Breaking News
light_mode

Baru 33 Desa Tersentuh Infrastruktur Internet

  • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Setakat ini, ada 118 desa tercatat di Kabupaten Kubu Raya. Yang baru menikmati infrastruktur internet ada 33 desa. Itupun masuk dalam wilayah sulit untuk dijangkau dalam penyediaan inftastruktur internet desa.

Padahal, ketersediaan layanan telekomunikasi tidak hanya bermanfaat secara personal bagi perorangan. Bahkan mampu memberikan kemudahan bagi pemerintah desa dalam penyediaan layanan kepemerintahan. Terutama dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.

Apalagi, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan sangat komit mendorong digitalisasi pemerintah desa melalui pengaplikasian berbagai sistem dalam menunjang pelaksanaan pemerintahan desa dan penyediaan layanan publik.

Ihwal tersebut terungkap saat Sekertaris Daerah (Sekda) Kubu Raya, Yusran Anizam membuka kegiatan Semiloka Penguatan Peran Bumdes dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di Perdesaan, Selasa (6/8/2019), di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut Yuzran, ada beberapa kendala yang menyebabkannya. salah satunya adalah kondisi geografis Kubu Raya yang mayoritasnya adalah daerah pesisir ditambah lagi akses infrastruktur cukup sulit.

“Kondisi itu menyebabkan adanya kesenjangan digital yang cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh sektor privat,” ungkap Yusran.

Kendati demikian, kata Yusran, pemerataan infrastruktur telekomunikasi seluler dan internet menjadi bagian dari fokus pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak atas informasi melalui akses telekomunikasi agar dapat dinikmati seluruh masyarakat.

“Layanan tekonologi informasi mampu membuka keterisoliran daerah, mempercepat akses informasi, dan mengembangkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Olehkarenanya, Yusran meminta agar pemerintah desa peka terhadap kondisi yang ada saat ini. Sebab dengan adanya kendala dalam pemenuhan infrastruktur telekomunikasi dan informatika di perdesaan. Seharusnya menjadi potensi usaha yang bisa dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Mengingat layanan internet kini telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. “Pemanfaatannya bisa dikelola oleh Bumdes melalui unit usaha penyediaan layanan internet untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Hingga saat ini, ungkap Yusran, telah terbentuk 49 BUMDes dan beberapa di antaranya menunjukkan tren perkembangan yang positif. Kemajuan itu ditandai dengan berkembangnya usaha dan pendapatan dari pengelolaan usaha BUMDes. Karena itu, penyediaan akses internet dan seluler bisa menjadi potensi pengembangan usaha BUMDes ke depannya.

“Layanan internet dan seluler juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, dan banyak aspek lainnya,” pungkasnya. (Humpro)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stand Berbentuk Masjid Diharapkan jadi Juara Terbaik MTQ ke-XXX Kalbar

    Stand Berbentuk Masjid Diharapkan jadi Juara Terbaik MTQ ke-XXX Kalbar

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Stand Pameran berbentuk bangunan Masjid milik Kabupaten Mempawah mendapat apresiasi langsung dari Bupati Mempawah, Hj Erlina dan Wakil Gubernur Kalbar, H Ria Norsan. Dimana, stand pameran tersebut didirikan dalam rangka memeriahkan pelaksanaan MTQ ke-XXX Provinsi Kalbar yang digelar di Komplek Stadion Panglima Tantemak Ketapang. Orang nomor satu di kabupaten yang berjuluk “Bumi Galaherang” […]

  • WNI Asal Mempawah Dikabarkan Jalani Karantina di Natuna, Ini Penjelasan Orangtuanya…

    WNI Asal Mempawah Dikabarkan Jalani Karantina di Natuna, Ini Penjelasan Orangtuanya…

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Beredar kabar seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat menjalani masa karantina di Natuna pasca pulang dari Wuhan, China beberapa waktu lalu. Ihwal tersebut dibenarkan Ngatmo. Dimana, kata dia, anaknya sedang menjalani pendidikan di Hubei Politeknik. “Anak saya sekolah di Hubei Politeknik mengambil program MBBS, kalau disini fakultas kedokteran. […]

  • Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan, Mbah Mirah Butuh Bantuan dan Perhatian Pemerintah

    Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan, Mbah Mirah Butuh Bantuan dan Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Mbah Mirah, seorang nenek berusia 60 tahun, warga RT 03/RW 01 Gang Sejahtera, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang ini hidup sebatang kara dan tinggal di rumah tak layak huni. Mirisnya lagi, saat ini kondisi Mbah Mirah sedang sakit-sakitan (diabetes) dan butuh bantuan. Sementara itu, saat sejumlah awak media menyambangi kediaman […]

  • Tertibkan Gepeng, Dinsos Sintang Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

    Tertibkan Gepeng, Dinsos Sintang Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

    • calendar_month Rab, 30 Jan 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dinas Sosial berencana akan melakukan penertiban terhadap pengamen, gelandangan dan pengemis, anak punk serta orang gila. Hanya saja, tidak dalam waktu dekat ini. “Rencana sih ada. Tapi blum dalam waktu dekat ini. Kita perlu rapat dan musyawarah dulu dengan instansi terkait,” kata Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosis (Dinsos) […]

  • Gencarkan Anti Hoaks Sampai ke Desa

    Gencarkan Anti Hoaks Sampai ke Desa

    • calendar_month Rab, 25 Apr 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Informasi bohong (hoaks) yang mudah tersebar di Media Sosial (Medsos) menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Gerakan Anti Hoaks pun digencarkan hingga ke tingkat desa melalui peran Bhabinkamtibmas. “Wilayah Tebelian terbagi atas 26 desa. Kami sosialisasi ke semuanya. Setiap hari kami kampanyekan gerakan anti hoaks,” kata Kapolsek Tebelian, Iptu Siko, Rabu (25/4). Sasaran utamanya, […]

  • Pemekaran Kecamatan Perbatasan Tunggu Restu Mendagri

    Pemekaran Kecamatan Perbatasan Tunggu Restu Mendagri

    • calendar_month Kam, 24 Mei 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wacana pembentukan kecamatan baru di daerah perbatasan negara Indonesia-Malaysia, mendekati kenyataan. Segala persyaratan sudah terpenuhi, tinggal menunggu restu Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Termasuk syarat kelengkapan administrasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi untuk membentuk kecamatan baru di perbatasan yang sudah sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007. Telah terpenuhi semua,” kata Anggota DPRD […]

expand_less