Inflasi Sintang Tertinggi di Kalbar
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Inflasi Kabupaten Sintang melonjak tajam hingga 4,52 persen pada Januari 2026, tertinggi di Kalimantan Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala langsung memimpin Rapat Koordinasi High Level Meeting bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (13/2/2026).
Rakor bertujuan untuk mengendalikan harga dan pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Lonjakan inflasi ini melonjak drastis dibanding Januari 2025 yang hanya 0,12 persen. Bahkan, angka tersebut jauh melampaui inflasi Provinsi Kalbar tahun 2025 sebesar 1,85 persen dan mendekati tekanan inflasi nasional 2,92 persen.
Bupati Bala mengungkapkan, penyumbang inflasi terbesar Januari 2026 berasal dari tarif listrik sebesar 2,24 persen, emas perhiasan 1,24 persen, bahan bakar rumah tangga 0,32 persen, beras 0,17 persen, dan bawang merah 0,10 persen.
Menurutnya, tekanan ekonomi awal 2026 semakin berat akibat penurunan transfer ke daerah, gangguan produksi karena anomali cuaca, serta lonjakan permintaan musiman menjelang HBKN. Pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang mengalami tekanan, diperparah kenaikan harga emas, tarif angkutan udara, serta LPG 3 kilogram.
Menghadapi situasi tersebut, Bupati Bala menginstruksikan TPID untuk segera melakukan pendataan stok dan harga bahan pangan, memperkuat pengawasan distribusi, serta melakukan langkah preventif guna mencegah gejolak harga.
Bupati Bala juga menegaskan pentingnya kerja sama antar daerah, khususnya dengan wilayah yang berpotensi mengalami defisit pasokan pangan.
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah diminta segera melaksanakan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah dalam waktu dekat. “Kita harus pastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga saat merayakan Imlek dan memasuki Ramadan,” pungkas Bupati Bala. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar