Breaking News
light_mode
OPD

Tanpa PLBN, Perbatasan Sintang Rawan Perdagangan Ilegal dan TPPO

  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sintang, Zulkarnaen, menegaskan bahwa pembangunan pintu masuk resmi atau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik di wilayah perbatasan merupakan kewajiban negara.

Hal ini, menurutnya, penting untuk memperbaiki akses masyarakat, meningkatkan pengawasan, serta meminimalisir praktik perdagangan ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Zulkarnaen mengatakan bahwa saat ini sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Kabupaten Sintang lebih memilih berbelanja ke Malaysia melalui jalur-jalur tidak resmi atau yang dikenal dengan sebutan “jalur tikus”.

“Mengapa mereka tidak belanja di Sintang? Karena jaraknya jauh dan kondisi infrastruktur yang belum memadai. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” ungkap Zulkarnaen saat ditemui Lensakalbar.co.id do ruang kerjanya, Senin (26/5/2025).

Menurut Zulkarnaen, masalah ini bukan lagi soal kelayakan, melainkan sudah menjadi kewajiban negara. Ia menekankan bahwa keberadaan pintu masuk resmi atau PLBN di wilayah perbatasan sangat penting sebagai bentuk hadirnya negara dalam melindungi dan memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

“Negara ini wajib membangun pintu-pintu perbatasan. Dalam Instruksi Presiden (Inpres), sebenarnya ada lima titik pintu masuk perbatasan atau PLBN di Kalimantan Barat, dan yang belum terbangun hanya di Kabupaten Sintang,” jelas Zulkarnaen.

Zulkarnaen menambahkan bahwa selain memperpendek akses ekonomi warga, keberadaan pintu perbatasan resmi juga akan berdampak langsung terhadap peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas barang dan orang. Hal ini akan membantu menekan masuknya barang-barang ilegal dari luar negeri dan meminimalisir praktik TPPO yang kerap terjadi di jalur tidak resmi.

Olehkarenanya, Zulkarnaen berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur perbatasan di Sintang, agar masyarakat perbatasan bisa merasakan kehadiran negara secara nyata.

“Kalau tidak segera dibangun, maka masyarakat akan terus bergantung pada akses ke Malaysia lewat jalur tak resmi. Ini jelas membahayakan dan berisiko tinggi,” ujar Zulkarnaen.

Sebagai informasi, Kabupaten Sintang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. Beberapa kecamatan di kawasan perbatasan seperti Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah merupakan daerah yang sering kali dilalui masyarakat untuk keperluan ekonomi ke negeri jiran. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam Pohon Berkonsep Tematik

    Tanam Pohon Berkonsep Tematik

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbnar – Menanam pohon selain memberi manfaat bagi kehidupan, juga menciptakan lingkungan menjadi lebih asri dan terlihat indah. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sudah saatnya menanam pohon dengan konsep tematik disesuaikan lingkungan atau kawasan yang ditanami pohon. Seperti beberapa pohon yang sudah ditanam di Kota Pontianak jenis tabebuya, tekoma dan lain sebagainya. “Konsep-konsep […]

  • Jarot Buktikan Membangun dari Pinggiran

    Jarot Buktikan Membangun dari Pinggiran

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Membangun daerah dari pinggiran merupakan salah satu dari enam penggerak pembangunan (prime over) Kabupaten Sintang. Salah satu buktinya, pembangunan Kantor Camat Ketungau Tengah yang baru saja diresmikan. “Dengan kantor baru ini diharapkan menjadi motivasi bagi pegawai kecamatan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata dr. Jarot Winarno M.Med.Ph, Bupati Sintang usai meresmikan […]

  • Jaga dan Rawat Mangrove di Kawasan Pesisir

    Jaga dan Rawat Mangrove di Kawasan Pesisir

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Mendukung program rehabilitasi mangrove yang ada di Kabupaten Mempawah, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di Mangrove Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa ( 30/11/2021). Maria Lestari anggota Komisi IV DPR-RI mengatakan, pihaknya mendukung program rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan selama ini, karena penanaman mangrove merupakan salah satu upaya mengatasi abrasi […]

  • Tak Kenakan Masker, Warga Pontianak Langsung di Swab

    Tak Kenakan Masker, Warga Pontianak Langsung di Swab

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak gencar melakukan razia penggunaan masker di titik-titik keramaian. Tak terkecuali di pasar-pasar tradisional. Beberapa warga yang tidak mengenakan masker di Pasar Flamboyan, terjaring razia dan langsung dilakukan uji swab, Minggu (2/8/2020). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut memantau kegiatan razia masker dan uji swab di Pasar Flamboyan. Edi […]

  • Mempawah Fokus Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

    Mempawah Fokus Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina menghadiri Sidang Paripurna Penyampaian Laporan Reses Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Tahun 2024, Senin (4/3/2024). Pada kesempatan tersebut, Bupati Erlina mengatakan penyampaian laporan reses tahun 2024 ini merupakan salah satu langkah dan komitmen yang tinggi dalam rangka mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta salah satu tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah […]

  • Maria Tini Minta Pemerintah Bangun Puskesmaa di Kubu Berangan
    OPD

    Maria Tini Minta Pemerintah Bangun Puskesmaa di Kubu Berangan

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Desa Kubu Berangan mengungkapkan bahwa desa yang dipimpinnya ini masih banyak mengalami kekurangan, terutama dari sisi pembangunan. “Di desa kami sangat banyak pembangunan yang kurang, terutama tempat pelayanan kesehatan atau puskesmas itu belum ada di desa,” ungkap Kepala Desa Kubu Berangan, Senin (14/10/2024). Menurut Kades Kubu Berangan, masyarakatnya saat ini begitu mendambakan […]

expand_less