Breaking News
light_mode

Nelayan Mempawah Minta Pembangunan Terminal Kijing Dihentikan

  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Sebanyak 12 perwakilan nelayan yang terdampak pembangunan pelabuhan terminal kijing mendatangi Kantor Bupati Mempawah, Senin (2/9/2019).

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, di Aula Balai Patih Kantor Bupati Mempawah.

Dalam audiensi tersebut, M Pagi mendengar apa yang menjadi keluhan para nelayan, dia menerima semua masukan dan memberikan saran terkait apa yang menjadi keinginan para nelayan.

Rerata para nelaya meminta kepada Pemerintah Mempawah  untuk segera menghentikan aktifitas pembangunan pelabuhan kijing. Tapi itu tidak bisa disanggupi oleh Wabup. Alasanyanya, karena bukan tupoksi Pemkab Mempawah.

Olehkarenanya, Wabup menyarankan para nelayan dari Kecamatan Sungai Kunyit itu agar mereka menyampaikan surat kepada Gubernur Kalbar. Sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat dapat segera dicarikan solusinya.

“Yang penting tidak menyalahi aturan yang berlaku. Kita menyarankan agar mereka memberikan surat resmi langsung kepada Pemerintah Provinsi Kalbar, jadi kita hanya menerima tembusan saja dari mereka. Jika sudah ada tembusan, kita akan mencoba komunikasikan kepada Pemprov Kalbar, nanti bagaimana penilaian dan kebijakan dari Pemprov Kalbar mengenai itu, akan kita tindak lanjuti,” katanya.

Wabup mengatakan, belum ada target berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Pemkab Mempawah untuk melakukan komunikasi dengan Pemprov, sebab belum ada komunikasi apapun yang dilakukan terkait tuntutan para nelayan.

Namun, apabila tidak ada titik terang, kata dia, para nelayan tersebut bisa menempuh jalur hukum. Artinya, di PTUN-kan, kemudian kalau penegak hukum sudah memutuskan mau tidak mau para nelayan harus menerima keputusan dari PTUN.

Menurut Wabup, pelabuhan kijing tidak bias dihentikan melalui kebijakan Pemkab Mempawah. Pasalnya pembangunan itu merupakan proyek nasional, dimana kewenangan dan kebijkannya berada penuh ditangan pemerintah pusat (Pempus).

“Itukan proyek skala nasional, jadi ada aturan-aturannya, Pemkab Mempawah tidak bisa menghentikan proses pembangunan Terminal Kijing, karena itu bukan wewenang kita. Kalau ada sesuatu lain hal yang ingin disampaikan kepada Pemerintah silahkan dikomunikasikan, jangan bertindak sendiri-sendiri yang dapat merugikan kita semua,”pungkasnya. (Dvd/Humpro) 

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Pontianak dan Kubu Raya Sering Mati, DPRD Segera Panggil PLN

    Listrik Pontianak dan Kubu Raya Sering Mati, DPRD Segera Panggil PLN

    • calendar_month Jum, 29 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Kota Pontianak dan Kubu Raya belakangan ini mendapatkan pelayanan public kurang baik. Lantaran dua kabupaten/kota itu sering terjadi pemadaman listrik. Menyikapi kondisi tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar mengaku segera melakukan pemanggilan terhadap PLN Wilayah V Kalbar beserta jajaran. Langkah itu penting untuk mendapatkan klarifikasi terkait pemadaman listrik yang melanda Kota Pontianak dan […]

  • Bupati Erlina Tinjau Belajar Tatap Muka Perdana di SMPN 1 Siantan,  Ini Pesannya untuk Siswa dan Guru…

    Bupati Erlina Tinjau Belajar Tatap Muka Perdana di SMPN 1 Siantan, Ini Pesannya untuk Siswa dan Guru…

    • calendar_month Sen, 22 Feb 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina meninjau sebuah sekolah SMPN 1 Siantan, Kecamatan Jungkat, Senin (22/2/2021). Peninjauan terkait dimulai dibuka kembali sekolah pembelajaran tatap muka dari sebelumnya daring (online) di kabupaten tersebut. Untuk PAUD, SD, dan SMP negeri/swasta merupakan perdana masuk pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19. Dalam peninjauan tersebut, Bupati Erlina turut didampingi Kepala […]

  • Pesisir Mempawah Direndam Rob

    Pesisir Mempawah Direndam Rob

    • calendar_month Sen, 6 Des 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Banjir pasang air laut atau rob merendam sejumlah wilayah kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Mempawah, Senin (6/12/2021) pagi. Ketinggian rob bervariasi berkisar antara 20-30 centimeter dari permukaan tanah. Diperkirakan puncak Rob berlangsung selama empat hari. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, SE mengatakan, daerah yang terendan […]

  • Sintang Bersiap Terima Aset dan Resmikan Waterfront

    Sintang Bersiap Terima Aset dan Resmikan Waterfront

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang bersiap untuk menerima dan melakukan peresmian “Waterfront Sintang” pada Maret 2023 mendatang. “Rencananya awal Maret 2023 diresmikan. Pembangunan waterfront juga sudah rampung atau selesai dikerjakan. Jadi, kita tinggal melakukan serah terima aset antar pemerintah pusat dan daerah,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sintang, Yustinus J  ketika […]

  • Edi Imbau ASN Bijak Bermedia Sosial

    Edi Imbau ASN Bijak Bermedia Sosial

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bijak dalam bermedia sosial (medsos). Para ASN diminta membatasi dan menahan diri dalam aktivitas di medsos. “Saya ingatkan hati-hati dalam penggunaan medsos, ucapan-ucapan, postingan-postingan apapun di akun medsos saudara,” ujarnya saat memberikan arahan kepada 250 […]

  • BPBD Sintang Beberkan Data Musibah Banjir

    BPBD Sintang Beberkan Data Musibah Banjir

    • calendar_month Kam, 25 Nov 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih memaparkan sejumlah data musibah banjir yang melanda Kabupaten Sintang akhir-akhir ini. “Puncak banjir di Kabupaten Sintang adalah 16 November 2021 akibat hujan deras sejak 11 November 2021 sampai 15 November 2021. Puncak banjir tersebut sudah berdampak pada 35.652 KK, 123.936 jiwa. Laporan […]

expand_less