Breaking News
light_mode

Digelar Selama 22 Hari, Ayo! Sukseskan Pilkades dengan Teknologi e-Voting

  • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Tahun ini, merupakan tahun politik bagi Kabupaten Mempawah. Masyarakatnya dihadapkan dengan pilihan demokrasi. Yakni, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 30 desa dengan sistem e-Voting.

Pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-Voting telah beberapa kali digelar dan sukses. Hal itu juga diharapkan di tahun 2020 ini.

Berdasarkan jadwal, pelaksanaan Pilkades di 30 desa akan berlangsung selama 22 hari. Di mana, pelaksanaanya di bagi menjadi 8 gelombang.

Gelombang pertama ada 6 desa yang berasal dari Kecamatan Sadaniang dan Toho melaksanakan Pilkades dengan sistem e-Voting. Pelaksanaannya pun jatuh pada tanggal 2 Maret 2020. Dan berakhir 24 Maret 2020 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Mempawah, Rudi menegaskan bahwa pihaknya telah siap mendukung dan mensukseskan Pilkades di 30 desa dengan sistem e-Voting.

Sebagai bentuk dukungannya, lanjut Rudi, pihaknya sudah mempersiapkan 28 alat untuk pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-Voting. Namun yang digunakan hanya 26 alat, sisanya 2 alat akan dijadikan cadangan apabila mengalami kendala di lapangan.

Pelaksanaan Pilkades tahun inipun, menurut Rudi, akan berlangsung selama 22 hari. “Jadi, hari dan gelombang pertama itu ada 6 desa berasal dari  Kecamatan Sadaniang dan Toho yang melaksanakan Pilkades dengan sistem e-voting. Persiapannya sudah hampir final, tinggal menunggu jadwal pelaksanaanya saja,” ungkap Rudi, Selasa (25/2/2020).

Setakat ini, ungkap Rudi, pihaknya telah melakukan sosialisasi di masing-masing desa yang melaksanakan Pilkades. Bahkan mulai besok, Rabu (26/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020) pihaknya juga menggelar sosialisasi.

“Jadi, mulai besok kita ada sosialisasi. 26 itu kita sosialisasi untuk KPPS, 27 untuk tim teknis, dan tanggal 28 untuk verifikasi alat,” katanya.

Sementara pada 1 Maret medatang, sambung Rudi, pihaknya mulai melakukan pendistribusian perangkat e-Voting di Kecamatan Sadaniang dan Toho.

“1 Maret kita mulai distribusikan alat untuk gelombang pertama di Sadaniang dan Toho, kalau tidak salah sekitar 22 alat,” tuturnya.

Dengan sistem e-Voting, Rudi optimis proses penghitungan suara Pilkades akan lebih terbuka dan transparan. Kendati demikian, dirinya tetap mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih dapat mensukseskan Pilkades. Caranya dengan ikut berpatisipasi menggunakan hak pilihnya.

“Kami berharap masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan haknya secara demokratis dan bertanggung jawab. Ayo! bersama kita sukeskan Pilkades di 30 desa Kabupeten Mempawah,” ajak Rudi. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Pagi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

    Wabup Pagi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Sabtu (1/10/2022). Pada kesempatan tersebut, H Muhammad Pagi bertindak sebagai inspektur upacara. Adapun upacara ini diikuti seluruh ASN dan OPD dan Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Untuk diketahui, upacara Kesaktian Pancasila di Mempawah mengusung tema […]

  • Jangan Panik dan Takut dengan Rapid Test Massal

    Jangan Panik dan Takut dengan Rapid Test Massal

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Rapid test atau uji cepat diyakini menjadi langkah paling efektif saat ini untuk memperlambat penyebaran virus Corona atau Covid-19. Lewat metode uji cepat, potensi munculnya kasus Covid-19 baru diharapkan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga dapat ditentukan penanganan lanjutan yang tepat oleh tenaga medis. Uji cepat pada prinsipnya hanya dibatasi pada dugaan kasus. Pasalnya […]

  • Sintang Defisit Rp31 M, Harus Maksimalkan Potensi PAD

    Sintang Defisit Rp31 M, Harus Maksimalkan Potensi PAD

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2017
    • 1Komentar

    LensaKalbar – APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran (TA) 2018 dipastikan mengalami defi sit Rp31 Miliar. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kurun lima tahun terakhir, serapan PAD hanya 6,5 persen. Sementara target minimal yang mesti dicapai 20 persen,” kata Mas’ud Nawawi, Kepala Badan Pengelola […]

  • Bupati Salurkan Cadangan Beras Pemerintah di Wajok Hilir

    Bupati Salurkan Cadangan Beras Pemerintah di Wajok Hilir

    • calendar_month Kam, 1 Feb 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina melaunching penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tahun 2024 di Kantor Desa Wajok Hilir, Kamis (1/2/2024). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bulog Regional Kalbar Dedi Aprilyadi, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kalbar, Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa /Lurah se-Kabupaten Mempawah. Pada kesempatan tersebut, Bupati Erlina mengatakan bahwa […]

  • Minimnya Pos Pemadam Kebakaran

    Minimnya Pos Pemadam Kebakaran

    • calendar_month Sel, 14 Jun 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Musibah kebakaran yang terjadi di Sungai Mawang, Kelurahan Mekar Jaya pada, Sabtu (11/6/2022) lalu menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Ghulam Raziq. Dimana, wakil rakyat Dapil Sintang 1 ini menilai masih ada kekurangan yang harus disiapkan, agar dapat meminimalisir musibah kebakaran yang terjadi. Terutama soal minimnya […]

  • 5 dari 9 Kecamatan di Mempawah “Zona Merah” Covid-19, Mukhtar: Tetap Disiplin Prokes 5M!

    5 dari 9 Kecamatan di Mempawah “Zona Merah” Covid-19, Mukhtar: Tetap Disiplin Prokes 5M!

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Lonjakan kasus virus Corona atau Covid-19 terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah. Akibatnya, lima kecamatan saat ini masuk “zona merah”. Plh Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Mempawah, Mukhtar Siagian mengatakan dari 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah, lima di antaranya masuk kategori “zona merah” penyebaran Covid-19. “Adapun penyebaran zona merahnya ada di 5 […]

expand_less