Breaking News
light_mode

PKH Bisa Atasi Kemiskinan

  • calendar_month Jum, 1 Jun 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sintang. Sebab program ini sangat relevan dengan visi pembangunan daerah.

“Jadi program PKH harus kita ambil sebagai peluang untuk mengoptimalkan tingkat kemiskinan di daerah kita,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno, usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PKH 2018, di Balai Ruai Rumah Bupati Sintang, Kamis (31/5).

Menurut Jarot, PKH ini sangat penting, karena antara Camat dengan OPD terkait dan Pendamping dipertemukan dalam rapat ini.

“Perlu koordinasi dan komunikasi agar program-program yang ingin dicapai dapat tepat sasaran, dan Saya yakin pihak keluarga yang mendapatkannya merasa terbantukan,” ucap Jarot.

Ia meminta pihak terkait terus memvalidasi data dan informasi yang relevan, mengecek kembali tahapan-tahapan yang sudah berjalan. “Agar keberhasilan program ini dapat dicapai dengan maksimal,” jelas Jarot.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Perlindungan, dan Jaminan Sosial, Ernawati Sinaga mengatakan, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga atau seseorang miskin dan rentan.

“Syaratnya, terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH,” jelas Ernawati.

PKH ini mempunyai 4 tujuan dasar, yakni:

  1. Meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.
  2. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan miskin.
  3. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, dan
  4. Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarkelompok pendapatan.

Untuk di Kabupaten Sintang, ungkap Erlina, terdapat 72 Pendamping yang tersebar di 14 Kecamatan di Sintang. Berikut rinciannya:

  • Kecamatan Ambalau: 7 Pendamping
  • Kecamatan Binjai Hulu: 2 Pendamping
  • Kecamatan Dedai: 4 Pendamping
  • Kecamatan Kayan Hilir: 7 Pendamping
  • Kecamatan Kayan Hulu: 6 Pendamping
  • Kecamatan Kelam Permai: 3 Pendamping
  • Kecamatan Ketungau Hilir: 5 Pendamping
  • Kecamatan Ketungau Hulu: 7 Pendamping
  • Kecamatan Ketungau Tengah: 8 Pendamping
  • Kecamatan Sepauk: 8 Pendamping
  • Kecamatan Serawai: 5 Pendamping
  • Kecamatan Sintang: 3 Pendamping
  • Kecamatan Sungai Tebelian: 3 Pendamping, dan
  • Kecamatan Tempunak: 4 Pendamping. (Dex)
  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga SK dari Presiden Jokowi untuk Mempawah, Erlina: Manfaatkan untuk Kegiatan Produktif

    Tiga SK dari Presiden Jokowi untuk Mempawah, Erlina: Manfaatkan untuk Kegiatan Produktif

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial, SK Hutan Adat dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) kepada sejumlah daerah di Indonesia. Kabupaten Mempawah menjadi satu di antara penerimanya. SK tersebut diserahkan presiden secara virtual di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (7/1/2021). “Alhamdulillah, saya hari ini bersama rombongan dari […]

  • Soal Batas Desa, Hanya KKU yang Selesai 100 Persen

    Soal Batas Desa, Hanya KKU yang Selesai 100 Persen

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setakat ini, baru Kabupaten Kayong Utara yang sudah menyelesaikan persoalan batas desa di wilayahnya. Kabupaten Kapuas Hulu dan Sambas belum melaporkan ihwal tersebut. “Data yang disampaikan kepada kami hanya KKU yang sudah capai 100 persen. Kabupaten Kapuas Hulu baru 14,75 persen dan Kabupaten Sambas hanya 1,55 persen,” kata H Sutarmidji, saat membuka Rapat […]

  • Isra’ Mi’raj jadi Momentum Penguatan Iman Generasi Muda

    Isra’ Mi’raj jadi Momentum Penguatan Iman Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi peran aktif masjid-masjid dalam menjaga tradisi keislaman dan memperkuat kehidupan religius masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Mempawah, Rahmanudin Wiyono, saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Al Wasilah, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Rabu (14/1/2025) malam. Mewakili Bupati Mempawah, […]

  • Tingkatkan Kepatuhan BU, BPJS Sintang Gandeng Kejaksaan

    Tingkatkan Kepatuhan BU, BPJS Sintang Gandeng Kejaksaan

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sintang, Kamis (8/11/2018) menggelar Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Sintang. Kepala BPJS Cabang Sintang, Idham Kholid mengatakan, kerjasama BPJS Kesehatan dengan Kejaksaan adalah untuk memastikan kepatuhan pemberi kerja mendaftarkan perusahaan dan seluruh karyawannya. Ada tiga hal kepatuhan yang harus dilakukan oleh […]

  • Aklamasi, Syahroni Ketua PFKPM Sampai 2023

    Aklamasi, Syahroni Ketua PFKPM Sampai 2023

    • calendar_month Ming, 29 Apr 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pada Pemilihan Ketua Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kabupaten Sintang 2018-2023 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV di Bapenda Sintang, Minggu (29/4), petahana Syahroni terpilih kembali secara aklamasi. Atas kepercayaan itu, Syahroni mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh Pengurus DPP, DPD dan DPC PFKPM yang telah hadir pada Musda ini. “Segala tahapan Musda telah […]

  • Pasca Kenaikan Iuran BPJS, 800 Peserta JKN-KIS Turun Kelas

    Pasca Kenaikan Iuran BPJS, 800 Peserta JKN-KIS Turun Kelas

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – IURAN BPJS Kesehatan resmi naik sejak per 1 Januari 2020. Kurang lebih 800 peserta memilih turun kelas, karena merasa terbebani saat membayar iuran. Lembaga penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tersebut tidak mempermasalahkan jika ada peserta JKN-KIS yang turun kelas. Malah BPJS Kesehatan Cabang Sintang mengaku siap membantu peserta mandiri jika ada yang […]

expand_less