Breaking News
light_mode

Lewat Rumah Kopi, Bupati Jarot Kenalkan Bukit Kelam Kepada Slank

  • calendar_month Ming, 2 Des 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Ketika memijakan kakinya di Bumi Senentang. Grup band legendaris “Slank” pun bersilaturahmi di Rumah Kopi Bupati Sintang, Minggu (2/12/2018).

Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno. Diskusi antara musisi dan pejabat politik itupun terasa hangat. Apalagi, saat orang nomor satu di Bumi Senentang itu, memperkenalkan Bukit Kelam sebagai destinasi wisata Kabupaten Sintang.

“Ini adalah Bukit Kelam (Bukit Batu).  Bukit ini terbesar di dunia setelah Ayers Rock Australia,” ucap Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Seperti diketahui, Rumah Kopi adalah tempatnya Bupati Jarot melepas lelahnya usai menjalankan tugasnya sehari-hari. Uniknya, siapa pun yang berkunjung akan terhipnotis dengan panorama alam yang disajikan Bukit Kelam.

Selesai memperkenalkan Bukit Kelam kepada Slank. Jarot pun berbagi cerita dan pengetahuannya tentang kopi. Jarot yang juga salah satu penikmat kopi bertekad ingin memiliki trend kopi asli Sintang.

Perbicangan antara bupati dan musisi pun semakin panjang. Terlebih, saat ini grup band legendaris itu sedang terjun di dunia usaha dengan mendirikan brand “SlanKopi”. Terpusat di ibu kota Jakarta.

“Kita ada buka Cafe “SlanKopi”. Sementara hanya ada di Jakarta,” ucap Bimbim Slank.

Sebelum bertolak ke Istana Al-Mukarramah Sintang. Grup Band Slank memberikan Bupati Jarot secangkir kopi yang sudah dikemas dengan brand “SlanKopi”.

Apa kesan Slank saat berada di Sintang?

Bimbim Slank pun menilai Sintang adalah kota yang sangat keren. Apalagi Sintang memiliki destinasi wisata yang sangat menjanjikan. Seperti Bukit Kelam (Bukit Batu) yang sudah diperkenalkan Bupati Sintang kepadanya.

Sayanganya, Bukit Kelam belum terekspose secara luas baik itu Nasional maupun Internasional. Padahal, Bukit Kelam merupakan bukit terbesar di dunia setelah Ayers Rock Australia.

Olehkarenanya, Bimbim Slank mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk mengekspose keluar destinasi wisata yang ada, melalui media sosial (Medsos).  “Sekarang ini eranya media sosial. Jadi, ayo sama-sama kita kenalkan destinasi wisata yang ada di Sintang ini melalui media sosial,” ajaknya.

Bimbim menawarkan dua pilihan agar Sintang dapat dilihat banyak orang. “Terserah mau eskposenya seperti apa.  Kalau mau cepat dilihat dan dikenal banyak orang ada dua pilihan. Pertama ekspose gambar atau video yang bagus banget atau yang norak. Kedua pilihan itu saya nilai sesuatu yang tepat untuk dilihat banyak orang di media sosial,” tutupnya.  (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mempawah Terima 2.000 Vaksin Sinovac

    Mempawah Terima 2.000 Vaksin Sinovac

    • calendar_month Rab, 13 Jan 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalbar mengirimkan 2.000 vaksin Covid-19 ke Kabupaten Mempawah, Rabu (13/1/2021). Pengiriman vaksin itu mendapat pengawalam ketat dari pihak kepolisian. 2.000 vaksin pun disimpan di Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Mempawah. “Vaksin ini sudah kita simpan di tempat yang aman, yakni cool chain. Langkah awal, […]

  • Luar Biasa! Bupati Karolin Hadir Ditengah Korban Banjir

    Luar Biasa! Bupati Karolin Hadir Ditengah Korban Banjir

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa rela basah, meski menyingsing celana panjangnya hingga di bawah lutut, menerobos banjir setinggi betis orang  dewasa, guna menyerahkan bantuan beras kepada 100 Kepala Keluarga (KK) di Desa Kersik Belantian, Kecamatan Jelimpo. “Selain menyerahkan bantuan berupa beras, kami juga menginventarisir kerugian lahan pertanian. Untuk diajukan ke Provinsi, agar […]

  • RSUD Ade M Djoen Kewalahan Tangani Pasien Covid-19
    OPD

    RSUD Ade M Djoen Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr Rossa Trifina mengaku kewalahan dalam menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya, hari ke hari pasien terus bertambah. dr Rossa Trifina juga mengaku kekurangan tenaga kesehatan untuk menangani lonjakan kasus Covid-19. Sebab, 68 tenaga kesehatan masih dalam perawatan, karena terinfeksi virus ini. Sedangkan tenaga kesehatan yang menjalani […]

  • 17 Desa di Serawai Akan Masuk Kecamatan Tontang
    OPD

    17 Desa di Serawai Akan Masuk Kecamatan Tontang

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kecamatan Serawai akan dimekarkan menjadi Kecamatan Tontang. Perihal inipun diungkapkan Camat Serawai, Nopeka ketika ditemui Lensakalbar.co.id di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (16/10/2024). Ke depannya, kata Nopeka, Kecamatan Serawai hanya memiliki 21 desa saja. Sedangkan 17 desanya akan masuk ke Kecamatan Tontang. “Total jumlah desa di Kecamatan Serawai semuanya ada 38 desa, karena akan […]

  • Zero PETI? Rayendra: Buktikan Donk, Jangan Hanya Wacana!

    Zero PETI? Rayendra: Buktikan Donk, Jangan Hanya Wacana!

    • calendar_month Sen, 8 Okt 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Zero PETI?. Sepertinya program tersebut bagus terdengar ditelinga. Sayangnya, program tersebut sekedar wacana dan rencana yang digalakkan oleh aparat penegak hukum. Buktinya, sepanjang Sungai Kapuas di Kabupaten Sintang masih ditemukan ratusan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kondisi ini tentu mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di pesisir sungai. “Programnya… bagus kalau Zero PETI. […]

  • Tingkatkan Kesadaran Warga Patuhi Kawasan Tanpa Rokok

    Tingkatkan Kesadaran Warga Patuhi Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mendorong komitmen lintas sektoral untuk memperkuat penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Ia mengatakan, KTR mengatur tempat dilarangnya merokok. “Artinya bukan berhenti merokok, tetapi tentukan titik tertentu, area dilarang merokok,” paparnya, usai membuka Lokakarya Lintas Sektor Implementasi Penegakan Perda No […]

expand_less