Breaking News
light_mode

2020, Pemkot Usulkan 31 Raperda

  • calendar_month Kam, 28 Nov 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2020 diusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Kota Pontianak di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (28/11/2019).

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menerangkan, program pembentukan perda ini adalah instrumen perencanaan program pembentukan perda yang disusun secara terencana, terpadu dan sistematis. Di dalam program tersebut memuat daftar raperda yang disusun untuk jangka waktu satu tahun.

“Raperda itu berdasarkan prioritas dari kepentingan daerah terhadap suatu perda dan harus sudah ditetapkan sebelum pembahasan Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.

Raperda, lanjutnya, bisa berasal dari usulan DPRD atau kepala daerah. Dalam hal ini, pemerintah daerah dan DPRD memiliki porsi yang sama dalam menjalankan fungsi legislasi sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan kepentingan umum.

“Pembentukan perda menjadi sangat prioritas untuk segera disusun dan ditetapkan,” tutur Bahasan.

Tujuan penyusunan program pembentukan perda adalah memberikan gambaran obyektif tentang kondisi di bidang peraturan perundang-undangan di tingkat daerah.

“Selain itu juga untuk menyusun skala prioritas penyusunan raperda sehingga menghasilkan suatu pedoman yang berkesinambungan dan terpadu dengan pembentukan perda oleh lembaga yang berwenang,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengatakan, pihaknya akan membahas perda-perda yang masuk dalam skala prioritas. Meskipun perda yang diusulkan banyak, namun dirinya memastikan akan mendahulukan perda yang sifatnya prioritas.

“Seperti perda yang berkaitan dengan perlindungan kesehatan ibu dan anak balita, perda kaitan dengan narkoba dan sebagainya. Intinya, perda yang berdampak langsung terhadap masyarakat harus cepat kita selesaikan,” paparnya.

Ia menargetkan setidaknya ada enam sampai tujuh perda yang akan rampung tahun ini. Selain perda tersebut, perda cagar budaya juga tak luput dari prioritas pihaknya.

Diakuinya, banyak cagar budaya yang ada di Kota Pontianak yang harus dilindungi agar tetap lestari. “Apalagi Undang-undang tentang cagar budaya sudah ada, artinya aset cagar budaya ini harus kita selamatkan,” pungkasnya. (Jim/Humpro)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Mempawah Gerak Cepat Tangani Banjir, Pj Bupati Ismail: “Mari Buktikan Kepedulian Kita!”

    Pemkab Mempawah Gerak Cepat Tangani Banjir, Pj Bupati Ismail: “Mari Buktikan Kepedulian Kita!”

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah bertindak cepat dalam menangani banjir yang melanda lima kecamatan di wilayahnya. Dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Ismail, Rabu (29/1/2025), rapat percepatan penanganan banjir digelar di Mempawah Command Center, melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat terkait. Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Ismail menegaskan bahwa langkah sigap […]

  • Budayakan Hidup Sehat dengan Germas

    Budayakan Hidup Sehat dengan Germas

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Membudayakan masyarakat hidup sehat, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Mempawah mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Segedong itu dipimpin Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi. Kampanye Germas di Kecamatan Segedong dilaksanakan melalui kegiatan senam massal yang diikuti Wabup, Ketua PKK Kabupaten Mempawah, […]

  • Mempawah Menuju KLA, Sekda Tekankan Tiga Hal Penting

    Mempawah Menuju KLA, Sekda Tekankan Tiga Hal Penting

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setakat ini, berbagai indikator tengah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Menjadikan Mempawah sebagai KLA tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, tapi dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak yang terlibat, agar Mempawah dapat menyandang status KLA. Sekretaris Daerah (Sekda) Mempawah, H Ismail ketika mewakili Bupati Mempawah, Hj Erlina menghadiri dan […]

  • Mempawah Launching 11 Bapak, Bunda dan Kakak Asuh Anak Stunting

    Mempawah Launching 11 Bapak, Bunda dan Kakak Asuh Anak Stunting

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan Launching Bapak, Bunda dan Kakak Asuh Anak Stunting di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Kamis (4/7/2024). Kegiatan tersebut dilakukan usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-65 Pemerintah Kabupaten Mempawah. Pada kesempatan tersebut, ada 11 Bapak, Bunda dan Kakak Asuh Anak Stunting yang di launching oleh Pj Bupati Mempawah, Ismail. Pj Sekretaris […]

  • Agar Tetap Fungsional, Melkianus Minta Perusahaan Bantu Perbaiki dan Rawat Jalan

    Agar Tetap Fungsional, Melkianus Minta Perusahaan Bantu Perbaiki dan Rawat Jalan

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Melkianus menuntut perusahaan yang beroperasional sepanjang jalan Sintang menuju Ketungau Hulu untuk membantu memelihara jalan agar tetap fungsional dan nyaman dilewati. “Kalau jalan rusak dan tidak bisa dilewati maka distribusi kebutuhan pokok ke daerah pelosok ini terganggu dan harganya menjadi naik, maka masyarakat kita yang […]

  • Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Pembangunan

    Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Pembangunan

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setiap profesi atau pekerjaan memiliki modal dasar atau utama untuk dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Demikian pula halnya dengan tenaga-tenaga kesehatan. “Tenaga kesehatan dituntut memiliki jiwa penolong yang ikhlas melayani orang lain. Inilah modal utama tenaga kesehatan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Henri Harahap, ketika membuka kegiatan […]

expand_less