Breaking News
light_mode
OPD

Bapenda Atur Ulang Strategi untuk Tingkatkan PAD

  • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi menyampaikan bahwa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu mengatur ulang strategi dalam meningkatkan PAD Tahun 2021 ini.

Ia mengatakan, Bupati Sintang saat penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Bank Kalbar menyampaikan bahwa PAD sangat menentukan banyak hal bagi suatu daerah. Bank Dunia menyatakan bahwa otonomi daerah dianggap berhasil jika PAD suatu daerah bisa diatas 20 persen dari APBD.

“Di Sintang rata-rata setiap tahun, sumbangsih PAD kita terhadap APBD hanya sekitar 8,35 persen. Artinya masih jauh dari standar yang ada. Maka kami akan melakukan optimalisasi dalam mengumpulkan pendapatan daerah. Bappenda Kabupaten Sintang diberikan tugas untuk mengelola pajak daerah pada 11 jenis pajak daerah. Selain itu, dikelola oleh 12 OPD yang lain,” terang Abdul Syufriadi, Selasa (23/3/2021).

Ia juga memaparkan target dan realisasi masing-masing OPD di tahun 2020. Bappenda ditargetkan mendapatkan Rp 39 miliar, teralisasi Rp 32 miliar atau 80 persen. “Ada dua sumber pajak yang tidak terpenuhi oleh kami yakni pada PBB hanya 96 persen dan  BPHTB hanya 40 persen,” ungkapnya.

Kemudian, Dinas Kesehatan ditargetkan mendapatkan PAD Rp 18 miliar, terealisasi 21 miliar atau melampaui target. Dinas Lingkungan Hidup menargetkan mendapatkan Rp 400 juta terealisasi 204 juta atau 51 persen. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ditargetkan Rp 40 juta terealisasi Rp 38 juta atau 95 persen.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menargetkan mendapatkan Rp 500 juta terealisasi 614 juta atau melampaui target. Dinas Pemuda, Olaharga dan Pariwisata menargetkan mendapatkan Rp 100 juta terealisasi hanya 74 juta. Dinas Komunikasi dan Informatika menargetkan mendapatkan Rp 520 juta terealisasi Rp 687 juta.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menargetkan Rp 350 juta terealisasi Rp 628 juta. Sekretariat Daerah menargetkan Rp 174 juta terealisasi 84 juta. RSUD AM Djoen Sintang menargetkan Rp 60 miliar terealisasi Rp 55 miliar. Disperindagkop dan UKM menargetkan Rp 832 juta terealisasi 924 juta. BPKAD menargetkan Rp 28 miliar terealisasi Rp 22 miliar. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyik…Tahun Ini 13 Kecamatan Dibantu Satu Set Alat Pemadam Kebakaran

    Asyik…Tahun Ini 13 Kecamatan Dibantu Satu Set Alat Pemadam Kebakaran

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – 13 kecamatan yang berada di luar Kecamatan Sintang dipastikan bakal mendapatkan bantuan satu set alat pemadam kebakaran. Langkah itu dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam mengantisipasi peristiwa kebakaran rumah padat penduduk dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Tahun ini kita berikan bantuan untuk 13 kecamatan yang berada di luar Sintang,” kata Kasat […]

  • Bangkitnya Ekonomi di Pontianak

    Bangkitnya Ekonomi di Pontianak

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa mengandalkan aktivitas perekonomian sebagai motor penggeraknya. Meski sempat dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun lalu, geliat perekonomian ibukota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini mulai kembali bergairah. Bahkan berbagai festival dan konser musik hampir secara beruntun digelar di Pontianak. Satu di antara festival yang banyak menyedot pengunjung adalah […]

  • Mempawah Komitmen Jaga Ketersedian dan Stabilitas Harga Sembako

    Mempawah Komitmen Jaga Ketersedian dan Stabilitas Harga Sembako

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi memastikan pemerintah daerah melalui instansi terkaitnya terus berupaya menjaga ketersedian dan stabilitas harga sejumlah bahan pokok di kabupaten ini. Tak dipungkiri, kata Wabup Pagi, pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan dampak begitu besar, terutama pada gelombang inflasi daerah. Namun, kondisi ini tidak hanya terjadi di Mempawah, […]

  • Lim Hie Soen Ungkap Penyebab Daya Beli Masyarakat Turun Drastis

    Lim Hie Soen Ungkap Penyebab Daya Beli Masyarakat Turun Drastis

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Liim Hie Soen mengungkapkan pasca inflasi kondisi daya beli masyarakat Sintang turun drastis. Hal ini mesti menjadi perhatian pemerintah daerah. “Banyak masyarakat, yang kami temui rata-rata bilangnya mengeluhkan situasi saat ini yang sangat sulit, khususnya para pedagang yang merasakan penurunan daya beli,” ungkap Lim Hie Soen. Selain […]

  • Pempus Renovasi 146 Rumah Warga Miskin di Mempawah Hilir dan Sungai Kunyit

    Pempus Renovasi 146 Rumah Warga Miskin di Mempawah Hilir dan Sungai Kunyit

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – 146 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Kunyit bakal direnovasi Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Kalimantan I Kementerian PUPR. Setiap rumah nantinya menerima banguan senilai Rp17.500.000,-. “Jadi total dana yang dikucurkan sebesar untuk 146 rumah itu ada Rp 2,555 miliar. Namun tidak diberikan dalam bentuk […]

  • Andini Ungkap Kelebihan Program JKN-KIS

    Andini Ungkap Kelebihan Program JKN-KIS

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pepatah mengatakan harga kesehatan itu tergantung bagaimana kita menjaganya. Semakin kita melupakannya, semakin mahal pula harganya, karena kesehatan adalah aset yang tidak ternilai harganya. Investasi kesehatan tidak akan membuat kita bangkrut, namun banyak orang bangkrut karena mengabaikan kesehatan. Beranjak dari hal itulah negara hadir untuk memberikan investasi kesehatan dalam bentuk Program JKN-KIS kepada […]

expand_less