LensaKalbar – Banyak pasien persalinan (melahirkan) peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan, karena selama proses persalinan baik secara normal maupun melalui operasi Ceasar.
Pasien Persalinan peserta JKN-KIS benar-benar terbantu dengan adanya layanan kesehatan ini mulai dari tindakan proses melahirkan, opname pasca melahirkan hingga pasien benar-benar dinyatakan pulih.
Artinya tak ada pembatasan biaya atau cost sharing (urun iur) jika memang kondisi secara medis harus caesar. Begitu pula aturan itu tetap berlaku bagi kelahiran anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Jika dilakukan sesuai dengan mekanisme prosedur maka operasi caesar pun ditanggung.
Rekomendasi medis misalnya jika posisi bayi sungsang, gawat janin, pinggul sempit, ketuban pecah atau sebagainya yang dinyatakan perlu mendapatkan penanganan medis yang serius, karena hal ini dapat memengaruhi nyawa sang ibu.
Seperti yang diungkapkan Ida (30) warga Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. Ida merupakan peserta JKN-KIS segmen mandiri kelas II.
“Waktu itu saya memasuki usia kehamilan sembilan bulan saya kembali memeriksakan kandungan saya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, dan atas indikasi medis, dimana ruang panggul saya sempit, saya terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” cerita Ida kepada Lensakalbar.co.id, Selasa (10/3/2020).
Diceritakan Ida, setelah memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan yang dituju, dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi.
“Alhamdulillah, operasi persalinan saya berjalan lancar, anak saya lahir sehat, dan saya pun sudah kembali sehat kembali. Kartu ini sangat saya rasakan manfaatnya, untuk persalinan dengan operasi seperti ini, untuk biaya obat-obatan saya tidak mengeluarkan uang satu rupiah pun ditambah perawatan yang sangat nyaman, saya sangat berterima kasih dengan adanya program ini,” tuturnya.
Program ini sangat membantu, lanjut dia jangan tanyakan berapa biaya yang sudah dibayar untuk Kartu JKN-KIS itu, tapi rasakan mamfaat gotong royong di dalamnya, iuran dari peserta lainnyalah yang telah membantu.
“Kedepannya saya berharap semua masyarakat bisa menjadi peserta JKN-KIS. Saya berharap masyarakat semakin percaya dan ikut serta mendukung demi keberlangsungan program ini karena sangat banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini,” pungkasnya. (Dex)