LensaKalbar – Dari 16 koperasi di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, lima di antaranya tidak aktif. Sementara 11 koperasi lainnya masih beroperasional. Bahkan salah satunya sudah berkembang, kendati baru berdiri sejak 4 tahun lalu.
“Saya bangga dengan Koperasi Raja Swa, karena umurnya baru empat tahun sudah bisa maau dan berkembang,” kata Wakil Bupati Sintang, Askiman ketika menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Raja Swa, di Langkau Balai Ruai, Desa Bangun, Kecamatan Sepauk, Kamis (15/3).
Keberhasilan Koperasi Raja Swa tersebut seyogianya menjadi pembelajaran bagi koperasi lainnya, agar tetap aktif. Salah satu bentuknya, rutin menggelar RAT.
“Dalam tata kelola usaha apapun, kita akan sukses kalau dapat mengelola kemampuan diri sendiri dan orang banyak. Jadi haruslah punya tatanan dapat mengembangkan kemampuan diri sendiri di bidang koperasi, agar dapat mengembangkan koperasi,” pesan Askiman.
Bilamana nantinya, tambah Askiman, lahan perkebunan sawit di wilayah Kecamatan Sepauk dapat berkembang. Maka pemerintah bisa membantu untuk pengembangannya.
“Perusahaan sawit di sini memiliki 298 hektare lahan, kalau dapat berkembang terus sehingga mencapai ribuan hektare, maka lima tahun ke depan bisa panen,” ucap Askiman.
Kemudian Pemkab Sintang akan membantu hilirisasi produk dengan skala kecil bagi tingkat desa.
“Jikakahasil panen baik, dan bisa maksimal nantinya, Pemerintah bantu membelikan pabrik mini untuk pembuatan minyak dalam kemasan. Ini adalah perwujudan koperasi yang kita impikan,” tutup Askiman. (Dex)