Breaking News
light_mode

Angka Kemiskinan Sintang Turun

  • calendar_month Jum, 20 Mar 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Bupati Sintang menyampaikan bahwa angka kemiskinan di kabupaten sintang telah menurun dari sebelumnya 10,7 persen menjadi 9,2 persen. Selain itu, masyarakat di Kabupaten Sintang sendiri harus memiliki penghasilan mencapai 556 ribu perbulan untuk lepas dari garis kemiskinan, dan ini adalah standar garis kemiskinan tertinggi di Kalimantan Barat.

“Jadi, kita harus mulai meninggalkan ekonomi ekstraktif dan harus terus mengembangkan ekonomi kreatif guna meningkatkan ekonomi kemasyarakatan dan mensejahterakan masyarakat,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno saat membuka kegiatan Musrenbang Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila Sintang, di Gedung Pancasila Sintang, Jumat (20/3/2020).

Selain itu, dalam menyelenggarakan kegiatan program pembangunan, kata Jarot, harus selalu mengingat komitmen global dan mengacu kepada lima program prioritas presiden.

“Pertama adalah Suistainable Development Goals yakni pembangunan yang berkelanjutan, open government pemerintahan yang terbuka dan transparan, serta selalu mengacu kepada lima program prioritas Presiden RI yakni Pembangunan SDM, Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur, Memangkas Regulasi, Memangkas Birokrasi, dan transformasi birokrasi,” bebernya.

Terkait Kota Inflasi, ungkap Jarot, Sintang ini menjadi kota terinflasi kedua dari 90 Kota se-Indonesia, hal ini mengacu kepada Sembilan bahan pokok yang berkontribusi besar terhadap inflasi di Kota Sintang, dan menjadi Inflatro kedua di Indonesia.

Menurut Jarot, tolak ukur kemiskinan di Sintang setiap orang harus berpenghasilan Rp. 556.000 / bulan. Penyebabnya karena faktor kegawatdaruratan infrastruktur masih menjadi masalah di Kabupaten Sintang, tentunya hal itu berpengaruh terhadap rata-rata lama sekolah di Sintang yang masih sekitar 6,9 tahun.

“Selama ini kita selalu mengandalkan ekonomi ekstraktif yakni mengandalkan perkebunan yang mengeksploitasi sumber daya alam yang besar seperti sawit, karet, lada. Kita harus buat trobosan dalam hidup untuk mengandalkan ekonomi kreatif, seperti menanam daun sekubak, kopi, teh, dan hal hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Semua itu kita kembangkan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh Pemerintahan yang terbuka demi menuju Sintang yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Rangka Baja Baras Nabun, Bukti Negara Hadir Ditengah Rakyat

    Jembatan Rangka Baja Baras Nabun, Bukti Negara Hadir Ditengah Rakyat

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Belum lama ini, Bupati Sintang Jarot Wianarno meresmikan sebuah jembatan gantung rangka baja, di Desa Baras Nabun, Kecamatan Serawai. Jembatan tersebut dinilai dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Dan sekaligus membuktikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah rakyatnya. “Ini bukti bahwa negara hadir untuk rakyat. Bukan hanya membangun kota saja, tapi hingga […]

  • Ajak Semua Pihak Kolaborasi Ciptakan Pemilu Damai dan Kondusif

    Ajak Semua Pihak Kolaborasi Ciptakan Pemilu Damai dan Kondusif

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengajak semua pihak berkolaborasi baik itu KPU, Bawaslu, Aparat Penegak Hukum (APH), masyarakat dan lainnya dalam mensukseskan dan menciptakan Pemilu 2024 yang aman, damai dan kondusif. “Ingat 14 Februari 2024 adalah hari H Pemilu 2024. Mari kita bersama sukseskan dan ciptakan pemilu yang […]

  • Kartiyus: Operasi Pasar Langkah Utama untuk Tekan Laju Inflasi

    Kartiyus: Operasi Pasar Langkah Utama untuk Tekan Laju Inflasi

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebagai upaya stabilisasi harga dan menekan laju inflasi di Kabupaten Sintang, Pemerintah Kabupaten Sintang berencana rutin akan melakukan operasi pasar atau OP. “Operasi pasar sebagai langkah awal kita untuk menekan laju inflasi,” kataKartiyus ketika ditemui usai pelantikan pimpinann DPRD Sintang periode 2024-2029 di Gedung Parlemen Sintang, Rabu (16/10/2024). Menurut Kartiyus, operasi pasar atau […]

  • Polsek Serawai Obrak-abrik Home Industry Miras

    Polsek Serawai Obrak-abrik Home Industry Miras

    • calendar_month Sen, 21 Mei 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Masih banyak home industry Minuman Keras (Miras) jenis arak yang beroperasi di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalbar. Buktinya, di Desa Muara Kota, di rumah MS (39). Produsen arak ini pun diciduk Polsek Serawai pada Senin (21/5). “Tidak ada tolerasi buat masyarakat yang masih memproduksi minuman arak, dan akan kita tindak tegas,” kata Kapolsek […]

  • Michael Jeno : Setiap Desa Harus Miliki Potensi Ekonomi

    Michael Jeno : Setiap Desa Harus Miliki Potensi Ekonomi

    • calendar_month Ming, 12 Nov 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota DPR RI Komisi XI asal Kalimantan Barat, Michael Jeno mendorong Kepala Desa mengoptimalkan Dana Desa untuk kemajuan sektor usaha di desanya masing-masing. Olehkarenanya, penting bagi pengelola anggaran desa untuk menggali dan menemukan potensi ekonomi setempat. “Semangat membangun dari desa tentu tidak terlepas dari upaya yang dilakukan. Upaya tersebut tentu melihat dan menggali […]

  • Inflasi Pontianak Naik 0,34 Persen

    Inflasi Pontianak Naik 0,34 Persen

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Angka inflasi di Kota Pontianak pada bulan November mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dari yang semula 5,74 persen kini menjadi 6,08 persen. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyebut, hal tersebut merupakan peringatan bagi pihaknya khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak. “Kenaikan ini walaupun kecil, namun tetap sebagai warning bagi kita untuk […]

expand_less