APBD Sintang 2027 Tembus Rp1,9 Triliun, 88 Persen Masih Bergantung Pusat
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, menyebutkan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 mencapai Rp1,9 triliun, dengan ketergantungan tinggi pada dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,6 triliun atau sekitar 88 persen.
Hal itu disampaikan Kurniawan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026) lalu.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sintang diperkirakan hanya mencapai Rp248 miliar.
Selain struktur pendapatan, Kurniawan juga menyoroti komposisi belanja daerah. Ia mengungkapkan bahwa belanja pegawai pada Tahun 2026 mencapai 36,22 persen, dan pada Tahun 2027 harus ditekan maksimal 30 persen sesuai ketentuan.
Dalam forum tersebut, Bappeda juga memaparkan hasil penjaringan aspirasi masyarakat. Dari total 4.235 usulan yang dihimpun melalui tujuh kali musrenbang di enam daerah pemilihan, disaring menjadi 748 usulan, kemudian diprioritaskan kembali menjadi 453 usulan dari 14 kecamatan untuk dilaksanakan oleh 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pada sektor infrastruktur, pemerintah daerah menetapkan sejumlah prioritas, di antaranya melanjutkan pembangunan Jembatan Ketungau II, pemeliharaan dan peningkatan jalan kabupaten, penanganan kemacetan di kawasan Tugu Jam, peningkatan kualitas alat berat, serta kelanjutan pembangunan Kantor Diskominfo Sintang.
Sementara pada aspek pembangunan sumber daya manusia, Pemkab Sintang merencanakan penambahan fasilitas di RSUD Ade M. Djoen Sintang serta mengusulkan pembangunan Politeknik Negeri.
“Kami berharap program prioritas tersebut dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sintang pada tahun 2027,” pungkas Kurniawan. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar