Beranda Headline 14 April 2020, Bupati Erlina Ingin Launching Program ‘Smart City dan Village’

14 April 2020, Bupati Erlina Ingin Launching Program ‘Smart City dan Village’

Bupati Mempawah, Hj Erlina didampingi Wakil Bupati Mempawah saat memimpin rapat kerja bersama seluruh OPD di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Jumat (14/2/2020)

LensaKalbar – Program ‘Smart City dan Smart Village’ diharapkan dapat terealisasi dan di launching tepat pada tanggal 14 April 2020 mendatang. Pasalnya kedua program itu merupakan satu di antara program unggulan di era pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Mempawah periode 2019-2024.

Olehkarenanya, Dinas Komunikasi dan Informatika Mempawah diminta agar melakukan percepatan yang baik dan terarah. Baik itu dengan integrasi jaringan, aplikasi maupun komponen pendukung lainnya.

“Upayakan paling lambat tangggal 14 April 2020 program smart city dan smart village dapat di launching,” pinta Bupati Mempawah, Hj Erlina saat menggelar rapat kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Galaherang inipun memastikan bakal melakukan evaluasi kinerja per triwulan di masing-masing OPD. Evaluasi yang dilakukan terkait capaian program di setiap OPD. Misalnya, semester pertama di OPD ini programnya sudah tercapai belum, begitu juga dengan semester kedua dan seterusnya.

Suasana rapat kerja Bupati dan Wakil Bupati Mempawah, Hj Erlina – H Muhammad Pagi bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Jumat (14/2/2020)

“Inginnya ibu itu setiap semester ada capaian program. Jadi, bisa 3 bulan sekali itu ada evaluasi kinerja di masing – masing OPD,” ujarnya.

Langkah itu dilakukannya guna melihat dan menilai seluruh OPD dalam menjalankan programnya. “Tentunya setiap program yang dijalankan mesti ada output-nya, bukan hanya serapan saja namun program yang dijalankan juga harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Erlina.

Menurutnya, apabila suatu program menghasil output yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, artinya kita berhasil dalam menjalankan program itu.

“Jadi, bukan istilahnya habis program tapi output-nya tidak ada. Nah, saya harap semua bidang yang memegang peran program tolong bagaimana penyerapan terhadap masyarakat, ada tidak output-nya. Utamakan program yang dapat langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here