yang tergabung dalam Ops Aman Nusa II, agar lebih intensif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat […]

expand_less