Breaking News
light_mode

Ups, Generasi Milineal Diminta Hati-hati Gunakan Internet

  • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Anak-anak yang lahir pada 1990-an ke atas atau disebut sebagai generasi milineal, dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang luar biasa.

Untuk itu, mereka harus berhati-hati menggunakan internet, supaya tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

“Berhati-hatilah dalam menggunakan internet dan manfaat waktu dengan sebaik mungkin,” pesan dr. H Jarot Winarno M.Med.Ph, Bupati Sintang, kepada anak-anak yang menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Sintang 2017, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Kamis (1910).

Selain kepada anak-anak, Jarot juga mengingatkan kepada para orangtua, bahwa perlindungan terhadap anak terutama dimulai dari lingkungan keluarganya.

“Keluarga mesti mengerti pola asuh yang benar, karena ini merupakan bagian dari parenting. Keluarga tempat utama dalam perlindungan anak,” jelasnya.

Jarot mengatakan, semua pihak terutama para orangtua perlu menghayati apa yang diinginkan anak-anak yang disebut juga dalam Konvensi Hak Anak (KHA).

“Saat ini kita harus bisa mendengarkan pema-
haman seorang anak,” katanya.

Bagaimanapun juga, tambah dia, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan, pengawasan dan bimbingan, agar apa yang diinginnya memperoleh hasil yang positif.

Menurut Jarot, permasalahan anak semakin hari semakin kompleks, tidak terkecuali di Kabupaten Sintang. Tentunya hal ini membutuhkan perhatian khusus semua pihak.

Permasalahan anak yang paling utama, ungkap Jarot terkait pernikahan usia dini, perokok pemula, anak ditelantarkan orangtuanya.

“Kemudian di Indonesia ini 37 persen Balita kita menderita stunting, tidak badan tidak sesuai umurnya,” katanya.

Jarot menilai, saat terdapat dua hal yang tidak dapat ditolak dari anak – anak. Pertama, mereka rentan atau tidak tahan dengan peer preasure yaitu tekanan dari lingkungan. Kedua, anak-anak sangat cepat ingin mengetahui banyak hal, ingin coba-coba dengan sesuatu yang baru, kemudian yang paling penting membuka situs internet yang berbau negatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PPPA) Kabupaten Sintang, Idham Khalik mengatakan, Peringatan HAN ini merupakan wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak, agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, di bawah naungan dan perlindungan orang-orang terdekat dan orangtua.

“Kegiatan ini juga untuk mengajak keluarga-keluarga di Kabupaten Sintang untuk menjadi pemeran utama dalam memberikan pemahaman tentang perlindungan terhadap anak. Sehingga ke depannya, anak – anak kita dapat menjadi orang yang cerdas, sehat, dan menjadi generasi terbaik,” kata Idham. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Limbah PT MKS Meluas, Komisi D Siap Sidak ke Lapangan

    Dugaan Limbah PT MKS Meluas, Komisi D Siap Sidak ke Lapangan

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dugaan kebocoran limbah milik PT Mitra Karya Santosa (PT MKS) yang mencemari aliran sungai hingga menjangkau lima desa di Kecamatan Ketungau Hulu memicu reaksi keras DPRD Kabupaten Sintang. Komisi D memastikan akan segera turun langsung ke lokasi dan tak menutup kemungkinan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut tuntas kasus ini. Sekretaris Komisi D […]

  • KPU Sintang Sebut 63 Persen Pemilih Pilkada 2024 Didominasi Generasi Muda
    OPD

    KPU Sintang Sebut 63 Persen Pemilih Pilkada 2024 Didominasi Generasi Muda

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Endang Kusmiati menyebut bahwa daftar pemilih tetap (DPT) pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sintang tahun 2024 sebanyak 320.813 pemilih. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah ditetapkan KPU Sintang pada bulan September lalu, […]

  • Ini Bagian Terpenting dari Konsep Desa Mandiri

    Ini Bagian Terpenting dari Konsep Desa Mandiri

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Indikator Desa Mandiri mencapai 68 item. Apapun itu, terpenting bagaimana agar program ini dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di desa bersangkutan. “Tujuan utama dari Desa Mandiri itu bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” kata Abdul Razak, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senin (1/4/2019). Konsep Desa Mandiri, di antaranya mesti memiliki Badan Usaha […]

  • Wow, Jembatan Ketungau II Telan Biaya Rp 27 Miliar

    Wow, Jembatan Ketungau II Telan Biaya Rp 27 Miliar

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Proyek pembangunan Jembatan Ketungau II sudah dimulai. Jembatan tersebut menelan biaya sekitar Rp 27 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Murjani menjelaskan, pembangunan Jembatan Ketungau II ini terdiri atas dua tahap. Tahap Pertama, pembangunan bagian bawah jembatan, yaitu Tiang Pancang 1 dan 2 abodmen dari sisi bibir sungai, masing-masing sepanjang 120 […]

  • Musda MABM, Jarot: Jaga Literasi Budaya

    Musda MABM, Jarot: Jaga Literasi Budaya

    • calendar_month Rab, 12 Sep 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ketika membuka Musyawarah Daerah III tingkat Kabupaten Sintang, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan saat ini literasi budaya pada era abad ke-21 dipandang penting bagi bangsa Indonesia dalam rangka memperkuat identitas bangsa. Olehkarenanya, orang nomor satu di Bumi Senentang itupun meminta agar keberagaman suku bangsa tidak boleh tergilas oleh hedonisme, materialisme, komersialisme, dan liberalisme […]

  • Bupati Mempawah Dukung Sumudun Menjadi Desa Sadar Kurukunan

    Bupati Mempawah Dukung Sumudun Menjadi Desa Sadar Kurukunan

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Aset paling berharga di Kalimantan Barat adalah keberagaman suku, etnis, dan budaya. Perbedaan diyakini bukan sebagai pemecah, justru merupakan pemersatu. keberagaman itu, dapat dilihat di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kuyit, Kabupaten Mempawah. Masyarakat Tionghoa yang dominan memeluk agama Buddha dan Konghucu hidup saling berdampingan dengan warga muslim. Tolong menolong dan rukun, masjid dan […]

expand_less