Festival Tanglong 2026, Simbol Kegembiraan Sambut Malam Lailatul Qadar
- calendar_month Sel, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi secara resmi membuka Festival Tanglong Tahun 2026 di Taman Kuala Mempawah, Selasa (10/3/2026).
Festival tersebut menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menampilkan berbagai tanglong berwarna-warni hasil kreativitas masyarakat.
Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk syukur dan harapan dalam menjemput malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar.
Dalam sambutannya, Wabup Juli Suryadi menegaskan Festival Tanglong memiliki nilai lebih dari perayaan budaya. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di penghujung Ramadan.
“Festival Tanglong yang dilaksanakan pada 10 hingga 14 Maret 2026 ini merupakan simbol kegembiraan dalam menyambut malam yang lebih baik dari seribu bulan. Cahaya tanglong yang beraneka bentuk mencerminkan harapan agar daerah kita selalu diterangi keberkahan dan kedamaian,” ujar Wabup Juli.
Menurut Wabup Juli, tanglong yang dibuat dari bambu dan kertas oleh para peserta juga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat. Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan serta diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Meski berlangsung meriah, pemerintah daerah tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadan. Penonton dan peserta pawai juga diimbau menjaga ketertiban, khususnya di jalan raya, agar kegiatan berlangsung aman dan lancar.
“Saya berpesan, jangan sampai kemeriahan festival ini membuat kita melupakan ibadah utama. Mari kita jaga ketertiban bersama demi suksesnya acara ini,” kata Wabup Juli.
Festival Tanglong 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Mempawah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Mempawah Timur, Lurah Pasir Wan Salim, Kepala Desa Pasir Panjang, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar