Breaking News
light_mode
OPD

Komitmen Selesaikan Batas Wilayah

  • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Camat Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Karjito, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan batas wilayah di daerah kepemimpinannya. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah menghadiri kegiatan Penandatangan Berita Acara Penegasan Batas Kelurahan se Kecamatan Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada tanggal 14 November 2023.

Karjito menjelaskan bahwa Kecamatan Sungai Tebelian memiliki batas langsung dengan Kecamatan Sintang, dan terdapat beberapa desa di kedua kecamatan tersebut yang belum menyelesaikan permasalahan batas wilayahnya.

“Terkait dengan batas wilayah ada beberapa batas desanya yang belum ada kesepakatan, tapi sudah ada titik temunya antara Kecamatan Sintang dengan Kecamatan Sungai Tebelian, terutama di desa Balai Agung,” ungkap Karjit.

Pada hari tersebut, ia menginformasikan bahwa telah tercapai kesepakatan bersama yang ditandatangani terkait penegasan batas wilayah. “Mudah-mudahan ini semua lancar,” tambahnya.

Selain itu, terdapat desa di Kecamatan Sungai Tebelian yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. Masalah batas desa ini juga masih perlu penyelesaian.

“Itu juga masih ada kendala, termasuk di desa kami, yaitu Desa Baya Betung,” ungkap Karjito.

Ia menjelaskan bahwa banyak faktor yang menyebabkan permasalahan batas wilayah ini belum terselesaikan, salah satunya adalah faktor masyarakat. Karjito menekankan bahwa dari sisi pemerintahan, penyelesaian seharusnya tidak sulit. Namun, pendekatan kepada masyarakat diperlukan.

“Kami memberikan pemahaman tentang mindset yang baik bahwa batas desa ini memang harus diselesaikan dengan baik untuk mensukseskan harapan pemerintah,” ujar Karjito.

Permasalahan batas yang belum terselesaikan dapat menghambat kebijakan pemerintah di masa mendatang, seperti pemekaran wilayah. “Pemekaran itu dilandasi dengan batas-batas desa yang sudah clear,” tambahnya.

Karjito menyatakan optimisme bahwa penyelesaian dan penegasan batas-batas desa dapat dilakukan dengan efisien, memungkinkan kelancaran pembangunan dan kebijakan pemerintah di masa depan.

“Saat ini masih ada penyelesaian dan penegasan batas-batas desa. Kalau antar Kecamatan, kami hanya ada dua, yaitu Kecamatan Tempunak dan Kecamatan Sintang. Nah, itu saya rasa tidak terlalu lama dan tidak terlalu sulit,” ungkap Karjito. (RILIS KOMINFO SINTANG/LK1)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETI Marak di Sintang, Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

    PETI Marak di Sintang, Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2017
    • 1Komentar

    LensaKalbar – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya merkuri kerap menghantui masyarakat di bantaran sungai Kapuas dan Melawi. Sudah saatnya aparat keamanan bertindak tegas. Meski hidup di bantaran sungai Kapuas, masyarakat Jalan Masukan Laut, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang sangat menikmati kehidupan mereka. Setidaknya […]

  • Tingkatkan Capaian Pencatatan Kematian
    OPD

    Tingkatkan Capaian Pencatatan Kematian

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tingkatkan Capaian Pencatatan KematianDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang terus bekerja meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau melaporkan kematian keluarganya untuk mendapatkan akta kematian supaya bisa dihapus datanya dari sistem kependudukan. Hal tersebut disampaikan oleh Sari Fipriyanti Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang yang menyampaikan […]

  • Wow, Ada Perusahaan yang Beroperasional di Sintang Tak Kantongi HGU

    Wow, Ada Perusahaan yang Beroperasional di Sintang Tak Kantongi HGU

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengingatkan tiap perusahaan kelapa sawit yang beroperasional di Kabupaten Sintang wajib mengurus Hak Guna Usaha (HGU). Tujuannya, kata Nikodemus, untuk mengatasi masalah konflik hutan dan dampak lingkungan yang sering dikaitkan dengan industri kelapa sawit. “Jadi, salah satu permasalahan yang paling sering dihadapi dalam industri […]

  • 6 Terdakwa Karhutla Harus Dibebaskan!

    6 Terdakwa Karhutla Harus Dibebaskan!

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ribuan masyarakat adat Dayak menuntut Pengadilan Negeri Sintang agar membebaskan 6 terdakwa karhutla yang diproses hukum. Lantaran ke 6 terdakwa adalah “Peladang Bukanlah Penjahat”. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward meminta pemerintah dan aparat hukum, terutama Pengadilan Negeri Sintang untuk memperjuangkan nasib 6 terdakwa karhutla yang diproses hukum. “Mereka adalah […]

  • Satu Hari, Satpol PP dan Damkar Sintang Tangani 4 Titik Karhutla

    Satu Hari, Satpol PP dan Damkar Sintang Tangani 4 Titik Karhutla

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di empat titik di Kabupaten Sintang. Ratusan petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman api, Selasa (16/7/2019). Empat titik Karhutla itu terjadi di dua kecamatan seperti Kecamatan Sintang dan Tebelian.  Khusus di Kecamatan Sintang tercatat tiga lokasi yakni, Akcaya I, belakang Puskesmas Dara Juanti, dan Sei Sawak. Sementara di Kecamatan […]

  • Berharap Sintang Bebas dari Karhutla

    Berharap Sintang Bebas dari Karhutla

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Memasuki musim kemarau, Kabupaten Sintang diharapkan terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebab dampak yang ditimbulkan sangat luas. Bahkan dapat merugikan semua lini. “Kita harap 2019 ini, Sintang terbebas dari Karhutla,” ujar Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward, belum lama ini. Menurut Jeffray, perhatian Pemerintah Pusat (Pempus) terhadap bencana Karhutla terus dilakukan. […]

expand_less