Breaking News
light_mode
OPD

Tingkatkan Capaian Pencatatan Kematian

  • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Tingkatkan Capaian Pencatatan KematianDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang terus bekerja meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau melaporkan kematian keluarganya untuk mendapatkan akta kematian supaya bisa dihapus datanya dari sistem kependudukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sari Fipriyanti Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang yang menyampaikan sudah melaksanakan dua langkah penting untuk mendorong masyarakat Kabupaten Sintang untuk mau dan dengan sadar melaporkan peristiwa kematian.

“langkah pertama yang sudah kami lakukan adalah melakukan launching pencatatan kematian di semua kecamatan dengan membagikan Buku Pokok Pemakaman. Kami sudah membagikan 391 Buku Pokok Pemakaman untuk 391 desa dan 16 Buku Pokok Pemakaman untuk lurah. Penyerahan Buku Pokok Pemakaman ini bahkan dilakukan oleh Bapak Bupati Sintang di Nanga Serawai Tahun 2022 lalu” beber Sari Fipriyanti

“mengapa kami memilih Kecamatan Serawai sebagai lokasi launching Buku Pokok Pemakaman, karena Kecamatan Serawai ini jumlah penduduk yang paling banyak belum mencatatkan angka kematian ini. Sehingga Pemkab Sintang sempat menjadi sorotan sehingga kami memilih Kecamatan Serawai sebagai lokasi launching Buku Pokok Pemakaman” terang Sari Fipriyanti

“dengan Buku Pokok Pemakaman ini, lurah dan kades mencatatkan setiap peristiwa kematian warganya di buku ini. Apabila ada warga yang melaporkan peristiwa kematian langsung ke Dinas Dukcapil untuk mendapatkan akta kematian, kami akan menghubungi kades atau lurah untuk mengecek catatan di Buku Pokok Pemakaman ini” tambah Sari Fipriyanti

“nama yang sudah meninggal dan tercatat di Buku Pokok Pemakaman, maka kami akan menonaktfikan data orang tersebut di sistem kependudukan. Kalau sudah tidak ada komplain, kemudian datanya akan dihapus” tambah Sari Fipriyanti

“kami di Dinas Dukcapil Sintang sudah pernah mengalami, ada yang mengurus kematian keluarganya. Kami keluarkan akta kematian, beberapa waktu kemudian orang yang diurus kematiannya tersebut komplain dari Jawa bahkan videocall dengan saya. Dia komplain dan menelpon karena data dia sudah tidak ada lagi di SIAK. Ternyata yang melaporkan kematian suaminya tersebut adalah istrinya. Apa kepentinganya, saya tidak tau” beber Sari Fipriyanti

“ada juga kasus suaminya yang melaporkan kematian istrinya. Tahu-tahu istrinya datang menemui kami di Dinas Dukcapil Sintang dan menyatakan dia masih hidup. Karena datanya sudah kami hapus di SIAK. Akhirnya data yang bersangkutan kami pulihkan dan diterbitkan lagi. Sekali lagi apa kepentingannya, kami tidak mau ikut campur” terang Sari Fipriyanti

“artinya apa, mengurus data kematian ini, sangat besar resikonya dibanding data kelahiran. Ada resiko hukum kalau tidak hati-hati mengurus data kematian ini” beber Sari Fipriyanti. (RILIS KOMINFO SINTANG/LK1)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liburkan Sekolah 14 hari Ke Depan, Edi Minta Siswa Belajar di Rumah

    Liburkan Sekolah 14 hari Ke Depan, Edi Minta Siswa Belajar di Rumah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Menindaklanjuti keputusan meliburkan siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan arahan kepada seluruh kepala sekohah terkait beberapa hal dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona. Ia mengatakan, keputusan meliburkan siswa akan diberlakukan selama 14 hari ke depan, dengan melihat situasi dan kondisi nanti. “Jika kondisinya semakin […]

  • Duh, Tercatat 40 Peristiwa Kebakaran di Sintang

    Duh, Tercatat 40 Peristiwa Kebakaran di Sintang

    • calendar_month Jum, 23 Nov 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sejak Januari hingga Agustus 2018. Tercatat 40 peristiwa kebakaran di Kabupaten Sintang. Rata-rata penyebabnya adalah konsleting listrik dan faktor alam. 40 peristiwa kebakaran itupun dibagi tiga kategori. Pertama kebakaran rumah, ruko, dan hutan dan lahan. Adapun rinciannya sebagai berikut: 14 Peristiwa Kebakaran Rumah 11 Perstiwa Kebakaran Rumah Toko (Ruko) 20 Persitiwa Kebakaran Hutan […]

  • Beras Plastik Beredar, Dewan Minta Dinas Terkait Segera Lakukan Sidak

    Beras Plastik Beredar, Dewan Minta Dinas Terkait Segera Lakukan Sidak

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar harus segera melakukan tindakan nyata. Langkah itu penting terkait temuan beras yang diduga beras plastik di Kabupaten Sanggau, sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat. “Saya sangat menyayangkan adanya temuan masyarakat terhadap beras yang bercampur plastik. Memang dari dulu sudah […]

  • Kekeluargaan Antar Alumni, SMPN 2 Gelar Gowes

    Kekeluargaan Antar Alumni, SMPN 2 Gelar Gowes

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebanyak 700 peserta gowes sepeda yang digelar Ikatan Alumni (IKA) SMPN 2 Pontianak Festival mengayuh sepedanya sesaat setelah Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengibaskan bendera start di halaman SMPN 2 Jalan Selayar, Minggu (18/12/2022) pagi. Edi mengapresiasi kegiatan reuni SMPN 2 yang dirangkaikan dengan gowes sepeda sebagai bagian dari membangun rasa kekeluargaan, […]

  • Masyarakat Diminta Laporkan WNA dan Pendatang Baru di Wilayah Hukumnya

    Masyarakat Diminta Laporkan WNA dan Pendatang Baru di Wilayah Hukumnya

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan warga negara asing (WNA) maupun warga pendatang baru di wilayah hukumnya. Setidaknya dilaporkan kepada aparat desa dan pihak kepolisian setempat. “Apabila menemukan, mendengar, dan melihat adanya orang asing maupun warga pendatang baru yang bersifat mencurigakan baik tindakan, perilaku dan perbuatannya, agar segera melaporkan kepada  aparat desa atau […]

  • Jelang Imlek, Harga Komoditas Pokok Masih Terkendali

    Jelang Imlek, Harga Komoditas Pokok Masih Terkendali

    • calendar_month Sel, 9 Feb 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyebut harga komoditas pokok di Kota Pontianak tidak terjadi lonjakan secara signifikan menjelang perayaan Imlek. Harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran masih bersifat fluktuatif. “Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan tetapi masih dalam batas wajar menjelang perayaan Imlek ini,” ujarnya usai menggelar pertemuan dengan Tim Pengendalian […]

expand_less