Breaking News
light_mode

Sekda Kartiyus Ancam Coret Tambahan APBD Perubahan 2026

  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, melontarkan peringatan keras kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD yang hingga 1 Juli 2026 gagal mencapai minimal 50 persen realisasi anggaran dipastikan tidak akan mendapat tambahan anggaran pada APBD Perubahan Tahun 2026.

Ancaman tersebut disampaikan Sekda Kartiyus selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sintang saat acara pisah sambut pejabat di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Kamis (15/1/2026), di Hall Kantor Bupati Sintang.

“Ingat itu. Saat membuat prognosis semester kedua, realisasi anggaran semester pertama wajib sudah minimal 50 persen. Kalau baru 30–40 persen, mohon maaf, tidak bisa mendapat anggaran tambahan,” tegas Sekda Kartiyus.

Sekda Kartiyus menegaskan, kelonggaran hanya diberikan bagi OPD yang memiliki porsi belanja fisik besar yang memang terealisasi di semester kedua. Namun bagi OPD dengan dominasi belanja rutin, target 50 persen dinilai mutlak dan realistis.

“Belanja rutin seharusnya mampu 50 persen. Ini supaya tidak terulang lagi serapan anggaran yang tidak maksimal seperti tahun 2025, yang menurut catatan saya paling rendah dibanding 2024,” ujar Sekda Kartiyus.

Sekda Kartiyus menyebut, secara historis serapan anggaran Pemkab Sintang seharusnya mampu menembus di atas 90 persen, namun capaian tersebut gagal diraih pada tahun anggaran lalu.

Tekanan terhadap OPD semakin besar mengingat kondisi fiskal daerah yang kian terbatas. Pada tahun 2026, anggaran daerah disebut dipangkas hingga Rp388 miliar, membuat ruang gerak OPD semakin sempit.

“Anggaran OPD sekarang kecil. Harusnya justru mampu menyerap lebih besar. Kalau realisasi tinggi dan kita anggap dananya kurang, Kementerian Keuangan bisa memberi tambahan anggaran ke Pemkab Sintang,” jelas Sekda Kartiyus.

Menurut Sekda Kartiyus, kunci percepatan realisasi keuangan terletak pada percepatan belanja pembangunan yang sudah ditetapkan dalam APBD 2026, bukan menunda-nunda pelaksanaan kegiatan.

Olehkarenanya, Sekda Kartiyus meminta seluruh OPD tetap menjaga semangat dan kinerja guna mendukung kepemimpinan daerah.

“Tetap semangat bekerja untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati Sintang mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sintang,” pungkas Sekda Kartiyus. (Kominfo/LK1)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Tetapkan HET Elpiji 3 Kg

    Pemkab Tetapkan HET Elpiji 3 Kg

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya resmi menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji tiga kilogram. Penetapan itu tertuang dalam salinan Keputusan Bupati Kubu Raya Nomor 556/DKUMPP/2019 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung Tiga Kilogram pada Tingkat Pangkalan untuk Radius di Dalam dan di Atas Enam Puluh Kilometer dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji. HET […]

  • Edi Motivasi Siswa Lewat Program Kemenkeu Mengajar

    Edi Motivasi Siswa Lewat Program Kemenkeu Mengajar

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Program Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mengajar yang digagas oleh Kemenkeu RI sudah berjalan untuk ketujuh kalinya. Tahun 2022 ini, Kemenkeu Mengajar di Kota Pontianak digelar di SDN 34 Pontianak Kota. Kemenkeu Mengajar merupakan sebuah program kegiatan mengajar selama satu hari di sekolah-sekolah oleh para relawan dari Kemenkeu. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara […]

  • Ditanya Soal Tuntutan ASAP dan DAD, Kejari Sintang <i>‘No Comment’</i>

    Ditanya Soal Tuntutan ASAP dan DAD, Kejari Sintang ‘No Comment’

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Imran terkesan “bungkam” saat ditanya sejumlah awak media terkait tuntutan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) dan Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang agar proses hukum terhadap 6 terdakwa karhutla dapat di vonis bebas tanpa syarat oleh aparat penegak hukum. Imran lebih memilih kata “No Comment” ketimbang merespon beberapa poin tuntutan […]

  • Dampak Inflasi Kenaikan BBM, Bupati Erlina Turun ke Pasar Pantau Stok dan Harga Bapokting

    Dampak Inflasi Kenaikan BBM, Bupati Erlina Turun ke Pasar Pantau Stok dan Harga Bapokting

    • calendar_month Sen, 12 Sep 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina turun langsung dalam pemantauan kondisi harga dan stok bahan kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) guna mengantisipasi dampak inflasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemantauan harga dan stok Bapokting ini dilakukan di sejumlah pasar tradisional dan agen. Seperti di Pasar Sebukit Rama Mempawah, Toko Cahaya Masa, Toko Sungai Mas, Toko […]

  • Mempawah Penyumbang Kafilah MTQ Terbanyak di Kalbar

    Mempawah Penyumbang Kafilah MTQ Terbanyak di Kalbar

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kabupaten Mempawah dinilai banyak melahirkan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ berprestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Hal ini dibuktikan dengan tiga kalinya kabupaten yang berjuluk “Bumi Galaherang” ini menjadi juara umum pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalbar. “Mempawah ini merupakan daerah penyumbang kafilah berprestasi dan  terbanyak bagi kontingen Kalimantan Barat. […]

  • DPRD Pontianak Usulkan Tiga Raperda Inisiatif

    DPRD Pontianak Usulkan Tiga Raperda Inisiatif

    • calendar_month Sel, 16 Nov 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – DPRD Kota Pontianak menginisiasi usulan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Usulan ketiga Raperda itu adalah Raperda tentang pengelolaan zakat, Raperda tentang pengembangan ekonomi kreatif dan Raperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika. Terkait usulan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif (ekraf), Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono […]

expand_less