
LensaKalbar- Katarak!. Mendengar penyakit satu ini seakan hidup tanpa cahaya. Katarak penyakit yang dapat mengakibatkan kebutaan total pada penderitanya. Bahkan, angka kebutaan yang terjadi di dunia termasuk di Indonesia paling banyak diakibatkan oleh penyakit ini.
Usia lanjut menjadi salah satu faktor pemicunya. Pada umumnya katarak susah dicegah. Kecuali kebutaan. Operasi katarak adalah solusi paling efektif, paling efisien, dan menimbulkan benefit paling tinggi dari pada tindakan prosedur lainnya. Sehingga orang yang tadinya tidak produktif jadi produktif lagi.
Sayangnya, layanan kesehatan yang disediakan pemerintah (JKN-KIS) belum sepenuhnya memberikan dampak kepada masyarakat.
Andi (49) warga Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang harus menjadi satu di antara peserta bakti sosial “Operasi Katarak” yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Agribusiness and Food.

Kurang lebih satu setengah tahun lalu. Andi menderita penyakit katarak. Rasa kecewanya masih membekas diingatannya sampai hari ini. Operasi katarak yang ingin dilalakukanya tidak membuahkan hasil. Tak ayal program JKN-KIS miilik pemerintah itu, tidak semua masyarakat yang dapat merasakan dampak positifnya.
“Pernah ingin operasi menggunakan BPJS Kesehatan. Tetapi saya kecewa. Karena pergi ke rumah sakit, ujungnya kita malah dirujuk ke klinik. Sementara penyakit katarak kata banyak orang hanya dapat sembuh melalui tindakan operasi,” cerita Andi kepada Lensakalbar.com, Sabtu (15/12/2018), di halaman Rumkit TK IV Pratama.
Olehkarenanya, Andi berterimakasih sekali adanya bakti sosial operasi katarak secara gratis yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Sinarmas. “Terimakasih Banyak Buddha Tzu Chi dan Sinarmas. Mudah-mudahan kegiatan peduli kasih ini ada lagi,” ungkap Andi.
Andi mengaku sangat senang dengan pengobatan atau operasi ini. “Pelayanannya sungguh luar biasa. Mata saya dua-duanya mengalami penyakit katarak. Hari ini dioperasi satu. Mudah-mudahan satunya lagi bisa dilakukan nanti. Berharap bakti sosial seperti ini ada lagi,” ujarnya.
CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang berharap kegiatan baksos operasi katarak ini dapat bermanfaat dan warga penderita katarak dapat sembuh dan hidup sehat serta produktif.
“Ini bentuk CSR perusahaan kita di bidang kesehatan. Program ini rutin dilaksanakan dan dirancang bersama Yayasan Buddha Tzu Chi,” kata Susanto Yang.
Susanto mengaku pihaknya mempunyai motto bahwa dimana pun berada tentu harus memberikan manfaat kepada masyarakat yang ada di sekitar. “Kita memiliki berbagai macam program CSR untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat di bidang kesehatan,” ucapnya.
Menurutnya, porogram bakti sosial kesehatan dan bakti sosial operasi katarak dilakukan secara rutin setiap tahun. Terutama dilakukan di wilayah kerja Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat dengan radius 5 kilometer.
“Kami harus bebas tiga hal dalam semua wilayah kerja kami yaitu bebas katarak, bebas hernia, dan bebas bibir sumbing. Itu sudah kami lakukan bertahun-tahun bersama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.
Setelah melihat perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu, tambah Susanto Yang, Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat melakukan CSR di wilayah kerja di daerah Semitau, Kapuas Hulu. Ternyata begitu banyak masyarakat yang mengalami penyakit katarak.
“Hari ini bertepatan dengan Hari Juang Kartika ke-73. Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Yayasan Tzu Chi, dan Korem 121/Abw melakukan operasi katarak dengan jangkauan yang lebih luas. Ada empat kabupaten sasaranya. Seperti, Sintang, Melawi, Sekadau dan Kapuas Hulu,” terangnya.
Susanto juga sangat mengapresiasi animo masyarakat mengikuti “Operasi Katarak” di Kabupaten Sintang. “Sungguh luar biasa. Banyak sekali masyarakat yang ingin beroperasi, hampir mencapai angka lebih 700 orang. Tetapi, kami screening, karena setiap pasien yang mengikuti operasi harus sehat, tidak boleh ada darah tinggi, kencing manis dan sakit jantung,” jelasnya.
Kemudian dari hasil screening, kata Susanto Yang, terdapat 700 calon peserta. Hanya 238 orang yang bisa dioprasi. Kami juga mendatangkan 9 dokter mata dari Jakarta, 3 dokter umum yang bertugas di wilayah perkebunan perusahaan, dan 2 dokter dari Sintang sendiri.
“Kurang lebih 14 dokter untuk melayani proses operasi mata katarak disini,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Korem (Danrem) 121/Abw Kolonel Inf Bambang Trisnohadi memberikan sebuah penghargaann kepada CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat Susanto Yang atas berlanngsungnya operasi katarak yang bertepatan dengan Hari Juang Kartika ke-73.
“Kita menyambut baik kegiatan baksos pengobatan katarak bagi warga Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu,” ujar Danrem 121/Abw.
Korem 121/Abw, kata Danrem, sudah terlibat sejak awal kegiatan. “Sejak awal kegiatan baksos ini, kita sudah menerjunkan personil untukmencari pasien yang akan diobati dan membantu masyarakat selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Selain itu, ungkap Danrem 121/Abw, untuk mendukung kegiatan baksos operasi katarak pihaknya juga menyediakan sarana dan prasarana medis di Rumkit TK IV Pratama Sintang. (Dex)