Breaking News
light_mode

Sintang Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

  • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya mewujudkan Sintang menjadi kabupaten layak anak (KLA). Tujuannya untuk mentransformasikan hak anak ke dalam proses pembangunan.

Hal ini dilakukan sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menghormati dan memenuhi hak anak. Selain itu, pembangunan melalui kebijakan kabupaten/kota layak anak (KLA) ini untuk memastikan terpenuhnya hak-hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.

Tak hanya itu, kebijakan kabupaten/kota layak anak juga  bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak hak anak Indonesia, khususnya di Sintang dapat lebih dipastikan dan terjamin.

Sebab, anak merupakan modal pembangunan dan awal kunci kemajuan bangsa maupun suatu daerah di masa depan. Apalagi, sepertiga dari total penduduk Indonesia adalah anak-anak. Tentunya mereka terbukti mampu membuat perubahan dan menyelesaikan masalah kota secara kreatif, sederhana, dan ringkas.

“Kita komitmen dan terus berupaya mewujudkan Sintang menjadi kabupaten layak anak,” kata Asisten Administasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sintan, Igor Nugroho ketika menghadiri Pengukuhan Forum Anak Kecamatan Sintang dan Sosialisasi Hak Anak serta Deklarasi Menuju Kecamatan Sintang Layak Anak di Aula Abdi Praja, Kantor Camat Sintang, Rabu (8/3/2023).

Untuk mewujudkan perihal tersebut, kata Igor Nugroho, terdapat beberapa indikator yang mesti dipenuhui. Dimana, pada tahun 2017 mengalami perubahan dari 31 indikator menjadi 24 indikator yang harus dipenuhi.

Tentunya hal ini, menurut Igor Nugroho, didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan ke dalam 5 kluster. Pertama adalah hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Keempa, pendidikan. Dan kelima adalah pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
seni budaya, serta perlindungan khusus.

“Jadi untuk mewujudkan KLA ini, pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan yang tertuang dalam rencana aksi daerah sebagai upaya percepatan KLA. Di dalam rencana aksi tersebut beberapa upaya atau program yang diajukan untuk mewujudkan Sintang layak anak, salah satunya dengan membentuk forum anak di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan,” pungkas Igor Nugroho. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sulap Eks RSUD Ade M Djoen Sintang jadi Mall Pelayanan Publik

    Sulap Eks RSUD Ade M Djoen Sintang jadi Mall Pelayanan Publik

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan akan menyulap eks RSUD Ade M Djoen Sintang menjadi Gedung “Mall Pelayanan Publik” pada 2023 mendatang. “Target kita Juli 2023 Mall Pelayanan Publik ini sudah bisa diresmikan,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Erwin Simanjuntak, Sabtu (29/10/2022). Menurut Erwin, pemerintah daerah telah mengalokasi anggaran sebesar […]

  • Melkianus Ungkap Jalan Menuju 4 Desa di Ketungau Tengah Lumpuh Total

    Melkianus Ungkap Jalan Menuju 4 Desa di Ketungau Tengah Lumpuh Total

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – “Lumpuh total!”. Itulah yang diucapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Melkianus ketika ditanyai sejumlah awak media terkait kondisi infrastruktur di daerah pemilihannya, Selasa (5/7/2022). Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, bahwa sampai hari ini mobilitas masyarakat empat desa di Kecamatan Ketungau Tengah lumpuh total. Penyebabnya adalah infrastruktur jalan yang […]

  • Sungai Pinyuh Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    Sungai Pinyuh Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    • calendar_month Jum, 18 Des 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Proses belajar mengajar tatap mukal bakal dimulai pada 4 Januari 2021 mendatang. Untuk memastikan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik, Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh mensosilisasikan alur Protokol Kesehatan (Protkes). Hal itu penting untuk dilakukan agar wabah virus yang mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat secara umum ini dapat dicegah sejak dini. “Insyaallah, Sungai […]

  • Bupati Erlina Desak ATR/BPN: Tanah Timbul 600 Hektare Hasil Konservasi Masyarakat, Bukan untuk Bank Tanah

    Bupati Erlina Desak ATR/BPN: Tanah Timbul 600 Hektare Hasil Konservasi Masyarakat, Bukan untuk Bank Tanah

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo), Erlina, menegaskan tanah timbul seluas 600 hektare di pesisir Mempawah harus menjadi hak masyarakat, bukan dikuasai Bank Tanah. Hal itu disampaikannya saat audiensi dengan Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Kementerian ATR/BPN, Rabu (13/8/2025). “Tanah timbul ini bukan […]

  • Persoalan Pengadaan Modin Bupati dan Ketua DPRD Mempawah, Ini Penjelasannya…

    Persoalan Pengadaan Modin Bupati dan Ketua DPRD Mempawah, Ini Penjelasannya…

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Belakangan ini nama Bupati Mempawah, Hj Erlina menjadi perbincangan hangat kalangan publik. Pengadaan mobil dinas bupati di tengah pandemi seharga kurang lebih Rp800-2 miliar. Kabag Humas dan Protokol Setda Pemerintah Kabupaten Mempawah, Rizal Multiadi membenarkan ihwal tersebut. “Iya, betul dana tersebut ada dianggarkan, bahkan sudah melalui proses pembahasan anggaran antara eksekutif dan legelslatif, […]

  • Titik Api di Kubu Raya Berkurang

    Titik Api di Kubu Raya Berkurang

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi penerapan teknologi olah tanah pada lahan gambut di sejumlah desa di Kubu Raya. Teknologi yang memungkinkan para petani mengolah lahan tanpa membakar ini, menurutnya, berpengaruh signifikan pada penurunan titik api (hotspot) di Kubu Raya. Berdasarkan data hotspot per kabupaten tanggal 1 Mei-9 Agustus 2019 yang dirilis Lembaga […]

expand_less