Breaking News
light_mode

Tiga Tersangka Tipikor Panwaslu Segera Disidangkan, Kejari Sintang Siapkan Lima Jaksa

  • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Tiga tersangka kasus korupsi Panwaslu Sintang tahun anggaran 2014/2015 segera disidangkan. Kejaksaaan Negeri Sintang pun mengirim lima jaksa dalam penanganan kasus Tipikor tersebut.

“Kasus tersebut nantinya akan ditangani lima Jaksa Penuntut Umum (JPU), termasuk saya,” kata Kasi Pidsus Kejari Sintang, Agus Eko, Jumat (28/09/2018).

Tiga tersangka yang akan segera menjalani sidang tersebut ialah Sahuri, Saolmala, dan Sutoyo. Mereka semua adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Saat ini administrasi pelimpahan perkara sedang disiapkan. Kemungkinan besar bulan depan tiga tersangka itu mulai disidangkan,” kata Eko.

Sampai saat ini, tambah Eko, penahanan ketiga tersangka sudah diperpanjang selama 30 hari.  “Dari tiga orang tersangka yang diamankan, tidak ada satupun yang mengembalikan kerugian Negara. Berdasarkan audit BPKP, kerugiannya sekitar Rp1,3 miliar,” bebernya.

Disinggung mengenai kemungkinan munculnya tersangka baru,  mengaku belum berani berspekulasi. “Soal kemungkinan tersangka baru, tentu kita harus menunggu fakta-fakta yang bakal terungkap saat persidangan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Syahnan Tanjung mengatakan, saat pelaksanaan Pemilu tahun 2014, Panwaslu Sintang mendapat anggaran sekitar Rp 8 miliar. “Dalam anggaran itu, ditemukan penyimpangan sebesar Rp 1,3 miliar berdasarkan audit BPKB,” katanya.

Ia mengatakan, kasus tersebut merupakan lanjutan perkara lama. Dan tindaklanjut dilakukan sekarang ini karena menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP yang agak lama. “Mereka ditahan untuk menghindari dihilangkannya barang bukti. Mereka akan ditahan 20 hari kedepan dan bisa diperpanjang lagi,” ucapnya.

Syahnan kemudian mengungkap modus korupsi yang dilakukan ketiga tersangka. Yakni dengan membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. “Misal, mereka membuat anggaran untuk sewa gedung. Padahal gedung yang digunakan milik pemerintah. Kemudian, sewa mobil. Padahal yang digunakan mobil pribadi,” jelasnya.

“Jumlahnya juga tidak sedikit, Rp100 juta, bahkan Rp150 juta. Kelebihan biaya operasional seharusnya dikembalikan. Tapi malah dibagi-bagi hingga tingkat kecamatan,” urainya.

Awalnya, sambung Syahnan, pihaknya memprediksi tersangka lebih dari tiga orang. Tapi untuk sementara ini, yang dijerat adalah aktor inteltual. “Aktor intelektualnya ada tiga orang,” ungkapnya. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Mempawah Bakal Bentuk Pokmas di 28 Desa Rawan Karhutla

    BPBD Mempawah Bakal Bentuk Pokmas di 28 Desa Rawan Karhutla

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah bakal membentuk kelompok masyarakat peduli api (Pokmas) di 28 desa rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah itu sebagai bentuk mengantisipasi secara dini terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten itu. “Setiap kelompok beranggotakan 10 orang dan akan dilengkapi dengan alat […]

  • AKBP Tulus Sinaga Pimpin Sertijab Lima Perwira Polri

    AKBP Tulus Sinaga Pimpin Sertijab Lima Perwira Polri

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kapolres Mempawah, Tulus Sinaga memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah perwira Polri di lingkungan Mapolres Mempawah, Selasa (14/7/2020). Di kesempatan tersebut, AKBP Tulus Sinaga mengatakan, bahwa mutasi merupakan suatu hal yang lumrah terjadi di tubuh Polri dan suatu kebutuhan managemen operasional kepolisian dalam pembinaan dan pengembangan karir personel di jajaran Polda kalbar […]

  • Bawaslu Pantau Proses Sortir dan Pelipatan Surat Suara Pilkada 2024
    OPD

    Bawaslu Pantau Proses Sortir dan Pelipatan Surat Suara Pilkada 2024

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sintang melakukan pengawasan ketat pada proses sortir dan pelipatan surat suara pada Pilkada serentak 2024, Selasa (29/10/2024). Pengawasan ini dilakukan secara melekat guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur dan meminimalisir potensi kesalahan teknis maupun kecurangan. Anggota Bawaslu Sintang, Sutami msngatakan bahwa pengawasan pada tahapan sortir dan […]

  • Idul Adha Momentum Bangun Kepekaan

    Idul Adha Momentum Bangun Kepekaan

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Peduli, peka, dan berpihak kepada masyarakat kecil menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan usai mengikuti shalat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (11/8/2019). Muda mengatakan esensi dari perayaan Iduladha adalah mengurbankan sifat-sifat kebinatangan yang ada di dalam diri manusia. Karena itu, ia […]

  • Akhir Oktober, PLBN Sei Kelik Disurvei Ulang

    Akhir Oktober, PLBN Sei Kelik Disurvei Ulang

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Belum lama ini, Sekda Sintang, Yosepha Hasnah dan Plt Kepala Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Sintang, Andon menghadiri rapat di BNPP RI terkait percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Kelik. Hasil rapat yang digelar itu telah menyimpulkan beberapa kesepakatan, yakni terkait zero poin (titik nol) yang telah disepakati oleh Pemerintah Republik […]

  • Lembaga Keagamaan Minimalisir Dampak Negatif

    Lembaga Keagamaan Minimalisir Dampak Negatif

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pontianak sebagai sebuah kota yang heterogen dengan masyarakat multikultural, bermacam-macam budaya, suku, bahasa dan agama, menjadi sangat unik dengan keberagamannya. Namun demikian, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai dengan keunikan dan keberagaman itu bisa membawa dampak positif maupun negatif. “Bidang keagamaan sangatlah sensitif. Oleh sebab itu, melalui lembaga-lembaga keagamaan yang ada di […]

expand_less