Jemaah Haji Mempawah Diminta Maksimalkan Manasik
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Kesiapan menyeluruh menjadi sorotan utama dalam pembukaan manasik jemaah calon haji Kabupaten Mempawah musim haji 1447 H/2026 M. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan ibadah yang menuntut kesiapan fisik, mental, hingga kedisiplinan tinggi.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan manasik haji di Surau Nurul Salim, Kompleks Kantor Bupati Mempawah, Rabu (8/4/2026).
“Manasik ini bukan formalitas. Ini bekal utama agar jemaah benar-benar siap, paham tata cara ibadah, dan mampu menjalankannya dengan baik di Tanah Suci,” tegas Wabup Juli.
Wabup Juli menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terkait rukun, wajib, dan sunnah haji, yang menjadi fondasi sah dan sempurnanya ibadah. Menurutnya, kegagalan memahami hal tersebut berpotensi mengganggu pelaksanaan haji.
Karena itu, Wabup Juli meminta seluruh jemaah memanfaatkan manasik secara maksimal, mengikuti setiap arahan pembimbing, serta aktif dalam setiap sesi latihan.
“Kesungguhan dalam manasik akan menentukan kualitas ibadah haji nanti. Target kita jelas, seluruh jemaah bisa mandiri, tertib, dan meraih haji mabrur,” ujar Wabup Juli.
Tak hanya aspek teknis, Wabup Juli juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam ibadah haji kerap datang dari kondisi fisik dan mental. Cuaca ekstrem, padatnya aktivitas, hingga perbedaan budaya menjadi ujian tersendiri bagi jemaah.
“Ibadah haji itu menguras tenaga dan emosi. Maka kesabaran, keikhlasan, dan kemampuan menjaga kesehatan menjadi kunci utama,” kata Wabup Juli.
Wabup Juli juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarjemaah selama di Tanah Suci, sebagai bentuk solidaritas dan saling menjaga satu sama lain.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Jaga kebersamaan, karena itu akan sangat membantu dalam situasi apa pun di sana,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Mulyadi, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah calon haji tahun ini relatif terbatas, yakni hanya 12 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 7 perempuan dan 5 laki-laki, yang ditentukan berdasarkan urutan pendaftaran sejak tahun 2014 sebagai dampak penyesuaian kuota haji nasional.
“Kuota kita memang terbatas, sehingga yang berangkat tahun ini adalah mereka yang sudah lama menunggu,”jelasnya.
Dari total jemaah, tercatat satu jemaah lanjut usia berumur 84 tahun atas nama Halifah dari Kecamatan Sungai Kunyit, sementara jemaah termuda berusia 44 tahun.
Para jemaah dijadwalkan memulai perjalanan pada 8 Mei 2026 menuju Pontianak, kemudian ke Batam pada 9 Mei, sebelum bertolak ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026.
Kegiatan manasik ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Kamaludin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Ridwan, Kepala Kantor Imigrasi Mempawah Hartono, serta sejumlah undangan lainnya. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar