Breaking News
light_mode

Pj Wako Dukung Generasi Muda Tekuni Desain Grafis

  • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Dunia ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan, tak terkecuali desain grafis. Sektor kreatif ini banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemasaran, media hingga pengembangan produk.

Untuk meningkatkan kompetensi para desainer grafis, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak menggelar pelatihan desain grafis di Hotel Gajah Mada, Selasa (6/8/2024). Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta.

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menjelaskan, desain grafis menjadi aspek penting dalam dunia komunikasi visual untuk mendukung berbagai sektor. Sebut saja pemasaran produk, periklanan, media hingga branding produk tidak terlepas dari desain grafis.

Oleh karena itu, pelatihan yang digelar ini diharapkan menjadi wadah para peserta, khususnya generasi muda, untuk menuangkan ide-ide kreatifnya ke dalam sebuah karya desain grafis.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan karya yang estetis, efektif dalam menyampaikan pesan dan menyebarkan ide-ide kreatif,” ujarnya membuka pelatihan tersebut.

Pelatihan ini merupakan sebuah wujud konkrit dalam upaya pengembangan ekraf oleh Pemkot Pontianak yang berkolaborasi dengan pelaku ekraf, khususnya subsektor desain komunikasi visual.

“Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan teknis dan kapasitas sumber daya manusia para pelaku ekraf di Kota Pontianak,” tutur Ani Sofian.

Pj Wako berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusias terhadap materi yang disampaikan, menggali ilmu dan pengalaman dari narasumber.

“Sehingga peserta dapat mengembangkan kemampuannya dalam menekuni ilmu desain grafis ini,” imbuhnya.

Pemateri Pelatihan Desain Grafis Muhammad Reza Setiawan menekankan pentingnya workshop desain grafis dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan visual.

“Workshop desain grafis memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya visual yang menarik dan efektif,” terangnya.

Reza menambahkan dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar tentang teknik dan alat desain, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang prinsip-prinsip desain yang tengah tren terkini di industri kreatif. Menurutnya, workshop ini sangat bermanfaat bagi pemula maupun desainer yang sudah berpengalaman.

“Workshop ini bisa menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan dan mendapatkan inspirasi baru,” jelasnya. (prokopim/kominfo/LK1) 

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Ismail Terima Sertipikat Aset Milik Pemkab Mempawah

    Pj Bupati Ismail Terima Sertipikat Aset Milik Pemkab Mempawah

    • calendar_month Rab, 11 Des 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Ismail menghadiri acara Penyerahan Sertipikat Tanah Untuk Rakyat di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (11/12/2024). Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Ismail menerima Sertipikat Aset Milik Pemerintah Daerah yang diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ossy Dermawan. Pj Bupati […]

  • Kafilah Pontianak Siap Tampil pada MTQ XXX Kalbar

    Kafilah Pontianak Siap Tampil pada MTQ XXX Kalbar

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengunjungi tempat penginapan Kafilah Kota Pontianak di Fave Hotel Ketapang, Sabtu (5/11/2022). Kedatangannya untuk memastikan kondisi peserta yang akan mengikuti MTQ XXX Tingkat Provinsi Kalbar yang digelar di Ketapang mulai tanggal 5 hingga 11 November 2022. “Alhamdulillah, rombongan kafilah dari kota Pontianak sudah tiba di Kabupaten Ketapang dengan […]

  • Jaga Kekompakan ASN

    Jaga Kekompakan ASN

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Family Gathering yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah diharapkan mampu meningkatkan kebersamaan dan kekompakan para ASN di lingkungan dinas tersebut. “Kami harap kegiatan ini dapat menambah rasa kebersamaan, semangat, dan kinerja kita dalam mensejahterakan masyarakat Mempawah,” ujar Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi menghadiri kegiatan Family Gathering Dinas Pertanian Ketahanan […]

  • Pemkot Pontianak Hapus Denda PBB-P2 Tahun Pajak 2008-2021

    Pemkot Pontianak Hapus Denda PBB-P2 Tahun Pajak 2008-2021

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak menghapus denda Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) masa pajak mulai tahun 2008 hingga 2021. Kepala BKD Kota Pontianak, Amirullah mengatakan, penghapusan denda administrasi ini juga dalam rangka upaya mendorong kepatuhan warga untuk […]

  • Sinto : Pil PCC Belum Masuk Kategori Obat Keras

    Sinto : Pil PCC Belum Masuk Kategori Obat Keras

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh menyatakan bahwa  Pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) tidak termasuk kategori obat keras. Lantaran campuran obat yang terdiri atas paracetamol dan caffeine bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak. “Campuran paracetamol dan caffeine telah banyak diketahui dan diperjualbelikan secara bebas untuk meredakan nyeri. Keduanya tidak berpotensi […]

  • Sebab Literasi Masyarakat Pedesaan Sintang Rendah
    OPD

    Sebab Literasi Masyarakat Pedesaan Sintang Rendah

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Sintang berkisar 43,08 persen atau masuk dalam kategori sedang. Sedangkan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) berada di kategori sangat rendah atau 7,50 persen. Permasalahan ini makin mengkhawatirkan karena belum meratanya kesempatan untuk mengakses bahan literasi yang memadai, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai contoh, orang yang tinggal […]

expand_less