Beranda Headline Duh, Tercatat 40 Peristiwa Kebakaran di Sintang

Duh, Tercatat 40 Peristiwa Kebakaran di Sintang

Petugas Damkar Sintang ketika berusaha menjinakkan api yang menghanguskan Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang, Kamis (27/7/2018) lalu.

LensaKalbar – Sejak Januari hingga Agustus 2018. Tercatat 40 peristiwa kebakaran di Kabupaten Sintang. Rata-rata penyebabnya adalah konsleting listrik dan faktor alam.

40 peristiwa kebakaran itupun dibagi tiga kategori. Pertama kebakaran rumah, ruko, dan hutan dan lahan.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • 14 Peristiwa Kebakaran Rumah
  • 11 Perstiwa Kebakaran Rumah Toko (Ruko)
  • 20 Persitiwa Kebakaran Hutan dan Lahan

“Data tersebut berdasarkan catatan persitiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Sintang, sepanjang Januari-Agustus 2018,” kata Kasi Pencegahan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Sintang, Yudius, Jumat (23/11/2018).

Untuk tahun ini, kata Yudius, angka kebakaran hutan dan lahan lebih meningkat dibandingkan dengan kebakaran rumah. Olehkarenanya, Damkar Sintang terus berupaya meminimalisir angka peristiwa tersebut. Upaya yang dilakukan pun dengan intens melakukan penyuluhan kepada masyarakat hingga ke pihak sekolah.

“Kita mengimbau agar masyarakat selalu waspada sejak dini. Terus perhatikan kabel listrik yang ada di rumah maupun di ruko. Jika sudah tidak dalam kondisi baik. Segera diganti kabel itu dengan yang baru. Sehingga tidak terjadi konsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

Damkar Sintang, kata Yudius, mengalami beberapa kendala saat melakukan upaya pemadaman. Contohnya ketika ada peristiwa kebakaran, listrik dari PLN belum dimatikan.

“Tentunya kita belum bisa melakukan penyemprotan,” kata Yudius.

Sementara, untuk armada penanganan kebakaran rumah dan pemukiman dinilai belum cukup. Sebab pihaknya hanya memiliki 4 unit mobil tangki dan Ester Supplay dan 2 unit armada Hilux yang diperuntukan untuk angkutan peralatan dan personil pemadam. Kondisinya pun sudah cukup tua.

“Ada armada pembuatan tahun 1992,” ungkapnya.

Meskipun demikian, tambah Yudius, dalam penanganan persitiwa kebakaran di Kabupaten Sintang, pihaknya juga dibantu oleh pemadam swasta. Seperti, Yayasan Busera Sintang, Yayasan Gotong Rumah Nanga Sepauk dan di Serawai.

“Idealnya damkar Sintang harus memiliki 6 sampai 8 unit armada pemadaman kebakaran,” pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here