Breaking News
light_mode

Mempawah Bertekad Jadikan Beras Merah dan Beras Hitam Produk Unggulan

  • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Nasi adalah makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya tidak semua beras sehat dikonsumsi karena menggunakan pestisida. Inilah kenapa ada baiknya  beralih ke beras organik yang pastinya lebih sehat.

Contoh, di Provinsi Kalbar, khususnya Kabupaten Mempawah. Pemerintah daerah setempat saat ini telah berhasil memproduksi beras organik yang sehat dan tanpa pestisida dengan dua jenis varietas, yaitu “Beras Merah dan Beras Hitam”.

Bahkan, pemerintah berupaya mendorong agar kedua variates itu segera memiliki merek atau brand, sehingga dapat dipasarkan.

“Kedepan kita upayakan kedua variates ini punya sertifikasi organik, khususnya untuk beras hitam dan beras merah. Dan mudah-mudahan bisa kita jual ke pasaran lokal dan regional,” ujar Kepala Bappeda Mempawah, Aswin saat ditemui sejumlah awak media di Kecamatan Sadaniang, Selasa (18/2/2020).

Untuk mewujudkan semua itu, menurut Aswin, dibutuhkannya sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, dan Pemerintah Pusat.

“Jadi, kita harapkan adannya sinergitas, khususnya dalam mengembangkan dan memproduksi beras hitam dan beras merah di Sadaniang ini,” katanya.

Bupati Mempawah, Hj Erlina bertekad menjadikan beras merah dan beras hitam sebagai produksi beras unggulan di Kabupaten Mempawah.

“Beras merah dan beras hitam diproduksi dengan sistem organik, jadi lebih sehat, karena tidak ada kandungan pestisida, bahkan saat ini
masyarakat lebih tertarik mengkonsumsi beras merah,” katanya.

Selain itu, Bupati Erlina mengatakan bahwa beras hitam dan beras merah yang diproduksi oleh 6 desa di Kecamatan Sadaniang telah dilirik oleh Dirjen PDT, Samsul Widodo.

Alhamdulillah, produk unggulan beras hitam dan beras merah produksi Sadaniang dilirik Bapak Dirjen PDT Samsul Widodo. Jauh-jauh beliau datang dari Jakarta hanya ingin melihat secara langsung beras merah dan hitam Mempawah, bagaimana kualitasnya dan sistem produksinya. Insyaallah, akan ada pembinaan khusus dari beliau,” ungkapnya.

Bupati Erlina optimis dengan campur tangan Dirjen PDT beras merah dan beras hitam produksi Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah dapat dikemas dengan baik kedepannya.

Menurutnya, sejauh ini Dirjen PDT telah berhasil membina produksi pertanian dan perkebunan di beberapa daerah dan sukses meningkatkan nilai jual dan mengekspor produknya hingga beromset puluhan miliar rupiah.

“Tentunya juga perlu kerja sama, niat, dan semangat yang kuat dari para petani dan pemangku kebijakan di sekitarnya. Insyaallah, Mempawah bisa… !,” pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Generasi Muda Berkarya dan Berprestasi

    Dorong Generasi Muda Berkarya dan Berprestasi

    • calendar_month Ming, 31 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Generasi muda harus mampu berkarya dan berprestasi, terutama di bidang olahraga. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi ketika menghadiri HUT ke- 7 Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (31/7/2022). “Kita harap rangkaian kegiatan HUT Lamtamal ini dapat melahirkan bibit – bibit baru dari […]

  • Yanieta Bangga Lihat Hasil Kerajinan Karya Disabilitas

    Yanieta Bangga Lihat Hasil Kerajinan Karya Disabilitas

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebanyak 19 produk kerajinan tangan karya penyandang disabilitas dipamerkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak. Produk kerajinan tersebut merupakan karya pengrajin disabilitas yang telah mengikuti pelatihan berbasis life skill. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengungkapkan penyandang disabilitas pada hakikatnya mampu berdaya dan berkarya setara dengan orang pada umumnya jika […]

  • Memenuhi Syarat, 117 Peserta Ikuti Tes Seleksi P3K

    Memenuhi Syarat, 117 Peserta Ikuti Tes Seleksi P3K

    • calendar_month Sen, 25 Feb 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Test seleksi penerimaan pegawai pemerintah dan perjanjian kerja (P3K) tahap satu telah selesai dilaksanakan.  Tercatat 117 peserta yang mengukitinya. 98 tenaga pendidik dan 19 tenaga penyuluh pertanian. Dalam tahap penerimaan P3K KemenPAN-RB telah memberikan jatah formasi untuk Sintang sebanyak 224. Tapi sampai batas waktu pendaftaran berakhir, hanya ada 117 yang mendaftar. Sementara Pemerintah […]

  • Bagikan 2.818 Al-Quran
    OPD

    Bagikan 2.818 Al-Quran

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Sintang siap menyalurkan 2.818 eksemplar Al-Quran hasil sumbangan donatur ke 165 titik. Ihwal tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi buta aksara Al-Qur’an di kabupaten itu. Ketua ICMI Orda Sintang, Kurniawan mengatakan bahwa lebih dari 60 persen umat Muslim di Indonesia masih belum bisa membaca Al-Quran atau […]

  • Tepis Isu LPG 3 Kg Langka, Pertamina dan ACL Gelar Operasi Pasar

    Tepis Isu LPG 3 Kg Langka, Pertamina dan ACL Gelar Operasi Pasar

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – PT Pertamina (Persero) bersama Pangkalan Aneka Cipta Lestari (ACL), Kamis (7/9), menggelar operasi pasar (OP) LPG  3 Kg  di beberapa titik di wilayah Kabupaten Sintang.  Ini sebagai upaya menjamin pasokan dan agar tidak terjadi kelangkaan LPG 3 Kg. “Ada 560 tabung yang dijual hari ini,” kata Pemilik Pangkalan Aneka Cipta Lestari, H. Edy […]

  • Produktivitas Karet Menurun

    Produktivitas Karet Menurun

    • calendar_month Kam, 30 Nov 2017
    • 2Komentar

    LensaKalbar – Curah hujan dengan intensitas tinggi belakangan terakhir melanda sejumlah wilayah Bumi Senentang, sehingga dikhawatirkan akan berimplikasi terhadap penurunan produktivitas karet petani. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi mengkhawatirkan, kondisi cuaca yang melanda saat ini akan mempengaruhi perekonomian petani karet di Kabupaten Sintang. “Inikan musim hujan. Petani karet sudah jelas kondisi ekonominya pasti menurun, karena […]

expand_less