LensaKalbar – Persatuan Majelis Taklim (Permata) Anugerah, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap memberikan santuan untuk 94 anak yatim di desa tersebut, Sabtu (25/5/2019).
Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo dan istri turut serta memberikan santunan.
Sujiwo mengapresiasikegiatan tersebut. Sebab kegiatan tersebut sangat kreatif untuk kepentingan dan kemaslahatan umat. “Kita sangat apresiasi kegiatan ini, ini sudah tahun yang ketiga dalam penggalangan untuk santunan anak yatim,” ujarnya.
Sujiwo menilai di setiap desa seharusnya memang ada orang yang sanggup memotori kegiatan semacam itu. Karena itu, dirinya akan berupaya mendorong desa lain yang ada di Kubu Raya untuk melakukan hal serupa.
“Kita berharap berharap ke depannya bisa ditingkatkan, bukan hanya untuk anak yatim, tapi juga bisa mengakomodir santunan untuk fakir, kaum dhuafa, dan ibu-ibu janda yang miskin,” kata dia.
Sujiwo menyebut pada dasarnya kepedulian masyarakat sangat besar. Hanya saja banyak keraguan karena adanya ulah segelintir oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Tapi jika ada yang mengelola atau mengkoordinir yang jelas, banyak orang yang masih peduli, apalagi ketika bulan Ramadan seperti ini,” ucapnya .
Sujiwo menambahkan, Pemerintah Daerah Kubu Raya juga akan berupaya mencarikan donatur yang peduli terhadap anak yatim di Kubu Raya. Namun perlu upaya meyakinkan donatur agar siap membantu.
“Di tingkat kabupaten perlu koordinator dan mampu memberikan motivasi,” tuturnya. Koordinator bakti sosial santunan anak yatim Desa Pal 9, Zulkarnain, menuturkan pihaknya mengkoordinir sebanyak 94 anak yatim yang ada di Desa Pal 9.
“Penggalangan santunan untuk anak yatim ini memang sudah berjalan selama tiga tahun, melalui majelis taklim Permata Anugerah dan didukung oleh Kades Pal 9,” kata Zulkarnain.
Ia juga mengapresiasi Pemkab Kubu Raya yang peduli terhadap anak-anak yatim. Dirinya berharap ke depan pemerintah daerah dapat membentuk organisasi yang memfasilitasi kegiatan tersebut di semua desa di Kubu Raya.
“Jika masih dilakukan di masing-masing desa, tentu tidak terkoordinir dengan baik. Jika ada wacana pemerintah untuk mengkoordinir, maka akan lebih baik,” harapnya. (Humpro)