Breaking News
light_mode

Listrik di Desa Anggah Jaya Sering Biarpet, Welbertus Minta PLN Segera Perbaiki!

  • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Masyarakat Desa Anggah Jaya, Kecamatan Sintang mengeluhkan kondisi jaringan listrik milik PLN yang sering kali terjadi biarpet atau listrik yang tidak stabil, kadang hidup dan mati.

Tentunya ini berdampak pada kerusakan alat-alat elektronik masyarakat setempat. Hal ini diungkapkan Welbertus, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang ketika menggelar masa reses persidangan kedua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Tahun 2022 di Desa Anggah Jaya, Jumat (24/6/2022).

“Khusus masyarakat di Desa Anggah Jaya ini mereka mengeluhkan voltase dari PLN yang sungguh rendah dan jaringan listrik sering kali biarpet, kadang mati hidup. Tentunya masyarakat dirugikan dalam hal ini, terutama alat-alat elektronik yang mengalami kerusakan,” ungkap Welbertus.

Welbertus mengklaim persoalan masyarakat di Desa Anggah Jaya ini sudah disampaikannya kepada PLN, agar secepat mungkin dicarikan solusinya.

“Ya, kita sudah minta agar kondisi jaringan listrik di Desa Anggah Jaya ini diperbaiki, kasian masyarakat kita, karena banyak alat elektronik mereka mengalami kerusakan akibat jaringan listrik yang kerap biarpet,” kata Welbertus.

Dampak terbuknya dari biarpet ini, sambung Welbertus, bisa menyebabkan terjadi konsleting listrik yang mana dapat menyebabkan peristiwa kebakaran. “Mudah-mudahan ini tidak terjadi,” kata Welbertus

Kendati demikian, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini memastikan
semua aspirasi masyarakat Desa Anggah Jaya yang telah disampaikan akan ditampungnya.

“Aspirasi masyarakat di desa ini akan kita catat, terus kita masukan ke dalam laporan hasil reses yang kemudian akan di jadikan bahan pokok-pokok pikiran DPRD untuk kita perjuangan agar terealisasi sesuai harapan warga,” tuturnya.

Kata Welbertus, pihaknya berkomitmen untuk menampung dan melaporkan aspirasi dari masyarakat ini pada masa persidangan paripurna nantinya. “Sehingga aspirasi yang disampaikan masyarakat ini mendapat perhatian dari semua pihak,” pungkas Welbertus, wakil rakyat dari Dapil Sintang 1 ini. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ingin Ganggu Arus Lalin, Wabup Ingatkan OPD Terkait Tata Rapi Pasar Juadah Ramadan

    Tak Ingin Ganggu Arus Lalin, Wabup Ingatkan OPD Terkait Tata Rapi Pasar Juadah Ramadan

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi minta kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat melalukan persiapan terkait titik lokasi Pasar Juadah menjelang Bulan Suci Ramadan 1444 H. Perihal ini penting untuk dilakukan, sebab Wabup Pagi tak ingin terjadinya gangguan arus lalu lintas selama Ramadan. “Lakukan penataan pasar juadah agar aktifitas jual beli […]

  • DPRD Minta Kasus Rabies Ditangani dengan Serius

    DPRD Minta Kasus Rabies Ditangani dengan Serius

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Meningkatnya kasus rabies di Kabupaten Sintang mendapat sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus. Ia mengaku prihatin dengan situasi semakin meningkatnya kasus rabies ini. “Sebab itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan terukur dengan melibatkan semua stakeholder agar kasus ini dapat dikendalikan,” ujar Welbertus ketika dihubungi Lensakalbar.co.id, Jumat (7/9/2022). Langkah-langkah yang dimaksud […]

  • Bebas Murni? Ketua PN: Ada Proses yang Harus Dimusyawarahkan

    Bebas Murni? Ketua PN: Ada Proses yang Harus Dimusyawarahkan

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Massa menuntut agar 6 terdakwa karhutla dibebaskan murni dari status hukum yang menjeratnya. Pengadilan diharapkan bijak dalam mengambil sikap terkait soal tuntutan massa tersebut. Mengingat berladang menurut massa adalah sebuah tradisi dan kearifan lokal yang sudah dilakukan turun-menurun sejak zaman nenek moyang terdahulu. Massa kembali mengingatkan penegak hukum bahwasanya “Peladang Bukanlah Penjahat”. Kata […]

  • Anak Punk Mulai Berkurang, Dinsos Fokus Penanganan Lewat Asesmen dan Pemulangan ke Keluaraga
    OPD

    Anak Punk Mulai Berkurang, Dinsos Fokus Penanganan Lewat Asesmen dan Pemulangan ke Keluaraga

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sintang, Ulidal Muhtar, mengungkapkan bahwa keberadaan anak punk di wilayah Sintang saat ini mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, masih terdapat beberapa kasus yang memerlukan penanganan dari pihak dinas. Mayoritas dari anak-anak tersebut, menurut Ulidal, telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing setelah melalui proses asesmen. “Anak punk di Sintang sudah […]

  • Senen Maryono Sampaikan Duka Cita Mendalam Atpas Wafatnya Mantan Camat Kayan Hilir

    Senen Maryono Sampaikan Duka Cita Mendalam Atpas Wafatnya Mantan Camat Kayan Hilir

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Mantan Camat Kayan Hilir, M. Nafiah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dinRSUD Ade M Djoen Sintang, Jumat (10/11/2023. M . Nafiah menghembuskan nafas terakhirnya di usia 58 tahun. Almarhum telah melayani Kabupaten Sintang sejak tahun 2011 hingga 2023. Sosok almarhum dihormati dan dicintai oleh masyarakat, sehingga kepergiannya menjadi pukulan berat […]

  • Batasi Penggunaan Smartphone Pada Anak

    Batasi Penggunaan Smartphone Pada Anak

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rskyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengingatkan kepada orang tua agar membatasi anaknya mengunakan Smartphone atau HP. Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), smartphone selain memiliki banyak mamfaat juga ada mudarat yang di timbulkan jika salah dipergunakan oleh anak. “Saat ini sudah memasuki dunia digital dan segalanya bisa diakses […]

expand_less