
LensaKalbar – Di Kabupaten Sintang ditemukan dua kasus penyakit rubella. Kasus pertama di Puskesmas Nanga Mau, dan kedua di Puskesmas Sintang.
Untuk mengantisipasi perihal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Senin (01/10/2018), melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang.
“Tujuanya, kita ingin menjalin kerjasama terkait pelaksanaan imunisasi Measle-Rubella (MR),” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh.
Sinto berharap MUI dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat dilakukan vaksin Measle-Rubella (MR). Sebab, sampai saat ini masih ada penolakan dari masyarakat.
“Masih ada penolakan dari beberapa orangtua murid apakah vaksin ini halal atau haram. Makanya, kami koordinasi dengan MUI, karena kita di Sintang sudah ditemukan dua kasus Measle-Rubella (MR),” tuturnya.
Penyakit rubella, kata Sinto, kalau sudah menimbulkan kecacatan, sudah tidak ada obatnya lagi. Olehkarenanya, penting bagi kita bersama untuk melakukan vaksin Measle-Rubella (MR) terhadap anak-anak kita.
“Langkah itu dilakukan agar tidak ada korban rubella selanjutnya di Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Menurut Sinto. Kabupaten Sintang menargetkan 95 persen anak divaksin Measle-Rubella (MR). Sementara, sampai saat ini baru mencapai 92 persen.
“Sebenarnya kita bukan ingin mengejar angka target. Tetapi bagaimana kita tetap harus memberikan jaminan kesehatan pada anak-anak kita,” kata Sinto. (Dex)