Breaking News
light_mode

Bupati Ajak OPD Dukung 10 Program Pokok PKK dan Upaya Penurunan Stunting

  • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memberikan dukungan nyata terhadap pelaksanaan 10 program pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Bupati Sintang menekankan pentingnya dukungan anggaran dan sinergi program agar seluruh kegiatan PKK dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Bupati Sintang, tanpa dukungan anggaran yang memadai, pergerakan dan implementasi program PKK akan mengalami banyak kendala.

Olehkarenanya, Bupati Sintang meminta agar OPD tidak hanya melihat PKK sebagai organisasi pendamping, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial kemasyarakatan yang harus didukung penuh.

“PKK memiliki 10 program pokok yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Tanpa dukungan anggaran, PKK bakal sulit untuk bergerak menjalankan program. Untuk itu, saya minta kepada para pimpinan OPD untuk dapat menyesuaikan program-program PKK dengan kegiatan di OPD masing-masing agar bisa berkolaborasi secara sinergis,” ujar Bupati Sintang.

Lebih lanjut, Bupati Sintang menyampaikan bahwa sinergi antara PKK dan OPD akan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Integrasi program antara instansi teknis dengan gerakan PKK akan mempercepat pencapaian target pembangunan, khususnya dalam isu-isu strategis seperti pencegahan stunting, penguatan pendidikan anak usia dini, serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan.

Senada dengan Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang, Ny. Hermina Bala, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sintang Periode 2025–2030, menegaskan pentingnya sinergi antara PKK dan perangkat daerah.

Karena itu, iapun berharap OPD dapat membuka ruang kolaborasi dan mendukung pelaksanaan program-program PKK, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat.

“PKK dan Tim Pembina Posyandu siap berkolaborasi untuk membantu menurunkan dan mencegah angka stunting di Kabupaten Sintang. Tumbuh kembang anak sangat penting diperhatikan karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Saya harap seluruh pengurus PKK di berbagai tingkatan dapat aktif menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara maksimal,” pungkas Ny. Hermina Bala. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Peserta JKN-KIS, Zulkarnaen Raih Manfaat Jutaan Rupiah

    Jadi Peserta JKN-KIS, Zulkarnaen Raih Manfaat Jutaan Rupiah

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tak ada satu pun orang yang mau menderita sakit, apalagi harus menjalani pengobatan yang lama. Selain merasa tersiksa fisik, rugi waktu karena tidak bisa menjalani aktivitas, bahkan bisa menguras tabungan untuk biaya pengobatan yang sangat mahal. Bagi keluarga yang kondisi ekonominya pas-pasan, sangat rentan menjadi miskin karena terpaksa menjual harta benda demi untuk […]

  • JKN-KIS Solusi Kesehatan Keluarga

    JKN-KIS Solusi Kesehatan Keluarga

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Manfaat yang dihadirkan dari penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah terbukti dapat membantu masyarakat. Bukan hanya kemudahan mengakses layanan kesehatan, namun dengan hadirnya Program JKN-KIS, mereka sudah tidak dibuat khawatir akan biaya pengobatan. Dengan telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, seluruh biaya pengobatan akan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Hal […]

  • Jangan Sembarangan Keluarkan Dokumen Kependudukan!

    Jangan Sembarangan Keluarkan Dokumen Kependudukan!

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, Surtarmidji menegaskan, kepada 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalbar agar bisa lebih ketat dalam mengeluarkan administrasi kependudukan. langkah itu dinilainya penting dalam mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, salah satunya adalah menekan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Menurut saya, akar permasalahan dari TPPO yang terjadi di Kalbar terletak pada dokumen […]

  • Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Jarot: Rp1.8 Miliyar Kita Keroyokan

    Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Jarot: Rp1.8 Miliyar Kita Keroyokan

    • calendar_month Sen, 10 Sep 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Rencana pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an, Panti Asuhan Yatim Piatu, dan Dhuafa Muhammadiyah Sintang akan menelan biaya Rp1.8 Miliyar. Olehkarenanya, Bupati Sintang, Jarot Winarno  optimis rencana pembangunan tersebut dapat terealisasi sesuai dengan waktu yang ditentukan. Apalagi kalau kita lakukan secara kroyokan. “1.8 Miliyar bisalah kita kroyok ramai-ramai agar dananya bisa tercukupi sesuai target, karena […]

  • Midji-Norsan Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Ini Pesannya

    Midji-Norsan Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Ini Pesannya

    • calendar_month Sen, 11 Mar 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Sutarmidji – Ria Norsan Pemerintah melantik tiga pejabat eselon II di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (11/3/2019). Adapun pejabat eselon II yang dilantiknya, adalah: HM Aminuddin sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalbar Ahi MT sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Moses Tabah sebagai […]

  • Selain Malas Ditanam, Petani Bingung Akses ke Pangsa Pasar

    Selain Malas Ditanam, Petani Bingung Akses ke Pangsa Pasar

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kendati Sintang memiliki luas wilayah yang sama dengan Provinsi Jawa Barat, tetap saja masih ada yang kurang di mata Bupati Sintang, Jarot Winarno. Terutama, soal luas lahan persawahan dan minimnya petani melakukan tanam. Tentunya, berdampak pada hasil tanam. “Kurang luas ya, bahkan belum semuanya bisa panen 2 sampai 3 kali dalam setahun. Kita […]

expand_less