LensaKalbar – Pemilu 2019 menyisakan kisah-kisah menarik untuk dikulik. Belakangan, banyak beredar kabar mengenai kelakuan-kelakuan caleg gagal ke parlemen.
Setelah sekian banyak dana dan usaha dikeluarkan serta dihabis-habiskan, nyatanya harapan menang masih sekadar angan saja. Kondisi kekalahan tersebut tak jarang berujung pada kondisi kejiwaan caleg yang terganggu. Bahkan, sebagian besar mengakibatkan depresi dan stres.
Ditambah lagi, keruntuhan kondisi ekonomi akibat dana besar yang digunakan untuk kampanye sehingga caleg punya utang di mana-mana.
Ada yang menerimanya dengan lapang dada, ada pula yang tidak terima dengan perolehan suara yang jauh dari harapan.
Berbagai cerita lucu hingga cerita tragis pun tak terhindarkan. Namun tak disangka, cerita mengharukan pun juga dialami caleg yang lolos menjadi bagian dari parlemen.
Salah satunya dialami oleh seorang caleg di Kabupaten Sintang, khususnya daerah pemilihan (Dapil) Sintang 5, Serawai – Ambalau.
Uniknya, berangkat dari pekerjaan yang biasa saja, kini ia bisa berbangga hati karena lolos menjadi anggota parlemen.
Namanya Kusnadi (36), warga Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Sehari-hari, ia bekerja sebagai penjaga malam Bank Kalbar di Kecamatan Serawai.
Kusnadi telah berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Kabupaten Sintang dalam pencoblosan Pemilu 2019 pada 17 April lalu.
Pria kelahiran 10 Oktober 1983 inipun tidak menyangka akan berhasil lolos di DPRD Kabupaten Sintang karena awalnya ia sempat diremehkan banyak orang. Hal itu mengingat bagaimana pekerjaannya hanya seorang penjaga malam.
Belum lagi, Kusnadi harus menghadapi lawan politik yang kuat dan ketokohan maupuan finansial yang jauh dari kemampuan dirinya sendiri. Ternyata hal tersebut tidak menjamin keberhasilan untuk lolos dalam nyaleg.
Dengan modal keyakinannya yang kuat dan selalu berusaha agar bisa meraih impiannya untuk duduk di kursi parlemen. Kusnadi pun berserah diri kepada Allah SWT.
Dari hasil penghitungan suara pleno terbuka tingkat kabupaten pada Selasa (7/5/3019) lalu, ia berhasil memperoleh 2.065 suara dan menghantarkannya menjadi anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang 5 yang meliputi Kecamatan Serawai dan Ambalau.
Sosok Kusnadi membuktikan kepada kita semua, bahwa orang kecil yang tidak memiliki apa-apa bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk membangun bangsa dan negara yang di cintai ini. Meskipun dipandang sebagai sampah sekalipun setiap warga negara Indonesia tetap memiliki hak yang sama.
“Orang kecil bukan berati tidak memiliki kesempatan. Dan Tidak semua perjuangan itu diukur dengan finansial. Karena perjuangan kami ini dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kami jalani dengan ikhlas dan alhamdulillah (lolos),” ucap Kusnadi ketika berbincang dengan Lensakalbar.com, Kamis (9/5/2019).
Kusnadi merasa senang dan bangga terhadap dirinya. Sebab apa yang di cita-citakannya selama ini terwujud. Meskipun sebagian besar keluarganya tidak mendukung pencolanannya sebagai caleg.
“Alhamdulillah senang sekali. Senangnya itu karena ada dukungan orangtua dan istri yang begitu full memberikan semangat dan antusiasme kepada saya. Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga karena perjuangan ini tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang diharapkan,” kata Kusnadi.
Selama tahapan Pemilu 2019 dimulai, Kusnadi mengaku hanya ditemani oleh teman-teman yang berasal dari kaki lima. Tidak ada elit politik pun yang membimbingnya.
“Ada 30 orang teman saya. Mereka semua tidak tahu politik, tidak tahu strategi pemenangan. Mereka hanya mnemani saya kesana dan kesini untuk bersilaturahmi dengan warga di Kecamatan Serawai dan Ambalau,” aku-nya.
Pasca pencoblosan dan penghitungan suara tingkat TPS dan PPK, Kusnadi merasa bingung dengan perolehan suaranya. Sebab dirinya tidak menduga akan berhasil lolos ke parlemen.
