Breaking News
light_mode

Pohon “Tekoma” Viral di Pontianak

  • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Pohon tekoma atau tabebuya dengan bunganya berwarna merah muda menghiasi beberapa ruas jalan di Kota Pontianak. Pepohonan ini kian mempercantik kota berjuluk Khatulistiwa ini. Kegemaran Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menanam pohon dalam setiap kesempatan membuahkan hasil yang dapat dinikmati semua orang.

Pohon-pohon itu menjadi viral kala akun instagram pribadi Wali Kota @edikamtono memposting foto-fotonya. Postingan itu pun mendapat berbagai tanggapan positif dari warganet. Akun terry_sapteriawuri_anggia_dewi berkomentar. “Cantik…keren…tekoma atau tabebuya ni”. Kemudian pemilik akun uun94 ikut memberikan tanggapan. “Masya Allah, ingat dulu awal-awal bapak nanam pohon ini. Skrg dah bebunga sukenye”.

Edi mengatakan, pohon jenis tekoma ini ternyata cocok ditanami di Kota Pontianak. Saat ini pohon-pohon tersebut memasuki musim berbunga. “Sejak 2005 saya sudah menanam pohon tekoma atau tabebuya di Jalan H Agus Salim yang kita datangkan dari Kuching Malaysia,” ujarnya, Rabu (24/3/2021).

Di lokasi lainnya, di Taman Alun Kapuas, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Jalan Sultan Abdurrahman dan Jalan Ahmad Yani juga ditanami pohon tekoma. Pohon tekoma yang memasuki musim berbunga membuat warga yang melihat terkesima.

“Jika sepanjang Jalan Ahmad Yani juga berbunga maka semakin mempercantik wajah Kota Pontianak,” kata Edi.

Kedepan pihaknya akan meneruskan penanaman pohon, tidak hanya tabebuya atau tekoma tetapi pohon-pohon berbunga lainnya termasuk Bougenville. “Untuk bibit paling mudah dan gampang dicari serta cepat tumbuh, masyarakat juga bisa menanam di rumahnya,” imbuhnya.

Edi menerangkan, pohon tabebuya yang ditanam di Kota Pontianak sekitar 300 pohon. Selanjutnya akan ditanami di beberapa lokasi. Pohon tabebuya mirip pohon sakura dengan bunga yang bermacam warna, seperti warna putih, merah muda, ungu, kuning dan sebagainya.

“Kita ingin menjadikan Kota Pontianak tidak hanya hijau dengan pepohonan, tetapi juga berbunga dengan warna-warninya,” ujarnya.

Pohon tabebuya merupakan salah satu pohon yang cocok di daerah tropis selain pohon bungur, pohon sikat sepatu, sikat botol dan lain sebagainya. Pepohonan juga akan menghiasi sepanjang Jalan Ahmad Yani dan lokasi lainnya untuk keindahan kota.

“Nanti di trotoar Ahmad Yani yang sekarang tengah dibangun juga akan ditanami pohon, jumlahnya di atas 500 pohon,” sebutnya. (LK1/prokopim)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penguatan Dakwah dan Kapasitas Imam, PJ Bupati Mempawah Hadiri Pelantikan PD IPIM 2024–2029

    Penguatan Dakwah dan Kapasitas Imam, PJ Bupati Mempawah Hadiri Pelantikan PD IPIM 2024–2029

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Penjabat (PJ) Bupati Mempawah, Ismail menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) Kabupaten Mempawah masa bakti 2024–2029 di Aula Masjid Agung Al-Falah Mempawah, Sabtu (15/2/2024). Acara ini juga dirangkaikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas imam masjid se-Kabupaten Mempawah. Pj Bupati Ismail menegaskan pentingnya peran imam masjid tidak hanya sebagai pemimpin salat, […]

  • Semua Sama, Tidak Ada Perbedaan Dalam Pembangunan

    Semua Sama, Tidak Ada Perbedaan Dalam Pembangunan

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan,  saat ini pemerintah sintang akan memberikan perhatian yang sama untuk sarana dan prasarana pembangunan di sector keagamaan. “Mau  itu, agama katholik, protestan, islam, buddha, hindu, dan konghucu pembangunan yang dilakukan pemerintah sintang adalah sama dan tidak ada perbedaan. Ini semua kita lakukan demi peningkatan dalam keimanan yang ada […]

  • Kata Ronny, Masalah Infrastruktur Dominasi Hasil Reses Dewan Sintang

    Kata Ronny, Masalah Infrastruktur Dominasi Hasil Reses Dewan Sintang

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Masa reses persidangan ke 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Tahun 2022 telah berakhir. Tiap usulan atau aspirasi masyarakat pun ditampung wakil rakyat dan disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses. Berdasarkan penyampaian hasil reses masing-masing fraksi, persoalan infrastruktur dasar masih mendominasi seperti jalan dan jembatan, sarana dan prasarana air bersih, […]

  • 1.570 KPM di Segedong Terima BST Tahap II

    1.570 KPM di Segedong Terima BST Tahap II

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II yang berasal dari Kemensos RI untuk warga terdampak virus Corona atau Covid-19 di Kecamatan Segedong berjalan amam dan lancar. Berdasarkan data pemerintah setempat, ada 1.570 KPM yang menerima BST sebesar Rp600 itu. Diharapkan bantuan tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik dalam kondisi pandemi saat ini. […]

  • Dewan Dukung Program Keterampilan Disnakertrans Sintang

    Dewan Dukung Program Keterampilan Disnakertrans Sintang

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kusnadi mendukung program pelatihan keterampilan yang akan dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang pada 2024 mendatang. Dengan adanya program pelatihan keterampilan mendatang, diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan baru maupun merintis sendiri usaha baru. “Dengan adanya pelatihan keterampilan akan membawa dampak positif untuk […]

  • Bangun Rumah Baru, Warga Mensiap Baru Diimbau Bikin Toilet untuk Cegah Stunting

    Bangun Rumah Baru, Warga Mensiap Baru Diimbau Bikin Toilet untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Masyarakat yang tinggal di Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak harus mampu mempertahankan statusnya sebagai desa yang sudah mendeklarasikan diri sebagai desa Open Defecation Free (ODF). Karena itu, bagi masyarakat yang membangun rumah baru diwajibkan agar memiliki toilet atau WC pribadi di rumahnya. “Hari ini semua rumah sudah punya wc, tiba-tiba bulan depan ada […]

expand_less