
LensaKalbar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di empat titik di Kabupaten Sintang. Ratusan petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman api, Selasa (16/7/2019).
Empat titik Karhutla itu terjadi di dua kecamatan seperti Kecamatan Sintang dan Tebelian. Khusus di Kecamatan Sintang tercatat tiga lokasi yakni, Akcaya I, belakang Puskesmas Dara Juanti, dan Sei Sawak. Sementara di Kecamatan Tebelian, di Penjernang.
“Kami hanya bisa menangani di Akcaya I dan Sei Sawak. Yang Akcaya I sudah relatif aman. Tapi Sei Sawak masih belum. Namun sedang dilakukan pemadaman. Kendalanya kami kesulitan air di lokasi itu,” kata Kasat Satpol PP dan Damkar Sintang, Martin Nandung.
Untuk menangani peristiwa Karhutla yang terjadi itu, Martin mengaku telah menerjunkan 120 personil Damkar Sintang. Kemudian dibantu dengan petugas Manggala Agni dan Koramil Sintang.
“Sampai pukul 18.39 WIB, petugas kita masih berusaha memadamkannya. Lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Kita belum tahu berapa luas lahan yang terbakar, karena kita masih fokus memadamkannya,” ujar Martin.
Untuk penyebabnya, tambah Martin, belum diketahui. Apakah itu di sengaja atau memang faktor lainnya. “Yang jelas, sumber api belum kita ketahui,” ucapnya.
Kendati demikian, Martin mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sintang agar tidak membakar sampah di lokasi yang dekat semak belukar dan lahan gambut. Apalagi tanpa tanpa di jaga. Olehkarenanya, masyarakat di Kota Sintang dan kecamatan terdekat apabila mau membakar lahan untuk berkebun diharapkan dapat menghubungi petugas Satpol PP dan Damkar Sintang sebagai bentuk pendampingan. Apabila terjadi kebakaran, maka dapat diambil langkah-langkah pendaman.
“Sepanjang terjangkau kami siap membantu,” pungkasnya. (Dex)