MABT Pilar Harmoni dan Mitra Strategis Pemerintah
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Mempawah, Erlina, menegaskan peran strategis Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia sebagai pilar penjaga harmoni dan mitra pemerintah dalam merawat keberagaman. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus MABT Indonesia masa bakti 2025–2030 di Lotus Ballroom, Novotel Hotel Pontianak, Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Erlina menekankan bahwa organisasi berbasis etnis dan budaya memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.
Menurut Bupati Erlina, MABT bukan hanya wadah pelestarian adat dan tradisi, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mempererat persatuan.
“MABT memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga warisan leluhur, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam merawat keberagaman, baik di Indonesia maupun khususnya di Kabupaten Mempawah. Budaya adalah kekayaan yang sangat berharga,” ujar Bupati Erlina.
Bupati Erlina juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, khususnya kepada Suyanto Tanjung yang dipercaya memimpin MABT Indonesia.
Olehkarenanya, Bupati Erlina berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan akar tradisi.
Lebih lanjut, Bupati Erlina menegaskan bahwa pemerintah memandang MABT sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, toleran, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah dan organisasi budaya, katanya, akan memperkuat fondasi pembangunan, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan peradaban.
“Pemerintah memandang MABT sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, toleran, dan berdaya saing. Sinergi ini akan memperkuat fondasi pembangunan,” ujar Bupati Erlina.
Bupati Erlina mengajak seluruh anggota MABT untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong serta memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi budaya lainnya guna menciptakan suasana daerah yang aman dan kondusif.
“Indonesia adalah rumah besar bagi kita semua. Saya berharap MABT dapat menjadi contoh dalam moderasi dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, termasuk di Kabupaten Mempawah. Mari bersama-sama membangun daerah dengan semangat keberagaman,” kata Bupati Erlina.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Erlina turut menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Ia mengimbau agar perayaan Imlek dan Cap Go Meh dilaksanakan secara sederhana dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, terlebih karena tahun ini perayaan tersebut beriringan dengan datangnya Bulan Suci Ramadan.
“Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh beriringan dengan datangnya Bulan Suci Ramadan. Ini menjadi momentum yang indah untuk menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan toleransi di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah,” pungkas Bupati Erlina.
Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama serta penampilan atraksi budaya tradisional yang menandai dimulainya babak baru kepengurusan MABT Indonesia masa bakti 2025–2030. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar