Breaking News
light_mode

Minta Pempus Kaji Ulang Kebijakan Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi

  • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Berbagai pro kontra soal pembelian BBM Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina, kini menjadi sorotan banyak kalangan, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mainar Puspa Sari.

Sejak dimunculkan kebijakan ini, dominan masyarakat gelisah, khususnya Kabupaten Sintang, banyak yang tidak setuju.

Wakil rakyat di Bumi Senentang ini juga menanggapi ihwal ini. Justru legislator mempertanyakan, apakah pemerintah sudah siap menjalankan kebijakan ini?.

Mulai dari ketersediaan SDM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sinyal internet, pengawasan yang ketat dan hal penting lainnya. Tentunya kebijakan ini harus di evaluasi lagi, karena tidak semua daerah memiliki infrastruktur yang memadai dan mendukung untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Contohnya di Kabupaten Sintang ini, kata Mainar Puspa Sari, masih banyak infrastruktur yang belum memadai.

“Kalau dalam kota, ok ya, jaringan internetnya mungkin mendukung. Tapi yang jadi persoalan adalah wilayah pedalaman apakah mereka juga harus mengaplikasikan kebijakan ini, sementara tempat mereka kondisi infrastrukturnya belum memadai atau tidak mendukung,” ungkap Mainar Puspa Sari,  Sabtu (2/7/2022).

Olehkarenanya, Mainar Puspa Sari meminta Pemerintah Pusat (Pempus) agar mengkaji ulang atau melakukan evaluasi terkait kebijakan dalam pembelian BBM Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi Mypertamina ini.

“Saya kira pemerintah pusat perlu mengkaji ulang atau mengevaluasi bagi daerah-daerah  yang minim jaringan internet dan insfrastruktur lainnya, sebelum kebijakan ini diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di kabupaten ini,” kata Mainar Puspa Sari berharap.

Meskipun, lanjut Mainar Puspa Sari, Provinsi Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sintang belum masuk ujicoba penerapan aplikasi MyPertamina yang diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2022. Hanya lima provinsi yang diberlakukan tahap awal, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Semoga ada solusi dari pemerintah pusat terkait daerah-daerah yang minim infrastruktur, seperti di Kabupaten Sintang ini,” pungkas Mainar Puspa Sari, wakil rakyat dari Dapil Sintang 1. (Dex) 

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erlina Lantik 34 Pejabat Administrator dan 46 Pejabat Pengawas

    Erlina Lantik 34 Pejabat Administrator dan 46 Pejabat Pengawas

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Erlina melantik 34 pejabat administrator dan 46 pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Selasa (5/3/2024). Bupati Erlina berkata, pelantikan pejabat admistrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah merupakan upaya pengisian jabatan yang lowong, selain itu juga dilakukan mutasi dan rotasi sebagai […]

  • Berharap 1.523 Wisudawan Rebut Peluang Kerja

    Berharap 1.523 Wisudawan Rebut Peluang Kerja

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – 1.523 mahasiswa/mahasiswi Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi dan Pascasarjana Universitas Tanjungpura Periode III Tahun Akademik 2018/2019 yang baru lulus, diharapkan dapat membaca peluang dan merebut peluang kerja yang ada. Pasalnya, Provinsi Kalbar sedang melakukan pertumbuhan pembangunan dan investasi secara merata di setiap daerah. “Sekarang dari aspek apapun Kalbar sedang melakukan kenaikan pertumbuhan pembangunan dan […]

  • 160 BUMDes di Sintang Tak Berkembang
    OPD

    160 BUMDes di Sintang Tak Berkembang

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebanyak 170 Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dinilai tak berkembang dengan baik atau terseok-seok. Dari 170 BUMDes di Kabupaten Sintang ini, ada 10 BUMDes yang berkembang dengan baik. “Ada yang berhasil seperti di daerah binjai itu, banyak berhasil. Rata-rata BUMDes mereka bergerak di bidang alat pertanian, perkebunan sawit dan lainnya,” kata Kepala […]

  • Meski Sah Secara Agama, Masyarakat Non-Muslim Wajib Miliki Akta Pernikahan

    Meski Sah Secara Agama, Masyarakat Non-Muslim Wajib Miliki Akta Pernikahan

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setelah resmi menikah secara agama, hendaknya semua pasangan suami istri segera mengurus akta perkawinan di catatan sipil. Agar pernikahan diakui oleh negara dan sah secara hukum, pasangan suami istri harus melakukan pencatatan pernikahan demi mendapatkan akta perkawinan. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1946 tentang Pencatatan Pernikahan, Talak dan […]

  • Sekda Ismail Sambut Juara PAI Fair Kalbar 2025, Siap Kawal ke Ajang Nasional

    Sekda Ismail Sambut Juara PAI Fair Kalbar 2025, Siap Kawal ke Ajang Nasional

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menerima kunjungan putra-putri daerah berprestasi yang menjadi juara pada PAI Fair Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2025. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekda Mempawah, Senin (17/11/2025), dan menjadi momentum penting sebelum mereka bertolak mengikuti PAI Fair Nasional di Jakarta pada 30 November–3 Desember 2025. Para peserta asal Mempawah […]

  • Dewan Apresiasi Langkah Pemerintah Tekan Kemiskinan Ekstrem

    Dewan Apresiasi Langkah Pemerintah Tekan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Kam, 9 Nov 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini fokus pada penyusunan rencana aksi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem Kabupaten Sintang periode 2023-2026. “Penurunan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut memerlukan program pemberdayaan dan pelatihan ekonomi bagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem,” kata Hikman Sudirman […]

expand_less