LensaKalbar – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Mempawah memastikan salah satu program unggulan di era pemerintahan Bupati Erlina dan Wakil Bupati M Pagi yakni “Smart City dan Smart Village” di launching pada 14 April 2020 mendatang.
“14 April kita launching, tapi ini bukan akhir dari program melainkan pondasi awal dari smart city dan smart village,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Mempawah, Rudi saat ditemui sejumlah awak media di Kecamatan Sadaniang, Selasa (18/2/2020) lalu.
Rudi berpendapat bahwa smart city dan smart village merupakan layanan publik dengan sistem digitalisasi. Kedua program itu dinilai dapat meningkatkan efektivitas dan kemudahan pelayanan masyarakat dengan sistem berbasis teknologi.
“Kita ada kurang kebih 10 sampai 11 aplikasi yang sudah siap di launching pada 14 April nanti,” tuturnya.
Menurut Rudi, syarat utama smart city dan smart village adalah infrastruktur dasarnya. Kedua seluruh layanan publik di masing-masing OPD sudah berbasis digitalisasi.
Rudi mengakui bahwa ada beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah sudah menerapkan sistem digitalisasi. Contoh di bagian perencanaan, keuangan, dan persizinan, semuanya sudah digitalisasi.
“Jadi, 14 April itu kita baru mulai ya, dan ini tahap pertamnya smart city dan smadt village, selanjutnya kita berporses,” ungkap Rudi.
Selain itu, kata Rudi, ada 13 desa di Kabupaten Mempawah yang sudah siap menerapkan pelayanan publik dengan sistem digitalisasi.
“Dari 60 desa, data yang kita peroleh baru 13 desa yang sudah siap menjalankan prgram smart village. Saya sudah sampaikan ke ibu , kita tidak usah maksakan 60 desa, berapa pun desa yang sudah siap kita jalan dulu, sisannya menyusul. Artinya, tahun 2020 kita mulai dengan 13 desa dulu,” pungkasnya. (Dex)