“Awalnya tidak menduga sama sekali bisa lolos. Tapi ini kembalikan lagi kepada Allah SWT, mungkin ini memang sudah jalannya dengan memberikan amanah ini kepada saya,” katanya.
Setelah dilantik dan resmi menjadi anggota legislatif di DPRD Sintang, Kusnadi akan membawa perubahan untuk wilayahnya. Amanah rakyat yang dititipkan kepadanya 90 persen menginginkan suatu perubahan. Terutama persoalan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, pendidikan, dan kesehatan.
“Segala aspirasi rakyat akan saya tampung dan perjuangkan. Karena aspirasi rakyat harus kembalinya ke rakyat, bukannya menyerap aspirasi secara pribadi,” tegasnya.
Olehkarenanya, Kusnadi mohon doa dan bimbingan kepada seluruh masyarakat, khususnya Dapil Sintang 5 (Serawai-Ambalau,red) dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat mendatang.
“Kalau saya keliru dan salah dalam menjalankan tugas saya, tolong tegur saya dan ingatkan saya. Jangan biarkan saya jalan sendiri. Saya dari orang kalangan bawah yang tidak punya apa-apa. Berkat dukungan dan kepercayaan rakyat lah saya sekarang bisa sampai ke titik ini,” ungkapnya.
Satu di antara teman Kusnadi, Zamani juga tidak menyangka bahwa temannya bisa berhasil meraih suara banyak dan lolos dalam pertarungan caleg. Sebab keseharian Kusnadi dimata Zamani hanya seorang penjaga malam. Ternyata ini membuktikan kepada kita semua bahwa status, golongan dan finansial ternyata tidak menjadi tolak ukur untuk meraih suatu kemenangan dan kesuksesan seseorang.
“Contohnya Kusnadi ini. Hanya penjaga malam yang ikut terjun ke dunia politik, yang akhirnya berhasil masuk ke parlemen. Saya sebagai temannya sangat bangga sekali,” ujarnya.
Menurut Zamani tidak hanya dirinya yang menyangka bahwa Kusnadi lolos ke parlemen. Teman lainnya pun juga merasakan hal yang serupa.
“Jangankan saya, yang lain pun tidak menyangka beliau bisa duduk dan terpilih. Tapi itulah kehendak Allah SWT,” ucapnya.
Sosok sederhana dan dikenal dekat dengan semua kalangan masyarakat, kata Zamani, mungkin menjadi daya tarik tersendiri buat Kusnadi dimata sebagian masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, cerminan kesederhanaan itulah menjadi alasan masyarakat untuk mendorong penjaga malam ini untuk dapat melenggang ke parlemen dan menjadi legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang.
“Orangnya memang baik dan tidak pernah berbuat yang aneh, ini dan itu,” ungkapnya.
Terpisah, Wakil Ketua I DPC PKB Sintang, Chomain Wahab membenarkan bahwa ada kadernya yang berasal dari kalangan bawah lolos ke parlemen pada Pemilu 2019. Dia adalah “Kusnadi”. Kesehariannya diungkap Chomain hanya penjaga malam Bank Kalbar di Kecamatan Serawai.
Awalnya, kata Chomain, yang bersangkutan pesimis untuk nyaleg. Namun setelah diberikan motivasi dari internal partai. Akhirnya bersedia.
Chomain mengucapkan selamat kepada Kusnadi yang sudah dapat lolos ke parlemen. Pesannya tidak banyak, salah satunya selalu perhatikan kontituen dan rangkul lawan politik lainnya.
“Saya harap Kusnadi tetap menjadi dirinya sendiri, dan selalu tetap rendah hati. Karena Kusnadi dikenal oleh masyarakat dengan kesederhanaannya dalam bergaul,” pesannya.
Chomain yang juga Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sintang menyebutkan bahwa pesta demokrasi pada Pemilu 2019, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Sintang berhasil mendudukan 4 kadernya di kursi DPRD Sintang. Dan satu kursi untuk DPRD Provinsi Kalbar.
“4 kursi itu tersebar di Dapil Sintang 2, Sintang 4, Sintang 5, dan Sintang 6. 1 kursi Dapil 7 khsusnya DPRD Provinsi Kalbar,” pungkasnya. (Dex)